Kamis, 02 April 2020
Aktor Dimas Seto (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
31 Januari 2020 19:09 WIB

Tips Gigi Sehat ala Dimas Seto

Salah satunya lewat bersiwak
Bagikan :


Jakarta, era.id - Demi menjaga kesehatan gigi serta gusi, aktor Dimas Seto rela kurangi mengonsumsi makanan manis. Menurut dia, kebiasaan tersebut sudah dilakukan sejak lama.

"Menjadi suatu kebiasaan yang orang tua ajarkan, masalah mengonsumsi makanan yang menyebabkan gigi rusak, makanan terlalu panas, manis. Bukan menghindari, tapi secukupnya," ujar Dimas di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat (31/01/2020)

Pria berusia 40 tahun ini bilang, ia tergolong orang yang jarang sakit gigi. Kalau ke dokter gigi, paling Dimas hanya periksa gigi, gusi, dan mulut.

Enggak cuma itu, ia juga melakukan pembersihan karang gigi jika benar-benar dibutuhkan. "Bersihin karang gigi, paling rutin periksa gigi ke dokter," tutur suami Dhini Aminarti itu.


Baca Juga : Alasan Mengapa Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi Penting bagi Kesehatan

Ia menjelaskan betapa pentingnya kehalalan, termasuk soal makanan sampai pasta gigi. "Kalau bicara produk halal terarah pada yang kita konsumsi, berkembang lagi ke produk kebersihan. Islam identik dengan kebersihan dan kerapihan," kata dia.

Sementara itu, Siwak, dahan atau akar pohon Salvadora persica telah dikenal sejak 3500 SM mampu menjaga kesehatan gigi, jaringan penyangga gigi dan gusi.

"Siwak punya manfaat antimikroba, menghambat pertumbuhan bakteri untuk mencegah dua penyakit yang umum terjadi yakni gigi berlubang dan penyakit gusi," kata pakar kesehatan gigi dan mulut drg. Ratu Mirah Afifah.

Berbagai penelitian modern membuktikan siwak juga bisa menghambat dan mematikan pertumbuhan bakteri serta menguatkan permukaan email gigi sehingga mencegah timbulnya gigi berlubang.


Siwak. (Foto: ventesengros.fr)

Selain itu, siwak juga dapat menghentikan pendarahan dan peradangan gusi, menstimulasi peningkatan produksi air liur yang berfungsi menetralkan kondisi asam di mulut

Saat ini, siwak sudah diekstrak dan digunakan sebagai salah satu bahan tambahan dalam pasta gigi. Ada juga produsen pasta gigi yang menambahkan mint untuk memberikan kesegaran nafas. "Ekstrak siwak ditambahkan ke pasta gigi, sehingga tetap bisa memberikan manfaat," kata Mirah.

Lalu, apakah frekuensi menyikat gigi menggunakan pasta gigi bersiwak sama seperti pasta gigi pada umumnya?

"Memang Rasulullah (Nabi Muhammad) mengajurkan lima kali (Sikat gigi). Kalau dilakukan dapat sunahnya. Dari sisi kesehatan pastinya lebih baik. Kuncinya membersihkan mulut dengan alat yang tepat," tutur Mirah.

Durasi menyikat gigi yang disarankan para pakar kesehatan gigi yakni dua menit untuk meminimalisir risiko menyisakan partikel makanan di gigi dan sela-selanya.

Namun Mirah mengingatkan untuk tidak langsung menyikat gigi setelah makan, atau beri jeda dulu agar email gigi tidak rusak.

"Makanan bisa mengandung asam. Ketika mulut (asam) kalau langsung sikat gigi email gigi bisa hancur, meskipun email bagian keras," kata Mirah.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Adelia Hutasoit
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nusantara
02 April 2020 09:24 WIB

Hasil Rapid Test di Jabar Catat 409 Orang Positif Korona

Datanya belum masuk di pemerintah pusat
Internasional
02 April 2020 08:33 WIB

Prancis Negara Keempat dengan Kematian Lampaui 4.000 akibat COVID-19

Untuk rekor satu ini semoga tidak dicontoh negara lain
Nasional
02 April 2020 08:24 WIB

Panjangnya Birokrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar

Harus disetujui Menkes dengan segala pertimbangannya