Selasa, 25 Juni 2019
Mauricio Pochettino dan Maurizio Sarri (Foto: Twitter @premierleague0
10 Januari 2019 10:23 WIB

Sarri dan Pochettino Tak Puas dengan VAR

Teknologi yang membunuh emosi
Bagikan :


London, era.id - Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mengeluhkan terjadinya gol dari titik penalti oleh Harry Kane yang membuat Tottenham menang 1-0 pada pertandingan semifinal Piala Liga di Stadion Wembley, London, Rabu (9/1) kemarin, dan menyalahkan wasit yang dianggap tidak mampu menggunakan sistem alat bantu rekaman video (VAR).

Sementara itu, pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino yang meski diuntungkan dengan keputusan wasit setelah melihat VAR, juga menyatakan tidak menyukai sistem tersebut.

Kane dijatuhkan oleh kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, saat menggiring bola ke arah kotak penalti, tapi terdapat kontroversi karena asisten wasit justru mengangkat bendera karena menganggap Kane berada dalam posisi offside.

Setelah melihat rekaman ulang video, diputuskan bahwa Kane tidak dalam posisi offside, sehingga hukuman penalti tetap diberikan.


Baca Juga : Kepergian Neymar dalam Bayang-bayang Kasus Pemerkosaan

Tapi, pelatih Sarri memprotes keputusan asisten wasit dan setelah melihat rekaman video dari pihak Chelsea, tetap berkeyakinan bahwa Kane berada dalam posisi offside.

"Kamera milik kami segaris dengan posisi Harry Kane dengan kepala dan lututnya berada dalam posisi offside. Saya hanya melihat rekaman dari kamera kami. Mungkin kamera VAR berada di posisi yang berbeda. Tapi dari posisi kamera kami, ia (Kane) jelas dalam posisi offside," kata Sarri.

"Saya kira wasit Inggris tidak mampu menggunakan sistem VAR. Jika kamu tidak yakin dengan sistem tersebut, kamu harus memperhatikan bola dan kemudian memberikan keputusan," katanya.

"Di Italia, juga ada sistem VAR dan pada musim pertama, menjadi malapetaka. Wasit tidak tahu cara menggunakan sistem itu. Saya kira saat ini wasit di sini juga tidak mampu menggunakan teknologi tersebut secara benar. Mungkin terasa aneh, di Liga Utama Inggris tidak ada VAR, tapi di Piala Liga justru ada," katanya menambahkan.

Sementara itu pelatih Spurs, Pochettino mengatakan kemenangan melalui penalti Kane tersebut terasa menjadi hambar.

"Memang menyenangkan bila mendapat keuntungan, tapi saya tidak gembira jika memenangi pertandingan dengan cara seperti ini," katanya.

"Saya setuju dengan adanya teknologi karena kamu tidak bisa menghentikan terjadinya evolusi, tapi menunggu terlalu lama sebelum adanya keputusan. Tidak jelas peraturannya," kata Pochettino.

"Saya tidak suka teknologi VAR dan setelah melihatnya di Piala Dunia dan kompetisi lain seperti La Liga, tidak ada yang puas sejak hari pertama diterapkan. VAR itu seperti sistem yang kadang membunuh emosi. Saya tidak bisa merayakan kemenangan malam itu karena harus menunggu selama lima menit untuk mendapatkan keputusan wasit," katanya.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Riki Noviana
Editor : Riki Noviana
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Juni 2019 22:23 WIB

Tak Ada Politik Gratis, Pun untuk NU

Nehi, nehi..
megapolitan
24 Juni 2019 21:10 WIB

Bisa Jadi Gugatan Prabowo Dikabulkan MK, Asal . . .

Biar paham dengerin aja podcast kita
Nasional
24 Juni 2019 19:58 WIB

Kalau Bisa Nobar Putusan MK, Kenapa Harus Demo?

Daripada panas-panasan di jalanan, mending duduk anteng di rumah
Nasional
24 Juni 2019 18:38 WIB

Putusan MK Dipercepat, Semua Pihak Manut

Putusan sembilan orang itu bersifat final dan mengikat