Rabu, 21 Agustus 2019
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Wardhany/era.id)
12 Februari 2019 16:54 WIB

Rindu Ridwan Kamil ke Ma'ruf Amin

"Sudah dua bulan enggak ketemu," kata Emil
Bagikan :


Jakarta, era.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendatangi kediaman Ma'ruf Amin. Kedatangannya ini untuk melepas rindu kepada mantan Rais Aam PBNU tersebut.

"Rindu, sudah lama enggak ketemu jadi saya ke sini minta doa beliau dulu," kata Emil kepada wartawan usai bertemu Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Meski masuk ke dalam dewan pengarah Tim Kampanye Daerah Jawa Barat untuk paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, Emil mengaku, kedatangannya ini murni sebagai individu yang ingin bersilaturahmi.

"Enggak ada. Ini sebagai individu aja. Tidak ada hubungan dengan kedinasan. Ini murni silaturahmi karena terakhir bertemu agak lama, dua bulan lebih," ungkapnya.


Baca Juga : Pembahasan Kursi Menteri, Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan


Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Wartawan tidak diperbolehkan mengikuti pertemuan ini. (Foto: Istimewa)

Emil menjawab kasusnya di Bawaslu

Mantan Wali kota Bandung ini mengomentari adanya laporan ke Bawaslu tentang dirinya. Emil dilaporkan karena dianggap melakukan kampanye terselubung. 

Menurutnya, tak mungkin dirinya melanggar aturan kampanye. Sebab, dia sudah taat dengan peraturan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum serta undang-undang yang berlaku.

"Saya selalu taat aturan," kata Emil menjawab pertanyaan wartawan.

Dia menjelaskan duduk permasalahan yang menyebabkan dirinya kemudian dilaporkan ke Bawaslu. Menurut Emil, acara peringatan Hari Lahir ke-93 NU dan Hari lahir ke-73 Muslimat NU dilaksanakan pada hari Sabtu (9/2) dan ia sedang tidak menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.

"Kan weekend, dulu yang ramai juga weekend. Saya tahu bahwa urusan perkampanyean itu hanya boleh dilakukan di akhir pekan," ungkapnya.

Selain itu, acara juga terbagi ke dalam dua bagian. Pertama acara harlah ke-93 NU dan harlah ke-73 Muslimat NU dan acara kedua merupakan acara deklarasi dukungan kepada paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dalam acara deklarasi, pembawa acara disebut Emil, tak menyebut nama jabatannya melainkan hanya menyebut dirinya sebagai tokoh Jawa Barat.

"Di deklarasi kapasitas saya tidak membawa jabatan. Maka MC (master of ceremony) menyebutnya tokoh Jawa Barat," jelas dia.

Dia juga membenarkan kalau dirinya berseru 01 menang. Namun, saat itu, kapasitasnya bukan sebagai Gubernur Jawa Barat melainkan tokoh.

"Betul. Dideklarasi, di acara ronde kedua," ujarnya.


Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Wardhany/era.id)

Dia menilai, pelaporan terhadap dirinya merupakan ulah orang iseng yang dianggap tak mengerti aturan-aturan kepala daerah yang memang diperbolehkan kampanye meski ada sejumlah aturan yang berlaku.

"Hari ini saya paham apapun yang dilakukan, ya, mungkin orang iseng-iseng saja bikin tafsir kemudian dilaporkan ke Bawaslu. Saya kira itu resiko ya," katanya.

Supaya kalian tahu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan pelanggaran kampanye oleh kepala daerah. Dugaan ini dilaporkan oleh Muhajir, anggota Tim Advokasi Indonesia Bergerak.

Muhajir menduga ada kampanye terselubung yang dilakukan oleh Ridwan pada acara peringatan Hari Lahir ke-93 NU dan Hari lahir ke-73 Muslimat NU, Sabtu (9/2) di Lapangan Merdeka Kerkop, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Kata dia, Ridwan diduga menyampaikan orasi politik yang diserukan oleh sejumlah massa yang hadir. Padahal, kata Muhajir, KPU baru menetapkan masa kampanye rapat umum di ruang publik pada 21 hari sebelum hari pemilihan. 

"Di hadapan puluhan ribu massa yang hadir dia menyampaikan orasi politik, yang pada pokoknya menyatakan, 'oleh karena itu kalau saya teriak Garut... teriak juara.... Saya teriak Jabar... teriak juara... Saya teriak 01... teriak juara'. Perbuatan saudara Ridwan Kamil tersebut, menurut ketentuan hukum yang berlaku adalah tidak dapat dibenarkan, dan patut diduga merupakan Pelanggaran Kampanye," ungkap Muhajir.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Agustus 2019 21:03 WIB

PDIP Sebut Risma Cocok Maju di Pilgub DKI Jakarta

"Kalau memang rakyat DKI menghendaki kenapa tidak?"
megapolitan
20 Agustus 2019 20:03 WIB

Enam Hari Uji Coba Ganjil-Genap, Kualitas Udara Jakarta Membaik

Kalau begitu lanjutkeun~
Nusantara
20 Agustus 2019 19:15 WIB

VIDEO: Wali Kota Sorong Dilempari Batu

Semoga semua bisa selesai dengan baik
Olahraga
20 Agustus 2019 19:01 WIB

Memprediksi Akhir Liga Inggris dari Kacamata Neville dan Carragher

Terlalu dini? Jelas! Tapi, prediksi ini jelas menarik.
Lifestyle
20 Agustus 2019 18:35 WIB

VIDEO: Menikmati Keindahan Bromo dari Balon Udara

Yuk, cobain naik balon udara di Bromo