Minggu, 05 April 2020
20 Februari 2020 17:45 WIB

Mengenal Profesi Penasihat Keuangan

Di Indonesia cuma ada 33.500 orang
Bagikan :


Jakarta, era.id - Profesi penasihat keuangan mungkin masih asing di telinga orang Indonesia. Padahal, jasa penasihat keuangan diperlukan agar uang yang digunakan untuk berinvestasi bisa digunakan dengan tepat dan menguntungkan.

Data investasi di Indonesia tahun lalu, ada 2,45 juta orang yang berivestasi di berbagai macam investasi seperti reksadana dan sebagainya. Jumlah tersebut sangat timpang dibandingkan jumlah penasihat keuangan yang baru mencapai 33.500 tenaga profesional.

"Penasihat keuangan harus punya kredibilitas yang ditunjang lisensi dan sertifikasi, serta punya pengalaman dan pengetahuan,” kata Founder & CEO PT Moduit Digital Indonesia, Jeffry Lomanto di Kantor Moduit Bandung, Ruko Paskal Hyper Square, Jalan Pasir Kaliki, Bandung, Kamis (20/2/2020).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai penjualan atau penarikan dana investasi reksadana pada bulan Januari 2020 mencapai Rp62,40 triliun. Penarikan ini merupakan akumulasi dari berbagai kekhawatiran yang menerpa pasar saham yang berpengaruh ke jenis investasi reksadana. 


Baca Juga : Meraup Cuan dari Budidaya Jamur

Minimnya pengetahuan dan kurangnya ketersediaan penasihat investasi, membuat para nasabah dan calon nasabah memiliki kekhawatiran berlebihan terkait kondisi perekonomian global. Selain itu, kata Jeffry, ketimpangan jumlah penasihat keuangan dan nasabah juga berdampak pada maraknya investasi 'bodong'. 

"Seperti yang kita lihat sekarang ini ada isu investasi 'bodong', rente yang dijanjikan tidak sesuai dengan yang didapat," kata Jeffry.

Maka lewat aplikasi Moduit, ia berharap tidak ada lagi masyarakat yang merasa tertipu oleh jasa investasi. Sebab para penasihat keuangan akan memberikan edukasi tentang literasi keuangan. "Kita ajari nasabah untuk investasi, tingkat risiko, setelah itu kita rekomendasikan. Jika nasabah setuju baru eksekusi ke transaksi," terangnya.

Nasabah juga akan diberi informasi terkait peristiwa yang berpengaruh pada investasi seperti perang dagang Amerika Serikat versus China yang tak jelas ujungnya, hingga dampat wabah virus korona baru. 

"Kami berikan update dan membantu memenejemen investasi sehingga pemberitaan ini bisa langsung mencapai ke klien dengan cepat," ucapnya.

 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
05 April 2020 19:09 WIB

Melihat Waktu Ideal Berjemur Berdasarkan UV Indeks WHO

Katanya sih dari jam 10 pagi sampai 2 siang
Internasional
05 April 2020 18:18 WIB

Ada Kulkas Raksasa untuk Simpan Jasad Korban COVID-19 di Ekuador

Ekuador melaporkan 318 pasien meninggal dunia akibat COVID-19
Nasional
05 April 2020 17:17 WIB

Pesan Trump untuk Warganya: Minggu Depan Banyak yang Meninggal di AS

Kok jadi terkesan nakutin ya?
Lifestyle
05 April 2020 16:04 WIB

Kembalinya sang Raja Dangdut Lewat Lagu 'Virus Corona'

Baru dirilis sudah trending di YouTube
Internasional
05 April 2020 15:15 WIB

Gaji Presiden dan Menteri Malawi Dipotong untuk Wabah COVID-19

Semoga Indonesia segera menyusul~