Kamis, 24 Mei 2018
12 Mei 2018 10:10 WIB

Hafidhin Royan dan Janji yang Belum Ditepati

Bagikan :
Bandung, era.id - Hafidhin Royan punya janji kepada adiknya yang masih duduk di bangku SMA kelas 1. Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti ini mau pulang ke Bandung untuk menemani sang adik.

Hafidhin Royan memang benar-benar pulang ke Bandung. Tapi dengan situasi yang sama sekali tidak diharapkan oleh siapa pun. Tubuh Hafidhin Royan terbujur kaku. Yah, Hafidhin Royan pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Hafidhin Royan adalah satu dari empat mahasiswa Trisakti yang tewas tertembak peluru 'misterius' aparat. Dan dia pulang bukan menepati janjinya, tapi untuk dikebumikan.

Sebenarnya Royan dilarang berdemo oleh Ayahnya. Namun karena idealisme dan banyaknya aktivis alumni Trisakti yang menjadi menteri, terlebih inspirasi terhadap gerakan angkatan 65 kian membakar semangatnya. Royan pun tetap turun ke jalan.

Pagi itu, 12 Mei 1998, terasa biasa saja. Sunarmi membangunkan Royan yang bersiap-siap mau kuliah untuk mengikuti Ujian Tengah Semester. Surnami saat itu sedang ada di Jakarta untuk menemani anak perempuannya yang mau melahirkan. Tanpa firasat apapun, Royan meminta izin untuk bergegas ke kampus. Ternyata, pagi itu menjadi pertemuan terakhir Sunarmi dengan Royan.
Bagikan :

Reporter : Taufan Zasya
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
BERITA TERKAIT
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Mei 2018 12:29 WIB

Ngabalin dan Bukti Tak Ada Lawan di Politik

Siapa bakal menyusul Ngabalin?
Lifestyle
24 Mei 2018 12:13 WIB

Mengenal Sosok Laksamana Keumalahayati Lewat Komik

Keumalahayati disebut-sebut sebagai laksamana wanita pertama di dunia lho..
Nasional
24 Mei 2018 11:56 WIB

KPK Periksa Adik Zumi Zola Sebagai Saksi

Sebelumnya, ibu dan istri Zumi juga diperiksa 
Nasional
24 Mei 2018 11:47 WIB

Anas Anggap Sidang PK Bagian Ibadah Ramadan

Katanya, ia ikhtiar dan mencari berkah di bulan penuh berkah
Olahraga
24 Mei 2018 11:18 WIB

Klopp Puji Salah Duta Sempurna Dunia Arab

Di tengah konflik dan anti-muslim di dunia, keberadaan Salah sangat penting