Selasa, 26 Maret 2019
Warung kopi (warkop) yang ada di bilangan Jakarta Utara. (Diah/era.id)
22 Desember 2018 19:17 WIB

Warkop, Solusi Kelaparan Tengah Malammu

Ada mi instan, roti bakar, gorengan, dan minuman kemasan
Bagikan :


Jakarta, era.id - Perasaan lapar di tengah malam memang jadi masalah serius karena jadi bikin susah tidur. Mau cari penganan di kala malam rada susah, apalagi warteg dekat rumah sudah pada tutup. Mau pesan makanan lewat aplikasi online agak ragu karena takutnya lama.

Tapi, tenang. Kalau kamu di Jakarta, enggak usah takut. Karena masih ada warung kopi (warkop) yang buka pada malam hari, bahkan ada yang 24 jam. 

Seperti Soniawan (32), pria asal Kuningan ini sampai merantau ke Jakarta untuk membuka warkop di kawasan perumahan di bilangan Jakarta Utara. Soni bercerita, sudah membuka warkop sejak 2016.

"Alasan saya buka warkop di sini karena modalnya enggak terlalu besar dan memang banyak yang datang makan di sini. Sebelumnya saya pernah jualan sembako di kampung, tapi keuntungannya enggak terlalu besar," kata Soni sambil membuka bumbu mi instan sambil sesekali melihat kompor apakah minya sudah matang atau belum.


Baca Juga : VIDEO: Berburu Kuliner Legendaris di Jakarta


Soniawan (32), pemilik warkop di bilangan Jakarta Utara. (Diah/era.id)

Diakuinya, mi instan plus es teh manis adalah menu andalan yang paling banyak dipesan di kala malam. Namun, Soni juga menjual minuman kemasan yang diseduh, roti bakar, gorengan dilengkapi cabai dan saus sambal sebagai variasi.

Soni bilang, waktu yang paling ramai didatangi orang ke warkopnya adalah pada pukul 21.00 WIB sampai 2.00 WIB. Dari hitungan itu, dia pun menutup tokonya pada pukul 4.00 WIB dan buka lagi pada pukul 10.00 WIB. 

"Yang nongkrong di sini biasanya, ada tukang ojek, sales kalau pagi sering, dan kalau malam anak-komplek, umurnya 30-an ke bawah lah, mereka bawa teman-temannya nongkrong bareng, mereka main game sambil ngobrol, anak anak ini biasanya nongkrong selama 3-4 jam, dimulai dari jam 10 sampai jam 2," jelas dia sambil memasukkan sawi ke panci berisi mi pesanan salah satu pelanggannya.

Tak lama kemudian, salah satu pelanggan Soni mengganti lagu dari pemutar musik yang disediakan. Kata Soni, iringan lagu di warkopnya dijadikan sebagai sedikit hiburan. Ini pula yang bikin pelanggannya betah nongkrong di tempat ini. 

"Saya memang sengaja nyediain musik di sini. Jenis lagu yang diputar, ya, yang anak-anak suka di sini. Biasanya lagu-lagu indonesia sama barat yang dulu-dulu, karena yang suka nongkrong usianya 20-30 kalau malam," ungkap Soni.

Soni mengakui nyaman jadi pedagang warung kopi, meskipun ia pernah punya pengalaman buruk saat berdagang.

"Pernah nih saya ngalamin yang menegangkan. Waktu saya masih beberapa bulan jualan di sini, ada orang mabok, datengin rusuh minta ini-itu. Terus, saya pernah dengar suara nangis sampe bikin merinding, karena di belakang tembok ini kan tanah kosong bangunan yang belum jadi nih," sebut dia sambil tertawa.

Tapi, namanya pekerjaan pasti ada risikonya. Soni mengakui memang sudah nyaman mengelola warung kopinya karena ia sudah punya pelanggan tetap yang sering datang, meskipun sesekali mereka sering ngutang kepadanya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
26 Maret 2019 07:28 WIB

Gaya Blak-blakan Klopp Disukai Pemain Liverpool

Sang arsitek selalu berbicara langsung ke pokok masalah
Nasional
25 Maret 2019 23:06 WIB

Kampanye Hologram Jokowi-Ma'ruf

Asli, keren sih ini!
Nasional
25 Maret 2019 22:51 WIB

Sandi Ingin Ulang Kesuksesan Pilkada DKI

Pilkada yang indah untuk Sandi
Nasional
25 Maret 2019 22:20 WIB

Ma'ruf Amin Serukan Jauhi Kampanye Menyeramkan

Sebab pemilu bukan perang, ceunah~
Lifestyle
25 Maret 2019 21:40 WIB

Selalu Untukmu, Bukti Anima Masih Eksis

Tetap easy listening dengan lirik romantis