Senin, 20 Agustus 2018
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Wilson/era.id)
14 Mei 2018 13:00 WIB

Bom di Surabaya Gunakan 'Mother of Satan'

Namanya seram, daya ledaknya pun mengerikan
Bagikan :


Surabaya, era.id - Polisi telah berhasil mengidentifikasi jenis bom yang digunakan para pelaku dari sejumlah lokasi di Surabaya dan Sidoarjo. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bom ini sebagai "Mother of Satan".

Tito menyebutkan bom yang digunakan berjenis bom pipa dengan bahan peledak triacetone triperoxide (TATP). Bom jenis ini kerap digunakan di ISIS, Suriah dan Irak. 

"Dari hasil olah TKP ditemukan sejumlah sisa bom pipa, dan ini adalah jenis bom yang kerap digunakan oleh kelompok ISIS. Saking bahayanya ini biasa disebut 'Mother of Satan;," kata Tito di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Senin (14/5/2018).

Tito menyebut bahan peledak TATP itu sangat berbahaya dengan daya ledak yang tinggi. Menurutnya jenis bom seperti ini berbeda dengan bom berjenis TNT atau Trinitrotoluene karena diperlukan detonator untuk meledakkannya.


Baca Juga : 7 Anak Teroris Diserahkan ke Kemensos

"Daya ledaknya tinggi dan sangat sensitif, salah setting detonator, sedikit goncangan atau suhu panas bisa meledak sendiri. Makanya nama yang digunakan 'mother of satan' dalam bahasa mereka," jelas Tito.



Senjata makan tuan


Lanjut Tito, bom seperti ini membutuhkan penanganan yang cukup serius. Bahkan ledakan yang terjadi di Rusunawa Wonocolo dapat dikatakan sebagai senjata makan tuan.

"Di rusunawa sama demikian, mungkin karena switching yang tidak pas, goncangan atau panas bom yang sedang dirakit itu kemudian meledak. Jadi bisa dikatakan senjata makan tuan," lanjut Tito.

Tak hanya itu, ledakan yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya pagi ini juga diduga menggunakan jenis bom yang sama.

"Tadi pagi di depan Polresta yang terjadi lagi aksi bom bunuh diri juga pakai sepeda motor juga membawa bahan peledak yang sama," tutupnya.

Selain di Mapolrestabes Surabaya, pada Minggu (13/5) pagi, terjadi ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, dengan korban meninggal dunia hingga Senin pagi mencapai 17 orang. Kemudian pada Senin malam, kembali terjadi bom bunuh diri di Rusun Woonocolo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

Pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya adalah satu keluarga, Dita Oepriarto dan Puji Kuswati yang merupakan pasangan suami istri dan melibatkan empat anaknya. Dua anak perempuan mereka, FR dan FS, masing-masing diketahui masih berusia delapan dan 12 tahun, sedangkan dua anak lelaki mereka, YF dan FH diketahui berusia 17 dan 15 tahun. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Dita adalah pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Surabaya.

TATP ditemukan oleh Ilmuwan asal Jerman, RIchar Wolffenstein pada 1985.nKerusakannya dianggap lebih besar dibanding TNT dalam jumlah yang sama. Di Indonesia, bom TATP pertama kali ditemukan di Mal Alam Sutera pada 6 Juli 2015 dan gagal meledak.
Bagikan :

Reporter : Wilson Septrudy Purba
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
20 Agustus 2018 12:46 WIB

Tak Datang ke Bawaslu, Andi Arief ada di Bali

Dia siap hadir kalau pemeriksaannya dijadwal ulang
Nasional
20 Agustus 2018 12:42 WIB

Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Masih Rahasia

Serius, nih? Pendaftaran tim kampanye tinggal satu jam lagi, lho!
Nasional
20 Agustus 2018 12:06 WIB

Ada Komunikasi Tak Sampai di Internal Prabowo-Sandiaga

Karena Prabowo berpesan jangan kritik Asian Games, eh malah ada yang ngkritik
Ekonomi
20 Agustus 2018 11:31 WIB

Pidato Ketua MPR Dikuliti Habis Sri Mulyani

44 persen utang, ada andil pemerintahan sebelumnya dan Zulkifli ada di kabinet  …
Peristiwa
20 Agustus 2018 10:21 WIB

Bawaslu Panggil Andi Arief Kasus Mahar Sandiaga

Dalam kasus ini ada tiga orang yang diperiksa hari ini, salah satunya Andi Arief