Selasa, 25 Juni 2019
23 Januari 2018 21:24 WIB

Chopperland dan Ambisi Produk Lokal

Bagikan :
Jakarta, era.id - Guys, dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo selalu menyampaikan pentingnya kreasi dan inovasi. Jokowi selalu berusaha untuk mengangkat brand value dari produk-produk lokal. Nah, kali ini Jokowi melakukan itu salah satunya lewat motor jenis chopper yang dibeli dari bulider motor lokal, Elders Garage.



Berawal dari perayaan Sumpah Pemuda Oktober tahun lalu, di mana Bekraf menjembatani pelaku industri kreatif untuk berkumpul dan memajang karya-karya mereka di istana, termasuk Elders Garage yang memajang Chopperland, motor hasil modifikasi bekerja sama dengan Kickass Chopper.



"Saat itu Pak Jokowi nyobain salah satu motor kita, yang item dan itu sempat viral. Itu aja kita udah seneng banget motor kita dinaikin Pak Jokowi orang nomer satu di negeri ini,” ujar Anka saat ditemui era.id di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Heret Frasthio dan Adrianka, founder Elders Garage tidak pernah menyangka motor chopper hasil modifikasinya dibeli Jokowi. 


Apresiasi Presiden Jokowi benar-benar menjadi harapan baru bagi pegiat modifikasi roda dua dalam negeri. Apalagi Presiden juga melihat motor hasil modifikasi memiliki peluang ekspor yang cukup baik ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Anka menyampaikan desain Chopperland garapan mereka ini memang disesuaikan dengan postur orang asia. Selain itu, kapasitas mesinnya pun disesuaikan dengan kondisi jalan yang biasanya padat. Idenya oke ya guys?
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Syarif
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Juni 2019 22:23 WIB

Tak Ada Politik Gratis, Pun untuk NU

Nehi, nehi..
megapolitan
24 Juni 2019 21:10 WIB

Bisa Jadi Gugatan Prabowo Dikabulkan MK, Asal . . .

Biar paham dengerin aja podcast kita
Nasional
24 Juni 2019 19:58 WIB

Kalau Bisa Nobar Putusan MK, Kenapa Harus Demo?

Daripada panas-panasan di jalanan, mending duduk anteng di rumah
Nasional
24 Juni 2019 18:38 WIB

Putusan MK Dipercepat, Semua Pihak Manut

Putusan sembilan orang itu bersifat final dan mengikat