Selasa, 22 Oktober 2019
Gapura Gilimanuk, Bali. (Foto: Astama/Pixabay)
11 Agustus 2019 19:11 WIB

Melihat Toleransi di Bali saat Iduladha

Kata siapa enggak boleh motong sapi di Bali mblo? Baca artikel ini
Bagikan :


Bali, era.id - "Pokoknya Bali jangan diusik pasti aman. Kita pasti menghormati juga kok," sebut Ketut Ludra yang merupakan warga Bali asli kepada era.id.

Kemarin malam, Warga Desa Panjer, Denpasar, itu banyak bercerita soal contoh toleransi di Bali. Salah satunya saat pelaksanaan Hari Raya Iduladha. Menurut dia, warga mayoritas Bali tentu paham arti dari toleransi, sehingga mereka tidak merasa terganggu dengan pelaksanaan hari raya tersebut.

"Di sini aman, saling jaga saja," ungkap pria 40 tahun ini kepada kami saat berbincang di wilayah Sanur, Bali, Sabtu (10/8) malam.

Ludra yang juga seorang pecalang atau polisi adat Bali itu mengatakan tak ada yang berbeda dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban di Pulau Dewata. Bahkan, di beberapa daerah tetap ada yang menyembelih sapi meski hewan ini dianggap suci oleh umat beragama Hindu.


Baca Juga : Lima Resep Olahan Daging Kurban yang Bikin Gagal Diet

Pernyataan ini juga didukung banyaknya lapak penjualan hewan kurban. Hanya saja, beberapa lapak tersebut tidak menjual sapi sebab tulisannya hanya 'Jual Kambing Kurban'.

"Di sini ada potong sapi ada juga potong kambing. Tapi kebanyakan kambing. Sapi kan juga kebesaran, gampangnya kambing," cerita Ludra sambil tertawa ringan.

Menurut dia tak ada masalah sebenarnya jika menyembelih sapi. Soalnya, penyembelihan hewan kurban itu adalah kepercayaan umat muslim yang harus dilakukan setiap tahunnya. 

Pria yang juga berprofesi sebagai supir taksi daring ini menyebut hewan kurban yang telah disembelih, bakal dibagikan untuk warga-warga yang kurang mampu di lingkungan sekitar masjid dengan prioritasnya warga muslim.

"Kalau yang Hindu enggak dapat daging dari masjid. Cuma, biasanya di lingkungan nanti masak terus dinikmati ramai-ramai. Saling berbagi," ujarnya.

"Misalnya tetangga saya muslim, saya Hindu, nanti dia antar makanan. Nanti saling membalas, saya antar juga kalau sedang hari raya. Besok saja saya sudah dijanjiin mau bakar sate sama tetangga saya," imbuh Ludra.

Tak hanya soal saling berbagi, Ludra kemudian bercerita para pecalang juga seringkali ikut berjaga saat hari besar keagamaan lain termasuk saat Iduladha. "Itu toleransinya kalau di sini."
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
22 Oktober 2019 21:14 WIB

King Gizzard & the Lizard Wizard Siap Entak Jakarta

Kolektif Ibu Kota Studiorama jadi yang paling bertanggung jawab soal ini!
Nasional
22 Oktober 2019 20:38 WIB

Johnny G Plate dan Dokter Terawan dalam Jajaran Kabinet

Apa saja posisi yang bakal mereka tempati? Sudah tahu?
Nasional
22 Oktober 2019 20:27 WIB

What's On Today, 22 Oktober 2019

Nikmatilah sensasi baru mendengarkan berita
Nusantara
22 Oktober 2019 20:25 WIB

Fenomena Crosshijaber dari Sudut Pandang Waria

"Crosshijaber stigma baru bagi kami"