Jumat, 03 April 2020
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto: Antara)
06 Januari 2020 21:02 WIB

Jepang Bakal Kerahkan Pasukan ke Timur Tengah

Tujuannya untuk melindungi jalur aman bagi kapal-kapal Jepang
Bagikan :


Tokyo, era.id - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meneruskan rencananya untuk mengerahkan Pasukan Bela Diri ke Timur Tengah guna memastikan keselamatan kapal-kapal milik mereka, bahkan saat ketegangan di kawasan tersebut mencuat pasca-tewasnya komandan militer terkemuka Iran akibat serangan AS.

Pada konferensi Senin (6/1/2020) Abe meminta negara-negara yang terlibat melakukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan menghindari eskalasi lebih lanjut, demikian seperti dikutip Antara.

"Situasi di Timur Tengah mendidih dan saya begitu khawatir. Eskalasi lebih lanjut harus dihindari dan saya meminta semua pihak yang berkepentingan mengoptimalkan semua upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan," kata Abe kepada awak media di Ise, Jepang tengah.

"Kami berencana menerjunkan Pasukan Bela Diri ke kawasan ini guna memperkuat pengumpulan informasi dan melindungi jalur aman bagi kapal-kapal Jepang," kata Abe, meneruskan rencana bulan lalu menjelang ketegangan terbaru.


Baca Juga : Jurnalis Jepang Diusir dari Rusia karena Dianggap Mata-Mata

Amerika Serikat pekan lalu menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan pesawat nirawak terhadap konvoi Soleimani di bandara Baghdad, serangan yang menyeret permusuhan lama antara Washignton dan Teheran ke dalam wilayah yang belum dipetakan sekaligus memunculkan momok konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Pemerintah Jepang mengumumkan pada akhir Desember bahwa pihaknya akan mengirim kapal perang dan pesawat patroli ke Timur Tengah, yang menjadi sumber hampir 90 persen impor minyak mentahnya.

Jepang, sekutu AS yang menjaga hubungan baik dengan Iran, memilih untuk meluncurkan operasinya sendiri ketimbang bergabung dengan misi pimpin AS untuk melindungi ekspedisi di kawasan tersebut.

Pejabat Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan pemerintah berencana memulai operasi pesawat patroli sekitar Januari, sementara kapal perusak sepertinya mulai beroperasi di kawasan tersebut pada Februari.
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
03 April 2020 14:14 WIB

Polisi Harus Kantongi Data Napi yang Dibebaskan

Harus selektif dan jangan asal
Nusantara
03 April 2020 14:02 WIB

Kisah Kesembuhan Pasien Nomor 11 COVID-19 di Jawa Barat

Cuma isolasi dan tes tiga kali
Internasional
03 April 2020 13:00 WIB

April Mop Kim Jaejoong Berbuntut Panjang

Sejumlah agendanya dibatalkan
Lifestyle
03 April 2020 12:57 WIB

Petugas Medis COVID-19 Tak Bisa Pakai Sembarang APD

Ada standar khusus