Senin, 14 Oktober 2019
Dua Garis Biru (Dokumentasi Starvision)
17 Juli 2019 14:46 WIB

Makna Stroberi, Kerang, dan Metafora Lain dalam Dua Garis Biru

Artikel diperuntukkan bagi yang sudah menonton, dan mereka yang ngeyel walau belum nonton
Bagikan :


Jakarta, era.id - Gina S. Noer berhasil dengan Dua Garis Biru. Dalam debutnya sebagai sutradara, Gina yang dikenal sebagai penulis skenario berhasil menerjemahkan apa yang lama ia lakukan lewat tulisan ke dalam media audiovisual dengan baik. Tak cuma menanam pesan dan nilai, Dua Garis Biru juga sarat akan metafora dan pengambilan adegan yang ciamik.

[SPOILER ALERT]

Sebelumnya, barangkali perlu kami ingatkan bahwa tulisan ini diperuntukkan bagi kamu-kamu yang sudah menonton film Dua Garis Biru dan bertanya-tanya soal sejumlah adegan yang penuh simbol. Apa makna dari kerang, stroberi, serta nilai-nilai lain yang ditanamkan Gina lewat dialog para pemain. Dan tentu saja, tulisan ini adalah persepsi kami. Syukur-syukur ada yang menangkap makna yang sama.

Dimulai dari adegan ketika Dara (Adhisty Zara) tidur di kamar sembari meletakkan buah stroberi di atas perutnya. Dalam adegan itu, Gina sejatinya sempat memberi petunjuk lewat permainan depth of field kamera. Dari semula mengarahkan fokus ke laptop yang tengah menampilkan informasi mengenai pertumbuhan janin, Gina kemudian memindahkan fokus kamera ke arah perut Dara dan stroberinya.


Baca Juga : VIDEO: Movie Update of the Week

Lewat adegan itu, Gina menyampaikan pesan kepada penonton terkait usia kehamilan Zara yang telah menyentuh sepuluh minggu. Dalam ilmu obstetri, ukuran janin di usia sepuluh minggu adalah sebesar buah stroberi. Informasi ini barangkali tak akan ditangkap oleh kebanyakan penonton, kecuali mereka yang telah mengalami fase kehamilan atau mereka yang betul-betul fokus menonton menyoroti tiap adegan yang Gina tampilkan.

Metafora soal stroberi tak berhenti sampai di situ. Pada adegan lain, ketika Dara dan Bima (Angga Yunanda) mendatangi sebuah klinik aborsi, Bima sempat memesan sebuah jus stroberi di sebuah warung dekat klinik. Zara saat itu menyaksikan buah-buah stroberi digerus, dihancur lebur oleh blender. Adegan itu jadi transisi yang menggambarkan gejolak dalam diri Dara. Ia yang semula berniat menggugurkan kandungan, kemudian mengubah keputusannya.

Adegan lain yang juga mengandung metafora adalah adegan ketika Dara, Bima, dan kawan-kawannya makan di sebuah warung sea food. Saat itu, Dara memisahkan kerang-kerang segar (masih tertutup) dengan kerang-kerang yang ia anggap tak segar (telah terbuka). Kerang segar digambarkan sebagai keperawanan seorang perempuan, sedang kerang tak segar adalah sebaliknya. Sebuah pesan yang sejatinya gamblang disampaikan Gina.

Metafora selanjutnya adalah soal poster di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Poster itu terlihat dipajang di belakang Dara yang meringkuk di atas ranjang UKS. Poster itu tampak sangat usang dan berada di sudut tak terjamah. Lewat adegan ini, Gina semacam mengkritisi sex education di sekolah, yang tak pernah tersampaikan dengan baik. Gina juga nampaknya mencoba menempatkan Dara sebagai korban dari buruknya sex education di sekolah.
 


Pesan dalam dialog

Tak cuma lewat metafora dalam berbagai adegan. Gina juga menyampaikan nilai-nilai dan pesan lewat dialog para pemain. Dalam adegan ketika Dara dan David, ayahnya yang diperankan Dwi Sasono terlibat perdebatan.

Dalam adegan itu, Dara terus-terusan menyebut apa yang ia lakukan adalah hasil cerminan dari apa yang orang tuanya lakukan. Gina kemudian menyisipkan dialog yang bermakna begitu dalam lewat mulut David: Kamu bukan papa dan mama. Kamu harus lebih baik!

Atau adegan ketika ibu Bima --diperankan Cut Mini-- membungkus kue-kue ke dalam kardus. Dalam adegan itu, Bima dan ibunya mengobrol panjang dan intim.

Di adegan itu, ibu Bima mengatakan sebuah kalimat sederhana namun begitu dalam: Coba kita sering ngobrol kayak gini ya, Bim. Lewat adegan itu, Gina berusaha menyampaikan kepada setiap orang tua soal pentingnya menjalin komunikasi intensif dengan anak.

Selain dua dialog di atas, sejatinya masih banyak dialog dan adegan lain yang dibentuk Gina untuk menyampaikan pesan dan nilai.

Kesuksesan Gina mengarahkan produksi film akhirnya berbanding lurus dengan kesuksesan secara industri. Dalam enam hari penayangan, Dua Garis Biru berhasil meraih lebih dari satu juta penonton.

Lewat akun Twitternya, Gina mengumumkan capaian itu. "1 Juta penonton #DuaGarisBiru. Alhamdulillah. Sejujurnya, ini lebih dari mimpi saya pribadi dan seluruh tim yang terlibat. Terima kasih semua. Ini perayaan untuk kita semua," tulis Gina.
Bagikan :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
14 Oktober 2019 12:27 WIB

Mengenal Somantri Ahmad, Bapak-bapak dengan Lawakan yang Khas

Lawakannya sempat viral di sejumlah media sosial
Internasional
14 Oktober 2019 12:05 WIB

Mal di Hong Kong Jadi Arena Bentrokan Aparat Vs Demonstran

Orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka
Lifestyle
14 Oktober 2019 11:35 WIB

Kebangkitan Club Eighties dalam Cahaya

Tetap dengan pop synthesizer yang dibalut gaya sound kekinian
Nasional
14 Oktober 2019 11:20 WIB

Upaya Mengawal Istri Kolonel Hendi dari UU ITE

Sebanyak 52 pengacara menyatakan siap mendampingi istri Hendi, Irma Zulkifli Nasution
Nasional
14 Oktober 2019 11:17 WIB

Demokrat-Gerindra Sudah Diajak Ngobrol Jokowi, PAN-PKS Kapan?

Siap jadi mitra dan oposisi