Sabtu, 24 Agustus 2019
Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta (era.id)
16 Juli 2019 15:07 WIB

Isu 'Politik Uang Wagub' Cara PSI Cari Perhatian?

"Mereka belum di dalam tapi berkoar-koar seolah-olah sudah tahu kondisinya," katanya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta Rian Ernest Tanudjaja mengatakan ada indikasi politik uang dalam pembahasan wagub DKI Jakarta. Indikasi ini bisa dilihat dari pembahasan pemilihan wagub di DPRD yang tak kunjung tuntas.

Ernest mengatakan, ada beberapa elite politik Jakarta yang membocorkan ini. Namun, mereka takut dan meminta PSI mengungkapkan ini ke publik. Ernest pun tak mau menyebut elite politik yang dia maksud.

Langkah PSI ini dianggap sebagai upaya sedang mencari muka ke publik. Apalagi, PSI adalah partai baru yang duduk di kursi DPRD DKI Jakarta.

"Ada kemungkinan, ini cari muka biar dilirik biar eksis dan lirik," kata Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago dihubungi era.id, Selasa (16/7/2019).


Baca Juga : Belum Ada Pendamping, Anies Nikmati Tunjangan Operasional Sendirian

Katanya, secara etika PSI belum layak berkoar-koar tentang isi DPRD Jakarta. Apalagi, partai pimpinan Grace Natalie ini belum duduk di sana.

"Mereka belum di dalam tapi berkoar-koar seolah-olah sudah tahu kondisinya," katanya.

Dia menambahkan, PSI harus menerima risikonya kalau informasi yang ditudingkan itu tak bisa dibuktikan. Apalagi, sejumlah fraksi di DPRD meminta PSI untuk membuktikan tuduhan itu.

"Kalau memang ada rumor begitu yang dilempar seseorang soal politiknya uang ini, ketika membuktikan enggak gampang. Pertama mencari saksi, meskipun saksi ada walaupun PSI tak ingin mengungkap, apakah saksi itu melihat secara langsung atau tidak?" tutur Pangi. 

Proses pergantian wagub DKI Jakarta sudah berjalan 11 bulan semenjak Sandiaga mengundurkan diri maju jadi cawapres Prabowo Subianto. Pangi melihat ada dua faktor yang menghambat ini, PKS tersandera elite Gerindra, atau karena gagalnya komunikasi PKS kepada anggota DPRD lintas partai politik.

Tudingan PSI dibantah sejumlah fraksi di DPRD DKI Jakarta. Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi bilang, jika memang benar ada transaksi politik, PSI harus membuktikan kebenaran dari rumor yang digulirkan. 

"Yang menuduh itu harus membuktikan. Kalau dibilang begitu bisa menjatuhkan dan mencemarkan nama baik anggota dewan," kata Suhaimi. 

Sementara, Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik juga meminta PSI membuktikan tudingan mereka. Ia mendukung agar dugaan ini ditindaklanjuti. 

"Disuruh buktiin aja, saya setuju untuk diawasi, saya setuju diawasi. Kemudian, harus dibuktikan. Jangan cuma ngomong," ungkap Taufik. 

Kemudian, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mengaku kaget dengan isu yang dilempar PSI. Gembong turut meminta PSI langsung menyebutkan siapa nama informan mereka. 

"Kalau memang belum betul-betul akurat informasinya, saya kira jangan dilempar ke publik sehingga menimbulkan kegaduhan janganlah," kata Gembong. 
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
23 Agustus 2019 21:33 WIB

Kunjungi Festival Indonesia Maju, Megawati Nostalgia Saat Jadi Presiden

Acaranya masih ada sampai 25 Agustus, ke sana yuk mblo~
Nasional
23 Agustus 2019 21:01 WIB

OPM Diduga Tunggangi Kerusuhan di Papua

"OPM itu amat merugikan bagi masyarakat Papua itu sendiri"
Nusantara
23 Agustus 2019 20:17 WIB

Satu Anggota KKB Tewas dalam Kontak Senjata di Pasar Wamena

Polisi dan masyarakat juga ikut terluka~
megapolitan
23 Agustus 2019 19:11 WIB

Komisi Impian Tina Toon di DPRD

Tina Toon akan tempati DPRD DKI Jakarta. Apa yang ideal buat Tina?
Nasional
23 Agustus 2019 18:15 WIB

Banyak Masalah Kesenjangan di Papua yang Ditutupi

"Ada kesenjangan ekonomi, HAM, dan keamanan yang harus kita evaluasi"