Selasa, 10 Desember 2019
Menteri BUMN Erick Thohir. (Sumber: Instagram/@erickthohir)
02 Desember 2019 14:11 WIB

Kata Erick, Cuma 15 dari 142 Perusahaan Pelat Merah yang Nguntungin

15 perusahaan ini bergerak dibidang perbankan, Telkom, minyak, dan gas
Bagikan :


Jakarta, era.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkap, selama ini hanya 15 dari 142 perusahaan yang rajin setor keuntungan. Sedangkan sisanya, berdasarkan laporan kontribusi pada BUMN kurang.

"Untuk saat ini 142 BUMN ini tentu menjadi unik untuk manage dan atur. Dari pendapatan uang dihasilkan Rp210 triliun. 76 persen dari 15 perusahaan saja," kata Erick saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2019).


Komisi VI DPR RI menggelar rapat kerja perdana dengan Menteri BUMN Erick Thohir. (Gabriella/era.id)

Dengan demikian, ke depan perlu ada antisipasi dan melihat kembali mengenai kinerja dari 127 BUMN tersebut. Sebab, 15 BUMN yang punya andil memberikan keuntungan pada BUMN itu hanya dari beberapa sektor saja. "Karena 15 perusahaan ini perbankan, Telkom dan oil and gas," kata dia.


Baca Juga : Rudiantara, dari Urus Sinyal Hingga Urus Setrum

Di hadapan Komisi VI DPR RI, Erick berjanji akan merapikan BUMN yang bermasalah. Tentunya, tidak langsung semuanya, namun secara berjangka. Ke depan Erick akan menyampaikan strategi penyelesaian masalah ini kepada DPR.

"Semoga pada rapat kerja berikutnya, kami dikasih waktu untuk memaparkan strategi. Semoga kita enggak cuma nyelesain tugas saja. Tapi juga memberikan fondasi ke depan," kata dia.

Adapun berdasarkan laporan keuangan dari sejumlah perusahaan mengalami kerugian. Seperti laporan keuangan PT Krakatau Steel. Perusahaan ini tercatat menderita kerugian sejak 2012 hingga sekarang. Itu berarti dalam lima tahun terakhir, Krakatau Steel masih menanggung kerugian sekali pun tiap tahunnya memperoleh pendapatan atau revenue yang kadang naik atau kadang turun.

Kemudian, PT Indofarma (Persero), Tbk. Perusahaan yang berbisnis produk-produk farmasi ini alami kerugian pada 2013, lalu sempat membaik dan merugi lagi pada tahun 2016 hingga sekarang. Kemudian, PT Garuda Indonesia (Persero). BUMN ini dilaporkan mencetak kerugian sebesar Rp2,88 triliun pada tahun 2017.

Bagikan :
Topik :

Reporter : Hendriana
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
10 Desember 2019 08:18 WIB

Arab Saudi yang Makin Longgar Soal Pemisahan Gender

Pintu masuk cafe dan restoran tak lagi dipisah
Nusantara
10 Desember 2019 07:07 WIB

Pemprov Aceh Beli 4 Pesawat Nurtanio

Untuk pesawat perintis, evakuasi medis dan kargo
megapolitan
10 Desember 2019 05:50 WIB

Nasib PKL di Jakarta: di Sana Boleh Jualan, di Sini Digusur

Akhirnya para pedagang, bingung
 
Nasional
09 Desember 2019 21:00 WIB

Polri Sebut Punya Bukti Baru Soal Kasus Novel Baswedan

"Tidak akan berapa lama lagi, Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan"
Nasional
09 Desember 2019 20:11 WIB

What's On Today, 9 Desember 2019

Inilah cara asyik menikmati berita.