Senin, 22 Juli 2019
Ilustrasi (Ilham/era.id)
11 Juli 2019 07:35 WIB

Indonesia Butuh Pembangkit Listrik Tenaga Sambat

Andai keluhan penduduk stres di negeri ini dijadikan energi listrik, betapa kayanya kita!
Bagikan :


Jakarta, era.id - Penduduk Indonesia terklasifikasi sebagai masyarakat paling bahagia di dunia. Meski begitu, persentase menunjukkan tingginya tingkat stres di negeri ini. Dalam sudut pandang kesehatan mental, sambat atau mengeluh disebut-sebut jadi solusi meredam stres. Atau, jika melihat berbagai temuan, mungkinkah kita memanfaatkan stres menjadi hal berguna? Membangun (PLTS) Pembangun Listrik Tenaga Sambat, misalnya?

Tahun 2018, Cigna 360° melakukan survei skor kesejahteraan. Survei itu mengungkap bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang penduduknya paling bahagia di dunia. Survei itu mempersentasekan tingkat kebahagiaan masyarakat di negara-negara dunia. Di Indonesia, 75 persen masyarakat Indonesia tergolong stres. Angka itu jauh di bawah negara-negara Asia lain seperti Singapura dan Thailand yang tingkat stresnya mencapai 91 persen.

Memang, dibanding negara lain, tingkat stres masyarakat Indonesia tergolong rendah. Tapi, jika melihat angka 75 persen, rasanya tetap harus ada upaya untuk mengurangi angka ini. Bukan apa-apa, berdasar data proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 2018, Indonesia dihuni oleh 265 juta jiwa. Merujuk angka 75 persen hasil survei Cigna 360°, artinya ada sekitar 198 juta penduduk stres di Indonesia.

Dalam sudut pandang kesehatan mental, sejatinya ada yang dapat dilakukan untuk meredam stres para penduduk Indonesia. Caranya, membudayakan sambat alias mengeluh. Menurut buku The Good News About What's Bad For You karya Jeff Wilser, ada dua jenis sambat, yakni instrumental complaining dan expressie complaining. Masing-masing jenis sambat itu punya manfaat lho.


Baca Juga : VIDEO: Penjamin Listrik Pulau Bali yang Taat Pajak

Instrumental complaining adalah sambat yang dilakukan untuk memecahkan masalah. Misalnya, ketika orderan online shop kamu datang terlalu lama dan kamu mengeluh kepada penjual, itulah yang disebut instrumental complaining. Sambat kedua, expressive complaining adalah sambat yang dilakukan lewat curhatan atau umpatan. Sambat ini dilakukan dengan tujuan mengurangi beban mental yang ditanggung seseorang.

Meski begitu, sambat bisa membuatmu capek, lho! Bayangkan, saat kamu sambat, lewat curhat misalnya, kamu akan melakukan aktivitas yang namanya bicara. Dikutip dari situs Goodtoknow, ketika berbicara seseorang menghabiskan energi sebanyak 85 kilokalori per jam. Nah, makanya jangan terlalu sering juga tuh sambat. Kecuali, negara ini bisa mengonversi energi sambat menjadi listrik.


PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sambat)

Ingat proyek 35 ribu megawatt yang sedang dikejar pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional? Sejak awal memerintah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan seluruh proyek selesai di tahun ini. Dalam rencana, pemerintah akan menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pihak swasta untuk membangun 109 pembangkit listrik.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi enam sampai tujuh persen, Indonesia membutuhkan setidaknya tujuh ribu megawatt per tahun. Proyeksi ini juga sudah dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019. Artinya, tak ada kompromi, proyek ini wajib direalisasikan.

Sayangnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar menyatakan, target 35 ribu megawatt tak dapat diselesaikan tahun ini, sebagaimana ditargetkan. Menurut Arcandra, tahun ini, pemerintah paling-paling hanya bisa mencapai realisasi 57 persen. "Tadinya 2019 kan harus 35.000 MW, karena asumsi pertumbuhan ekonomi 35.000 MW program dibikin itu ekonomi kalau gak salah 7 persen," tutur Arcandra, dikutip dari CNBC, Rabu (10/7/2019).

"Mempertimbangkan reserve margin yang ditargetkan sekitar 30 persen. PLN dan KESDM akhirnya sampai 2019 kemungkinan besar 19.000-20.000 MW," tambahnya.

Nah, sekarang mari berandai-andai. Bayangkan, jika satu kilokalori yang dihabiskan satu orang penduduk stres --untuk sambat-- di negara ini setara dengan satu megawatt. Rasanya, kita adalah negara yang amat kaya dengan energi listrik. Selain berlimpah, tenaga listrik bertenaga sambat ini dijamin terbarukan.

Jika bisa mengonversi satu kilokalori menjadi satu megawatt, maka kita bisa mengembangkan puluhan kali lipat proyek 35 ribu megawatt. Bayangkan, dengan asumsi satu penduduk stres melakukan sekali sambat, setidaknya kita bisa menghasilkkan 198 juta megawatt. Sungguh negeri ini adalah negeri yang kaya.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 Juli 2019 17:24 WIB

VIDEO: SPG Cantik Jualan Hewan Qurban

Kalau yang jaga begini sih rela lama-lama di kandang sapi mblo~
Lifestyle
22 Juli 2019 17:24 WIB

Matt Groening Singgung Sekuel The Simpsons Movie di Comic-Con

Sang pencipta bersuara soal karya epiknya
Nasional
22 Juli 2019 16:30 WIB

PDIP Tolak Rencana Super Holding Bentukan Rini Soemarno

"Mereka yang berpikir membentuk super holding, harus belajar dari krisis ekonomi di AS"
Lifestyle
22 Juli 2019 16:18 WIB

Moskow Merayakan Konser Ed Sheeran Lewat Sebuah Patung

Sebuah perayaan...
Lifestyle
22 Juli 2019 15:34 WIB

Mengenal Pengkor yang Diperankan Bront Palarae dalam Gundala

Kemunculan Pengkor dalam trailer Gundala jadi petunjuk penting kelanjutan jagat Bumilangit