Kamis, 21 November 2019
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
14 Oktober 2019 11:07 WIB

Serangan Udara Turki ke Suriah Tewaskan 14 Orang

Lima orang di antaranya adalah warga sipil
Bagikan :


Beirut, era.id - Sebanyak 14 orang, termasuk di antaranya 5 warga sipil, dilaporkan tewas dalam serangan udara turki terhadap konvoi di Kota Ras al Ain, Suriah, Minggu (13/10). Selain korban tewas, Observatorium HAM untuk Suriah mengatakan 10 orang dinyatakan luka-luka.

Menurut Direktur Observatorium Rami Abdulrahman, serangan tersebut menghantam sekelompok warga sipil yang datang ke Kota Ras al Ain untuk menunjukkan dukungan saat kota tersebut menjadi sasaran pasukan Turki, yang menyerang pasukan pimpinan Kurdi di utara Suriah. Mereka berasal dari Kota Qamishli

Sejumlah wartawan asing juga berada di konvoi tersebut saat serangan terjadi. Salah satunya Stephanie Perez, wartawan lembaga penyiar Prancis France 2, demikian seperti dikutip Antara, Senin (14/10/2019).

Baca Juga : Erdogan dan Putin Kerja Sama Tangani Konflik Suriah
 

"Suriah. Kami berada di konvoi sipil Kurdi yang dijadikan serangan pasukan Turki dan sekutu mereka di Ras al Ain," tulis Stephanie Perez di akun Twitternya. "Tim kami selamat, namun beberapa kolega meninggal."


Baca Juga : Sepucuk Surat Romantis Trump untuk Erdogan

Tidak ada penjelasan tentang kolega yang dimaksud. Dalam sebuah video, France 2 menayangkan rekaman insiden yang menunjukkan warga sipil berbaur dengan Pasukan Demokratik Suriah dukungan Kurdi (SDF) yang hendak menuju Ras al Ain.
 


Gambar tersebut, yang diambil dari jarak sekitar 10 Km dari kota itu, memperlihatkan mayat-mayat berserakan, sejumlah kendaraan lapis baja terbakar, serta truk dan bangunan lainnya hancur.

Penyataan SDF menyatakan "pasukan invasi" Turki menargetkan konvoi sipil dengan jurnalis media internasional yang menuju Ras al Ain, yang dikawal oleh petempur mereka untuk menyuarakan penolakannya terhadap invasi Turki. Pihaknya mengatakan puluhan warga sipil tewas dan mengalami luka.

Invasi Turki di Tanah Suriah

Langka penarikan mundur Amerika Serikat (AS) telah membuka jalan bagi invasi Turki melancarkan serangkaian operasi militer ke Suriah utara. Serangan ini memantik kecaman keras dunia yang disebut akan membuat krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Tujuan Turki sebetulnya mulia: Ingin menciptakan safe zone yang membentang 32 Km di sepanjang perbatasan wilayah timur laut Suriah. Caranya adalah dengan melakukan Operation Peace Spring sehingga jutaan pengungsi Suriah dapat kembali.

Langkah ini diambil karena dua alasan, pertama untuk memungkinkan pasukan Turki memerangi kelompok bersenjata Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) --komponen utama SDF. Kedua, menciptakan kondisi yang diperlukan untuk mengembalikan pengungsi Suriah, demikian dikutip Al Jazeera.

Sejak Rabu kemarin, pasukan Turki memulai serangan lintas-perbatasan terhadap pasukan pimpinan Kurdi di Suriah Timur Laut. Pasukan khusus dan kendaraan lapis baja pun dikerahkan dengan target 181 wilayah Kurdi.

Dilaporkan Reuters, serangan dibuka dengan tembakan howitzer Turki yang menghantam pangkalan amunisi milisi YPG. Serangkaian artileri kerap melintas di langit Suriah. Lalu lintas mengalami kemacetan. Sementara, warga sipil ketakutan melarikan diri ke selatan dengan truk yang dipenuhi dengan anak-anak.

Baca Juga : Tikaman dari Belakang AS untuk Sekutu di Suriah

Tak berhenti disitu, Turki kembali membantai milisi Kurdi pada Kamis (10/11). Serangan ini memaksa puluhan ribu orang menyelamatkan diri. Pasukan Turki juga berhasil menahan ribuan anggota ISIS di penjara, dan puluhan ribu orang di sejumlah kamp dalam kawasan tersebut. 
Bagikan :

Reporter : Noor Pratiwi
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Ekonomi
21 November 2019 12:12 WIB

Kursi Buat Ahok di BUMN: 'Dikepret' Rizal Ramli, Dibela Menteri

"Kayanya hidup gue ditolak melulu,"
Nusantara
21 November 2019 11:43 WIB

Menyegarkan Kembali Ingatan Anak Muda Tentang Pembunuhan Munir

"Munir-Munir itu ada, dan Munir itu kalian,"
Internasional
21 November 2019 10:38 WIB

Rumah Kelahiran Hitler 'Disulap' Jadi Kantor Polisi

Cara pemerintah Austria cegah ziarah kelompok Neo-Nazi
megapolitan
21 November 2019 10:08 WIB

Mahasiswa BEM SI Geruduk Kantor Kemenkes Siang Ini

Tolak kenaikan iuran BPJS
megapolitan
21 November 2019 09:10 WIB

Teka-Teki Penyebab Kopilot Wings Air Bunuh Diri

Diduga karena depresi kena…