Kamis, 23 Januari 2020
Calon presiden Sandiaga Uno (mery/era.id)
24 September 2018 13:20 WIB

KPU Kaji Ulang Usulan Debat Sandiaga Uno

Semua hal terkait debat paslon harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak
Bagikan :


Jakarta, era.id - Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengkaji ulang format debat dan kegiatan seremonial jelang Pemilu 2019.

Menanggapi hal itu, komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi menyebut rumusan penyelenggaraan debat capres-cawapres harus didiskusikan terlebih dahulu ke semua pihak, yakni KPU selaku penyelenggara dan kedua pasangan calon peserta Pemilu Presiden 2019.

"Jadi, tetap kita akan diskusikan, itu masih agak panjang. Semua hal yang terkait debat paslon (pasangan capres-cawapres), harus berdasarkan kesepakatan dua belah pihak," ungkap Pramono di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Pramono menjelaskan, KPU mulanya hanya bersifat menawarkan terkait format debat nantinya. Selebihnya, nanti hal itu akan disampaikan dan dimintai persetujuan dari kedua belah pihak pasangan capres-cawapres.


Baca Juga : Alasan Sandiaga Balik ke Gerindra


Nomor urut peserta Pemilu Presiden 2019. (era.id)

"Tidak boleh salah satu usul, yang lain menolak, lalu dipaksakan, tidak bisa. Harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Format dan lain-lain harus disepakati dua belah pihak. KPU sifatnya menawarkan, kesepakatan harus disetujui dua belah pihak," kata dia.

Sebelumnya, Sandiaga mengusulkan KPU untuk meninjau jumlah debat capres-cawapres di Pilpres 2019 yang menurutnya akan menggelontorkan anggara dengan jumlah banyak.

"Biaya mahal, ekonomi kurang baik, lapangan kerja susah, anggaran kerja pemerintah sekarang terkendala, ngapain tambahin lagi? Kita ingin ada penghematan dan semua kegiatan yang seremonial ke depan mesti kita review ulang," tutur Sandi, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pengalamannya pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Sandi menilai kegiatan debat justru akan menimbulkan provokasi.

Baca Juga : Ini Tugas Ketua HIPMI dan KADIN di Kubu Jokowi

"Saya rasa perlu dievaluasi acara-acara seperti itu. Karena saya melihatnya tak hanya di acara pawai, waktu di DKI juga gitu. Waktu di DKI debat juga gitu saling provokasi. Saya waktu debat malah diganggu oleh para simpatisan yang menghalangi timer," pungkasnya.

Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
22 Januari 2020 21:10 WIB

JKT48 Akhirnya Punya Lagu Sendiri

Lifestyle
22 Januari 2020 20:24 WIB

Main di KKN: di Desa Penari, Tissa Biani Belajar Budaya Jawa

Mulai dari dialek sampai tari
Nasional
22 Januari 2020 20:09 WIB

What's On Today, 22 Januari 2020

Podcast berita terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
22 Januari 2020 19:12 WIB

Kisruh Wyata Guna Bakal Sampai ke Presiden

KSP janji bahas tuntutan difabel netra ke Presiden