Senin, 17 Februari 2020
Tinder (NyPost)
14 Februari 2020 15:44 WIB

Lika-liku Online Dating

Bagikan :


Mencari dan bertemu jodoh di era digital saat ini tak cuma lewat cara-cara konvensional. Aplikasi dating dan media sosial membantu para jomlo menemukan jodoh meskipun penuh liku.


Jakarta, era.id - Sudah dua tahun belakangan, Rachel menjomlo dan bertekad untuk mencari pasangan pada tahun ini. Apalagi usianya sudah menginjak usia 26 tahun dan sudah mulai jengah dengan pertanyaan 'kapan kawin?'. Pengusaha kue dan pastry ini akhirnya mengunduh aplikasi kencan Tinder untuk mencari jodoh sesuai saran teman-temannya pada akhir tahun lalu.

Beberapa pekan mencoba Tinder, Rachel rajin swipe kanan, swipe kiri untuk memilah-milah cowok yang masuk dalam kriterianya. Ada sekitar 30 cowok yang match dan berlanjut ke 'sesi' chatting.

Tinder bagaikan katalog yang menampilkan foto dan deskripsi singkat orang-orang dalam jarak tertentu. Pengguna tinggal swipe kanan jika suka dan swipe kiri jika tak suka. Setelah keduanya saling swipe kanan atau match, baru mereka bisa berinteraksi lewat fitur chat

"Ada belasan yang match, tapi ada satu yang enak diajak ngobrol, nyambung, dan seru. Sampai mutusin akhirnya kopdar," katanya kepada era.id, Rabu kemarin.


Baca Juga : Kata Siapa Jomlo Enggak Bisa Rayakan Valentine?

Ia akhirnya bertemu dengan Nino, desainer grafis dari sebuah perusahaan swasta. Setelah kopdar mereka bertukar nomor ponsel dan saling follow media sosial.

Dari tujuan awal mencari jodoh dan membunuh sepi, Rachel melanjutkan hubungannya dengan Nino. Mereka bertemu setiap akhir pekan, hingga akhirnya di pekan keempat memutuskan untuk berpacaran. 

Menurut wanita lulusan S1 Public Relation ini, ia memang punya 'SOP' sendiri untuk online dating. Berawal dari aplikasi, lanjut kopdar, baru tukar nomor ponsel dan saling follow

"Menurut aku, stepnya memang begitu. Aku enggak mau kasih nomor (ponsel) aku sebelum ketemu orangnya dan yakin dulu dia layak enggak aku kasih nomor aku," ucapnya.

Rachel dan Nino langsung menghapus Tinder dari ponselnya setelah resmi berpacaran karena sudah merasa saling cocok. Mereka pun sudah merencanakan ke jenjang yang lebih serius.

Tinder booming pada era 2013-2018, setelahnya, aplikasi yang diluncurkan pada 2012 silam lebih banyak digunakan untuk mencari teman kencan kasual. 


Ilustrasi (Pixabay)

Ada yang menyebutnya one night stand atau cinta satu malam. Fitur unggulan yang berupa pencarian berbasis jarak lewat GPS ponsel ini memungkinkan kencan 'kilat' dan mencari yang terdekat. Ketika pertama diluncurkan pada 2012 oleh sekelompok mahasiswa University of Southern California, Tinder memang dibuat untuk membantu orang yang 'iseng' mencari jodoh.

Bagi Grey (bukan nama sebenarnya) yang sudah dua tahun lebih mencari teman kencan lewat Tagged hingga Tinder, awalnya mengunduh aplikasi kencan untuk iseng. Namun kini, Grey berpaling ke Tinder untuk mencari 'teman tidur'. 

"Chat sama cewek udah ratusan ya. Kalau ketemu udah puluhan dari berbagai daerah. Bandung, Jakarta, Jogja. Buat iseng-iseng berhadiah lah," ujarnya sambil tertawa. 

Pria asal Jakarta ini menilai dulu Tinder pure dipakai untuk mencari pacar. Tapi belakangan, banyak juga pria dan wanita yang menjajakan "cinta". 

"Waktu (tahun) 2018-an sih masih 'bener' sih, tapi kesini-kesini ada yang 'jualan', karena ada juga yang emang nyari. Pernah juga dapat BO (booking out) dari Tinder," jelasnya yang tak pernah pakai nama asli di akun kencan onlinenya.

Menurut pria 31 tahun ini hanya 30 persen kemungkinan mendapat pacar beneran dan serius. "Kalau menurut gue sih kemungkinan cuma 30 persen ya dapet jodoh di Tinder" ucapnya.

Popularitas situs kencan online telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di antara para lajang yang putus asa mencari cinta. lembaga nirlaba Better Business Bureau (BBB) telah mengeluarkan peringatan terhadap situs-situs kencan macam Tinder, Tagged, OkCupid, dan lainnya.

BBB mendesak pengguna 'melek' menggunakan aplikasi kencan online dengan aman dan tetap waspada ketika berinteraksi dengan orang asing secara online.

Aplikasi kencan sangat membantu para introvert, mereka yang takut ditolak, dan mereka yang selalu sibuk dan aktif. Sayangnya, dengan kemudahan aplikasi ini juga muncul risiko ditipu, pencurian identitas, penguntit, pelecehan seksual, penyalahgunaan, dan penipuan lainnya.

Menurut profesor keamanan cyber dari Horry Georgetown Technical College, Stan Greenawalt, mengungkapkan indikasi aplikasi online dating mengumpulkan informasi pengguna dan membagikan kepada pihak ketiga sebagai sumber penghasilan.

"Meskipun aplikasinya mungkin gratis, mereka mungkin menggunakan data yang mereka kumpulkan dan membagikannya kepada pihak ketiga," jelasnya seperti dikutip dari Voiceonline, Jumat (14/2/2020). 

"Mereka mungkin menggunakannya untuk menggaet iklan, tetapi mereka dapat menghasilkan banyak uang dengan mengambil data tentang diri Anda dan membagikannya," tambahnya.

Tahun lalu, BBB menerima setidaknya 1.100 keluhan dari pengguna aplikasi kencan online. Mayoritas berupa tagihan langganan, layanan pelanggan yang buruk, masalah pengembalian uang, dan praktik periklanan dan penjualan data pribadi. 

Greenawalt menyarankan pelanggan aplikasi kencan online untuk membawa teman saat kopdar dan menghindari tempat-tempat privat. "Penting juga untuk memberitahu keluarga atau kerabat tentang lokasi kopdar dan sampai berapa lama kamu ketemuan," ucapnya.

Tapi, kencan online tidak selalu seburuk itu, kok. Penting untuk diingat bahwa aplikasi kencan hanyalah wadah untuk bertemu orang baru. Kalau kamu ingat akan tujuan tersebut, maka kekhawatiran karena kencan online mungkin dapat diatasi. 

"Pada akhirnya, mengejar hubungan romantis bukanlah ilmu pasti. Anda harus mencoba sendiri. Jujurlah pada diri sendiri: tahu apa yang kita mau, tetapkan tujuan, dan selalu ingat untuk mencintai dan melindungi diri sendiri terlebih dahulu," ujar praktisi dari Angsamerah Clinics, Kebon Sirih, Jakarta, Dr Alegra Wolter, Jumat (14/2/2020).
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Adelia Hutasoit
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
16 Februari 2020 18:08 WIB

Bong Joon Ho Akan Dibangunkan Museum di Korsel

Sutradara film Parasite itu juga bakal dibangunkan patung
Lifestyle
16 Februari 2020 17:07 WIB

Aksi Kocak Terry Crews dan Howie Mandel Main TikTok 'Bagaikan Langit'

Semua akan TikTok pada waktunya~
Nasional
16 Februari 2020 15:04 WIB

Anies Tolak Deklarasi Dirinya sebagai Capres 2024

Masih fokus benahi ibu kota
Lifestyle
16 Februari 2020 14:25 WIB

Model Asal Los Angeles Diblokir Tinder Gara-Gara Terlalu Cantik

Kalau begitu, Tinder khusus orang jelek dong hiyahiyahiya~
Internasional
16 Februari 2020 13:49 WIB

Depresi Jalani Sidang KDRT, Presenter Caroline Flack Bunuh Diri

"Caroline tidak tahan membayangkan dirinya menjalani sidang"