Selasa, 07 April 2020
Japelidi (Dok. Japelidi)
26 Maret 2020 18:27 WIB

Lawan Hoaks COVID-19 dengan Puluhan Bahasa Daerah

Japelidi bikin poster soal korona dalam bahasa daerah
Bagikan :


Bandung, era.id – Banyak informasi yang simpang siur mengenai wabah virus korona baru. Untuk melawan hoaks soal korona itu, komunitas literasi yang tergabung dalam Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) menyarikan dan memproduksi beragam informasi akurat terkait COVID-19 ke dalam bentuk video dan poster edukatif bagi masyarakat.

Uniknya, informasi tersebut disampaikan dalam bentuk 42 bahasa daerah. Japelidi sendiri merupakan komunitas yang sebagian besar anggotanya adalah dosen dari 78 perguruan tinggi di 30 kota di Indonesia.

“Untuk mengimbangi banjir hoaks yang menyesatkan warga di saat pandemi ini, kami membuat beragam konten digital ‘Jaga diri dan Jaga Keluarga’ di dalam 42 bahasa daerah, selain bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin, supaya bisa lebih dekat dengan keseharian masyarakat kita yang majemuk,” kata Novi Kurnia, Koordinator Japelidi yang juga merupakan Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Rabu (26/3).


Japelidi (Dok. Japelidi)


Baca Juga : VIDEO: Mengikuti sang 'Pengawal Nyawa' Bekerja

Novi bilang, produksi konten berbahasa daerah ini masih akan bertambah sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk menyebarkan konten-kontennya, Japelidi bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) dan Komunitas “Berbeda Itu Biasa”.

Penyebaran konten dilakukan melalui akun Instagram dan Twitter Japelidi. Selain itu juga dilakukan melalui akun media sosial dan grup WhatsApp para anggota Japelidi yang berjumlah 163 orang.

“Tanggapan warganet sangat positif. Misalnya, banyak orang atau komunitas meminta kami mengirim file untuk mereka cetak sendiri lalu membagikannya kepada warga berusia lanjut di sekitar mereka. Bahkan ada yang membuatnya menjadi spanduk. Memang banyak orang tidak mengakses jejaring sosial, sehingga akses informasi mereka pun terbatas,” kata Novi Kurnia.

Japelidi juga melakukan kampanye dengan membagikan sabun dan hand sanitizer bagi warga yang masih harus bekerja di luar rumah seperti pengendara ojek dan pedagang pasar. Dana untuk ini berasal dari urun daya donasi anggota Japelidi.

Kegiatan luring dilakukan oleh tim Japelidi dan warga dengan membagikan selebaran, poster, dan spanduk di tempat-tempat strategis di banyak daerah: Jakarta, Yogyakarta, Bali, Salatiga, Semarang, Lamongan, Malang, Bandung, Ponorogo, Depok, Surabaya, Sukabumi, Blora, Grobogan, Bogor, Banjarmasin, Kulonprogo, Gresik, Tegal, Wonogiri, Cilacap, Magelang, NTT, Kutai, NTB, Timika, Kab. Semarang, Lombok Timur, Lampung, dan Samarinda.

“Cakupan wilayah ini masih terus bertambah seiring bertambahnya dukungan warga,” katanya.



Sementara Lestari Nurhajati, dosen LSPR yang menjadi Koordinator Kampanye Japelidi Lawan Hoaks COVID-19, mengaku tidak menyangka dukungan dari warga terhadap konten Covid-19 dalam beragam bahasa daerah akan mendapat antusias masyarakat.

“Seperti halnya kampanye politik, kampanye kesehatan juga harus dilakukan melalui darat di banyak tempat. Menurut saya masih banyak ruang yang belum terjangkau, padahal isu pandemi ini sangat mendesak,” kata Lestari Nurhajati.

Salah satu poster yang dikampanyekan Japelidi berjudul “Jaga Diri, Jaga Keluarga”. Poster ini dibuat dalam bahasa Sunda, Palembang, Bangka, Bali, Banjar, Dayak Ngaju, Malang Raya, Suroboyo, Manado, Madura, Minang, Batak, Kupang, Madura Nggih bhunten, Aceh, Jawa tengah ngoko, Jawa tengah kromo, dan seterusnya.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
07 April 2020 21:10 WIB

What's On Today, 7 April 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Lifestyle
07 April 2020 21:01 WIB

Kiat Sukses Sinetron Ramadan Tahun 90an

Jadi pengen kembali ke masa-masa itu, saat korona belum menyerang
megapolitan
07 April 2020 20:35 WIB

Manfaat dari Penerapan PSBB di Jakarta

Kurangnya kerumunan orang
megapolitan
07 April 2020 20:01 WIB

Siap-Siap, Polisi 'Razia' Suhu Tubuh di Jalanan

Pakai drone mendeteksi suhu tubuh
Kuliner
07 April 2020 19:09 WIB

Khasiat Sayur Lodeh yang Ternyata Bisa Obati Kanker

Beruntunglah kalian pecinta sayur lodeh~