Selasa, 20 Agustus 2019
Sisa dari pemasangan baliho caleg di wilayah Jakarta Timur (Wardhany/era.id)
15 April 2019 14:56 WIB

Habis Dipamerin, Spanduk dan Baliho Caleg Jadi Sampah Lingkungan?

Kau yang pasang tapi kau tak mau membersihkan
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tidak ada lagi alat peraga kampanye yang belakangan ini memenuhi pinggiran jalan di Ibu Kota. Ruang publik kini kembali bersih dan tertata setelah spanduk dan baliho para caleg serta atribut partai peserta kampanye dicopot.

Salah satu contohnya di sepanjang jalan kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) yang mengarah ke Jatinegara. Dilihat era.id, sudah enggak ada lagi senyuman dan foto-foto dari para caleg yang berkampanye. Semuanya sudah dibersihkan Satpol PP dan Dinas Kebersihan Jakarta yang sejak kemarin menurunkan semua alat peraga kampanye itu.

Hanya saja yang perlu digarisbawahi, kesadaran para caleg akan tanggung jawabnya melepas APK sangat rendah. Jika mereka semangat memasang spanduk dan baliho selama masa kampanye, di masa tenang ini mereka justru merepotkan pihak lain yang harus mencopot APK dari para caleg yang dipasang di jalanan.

"Pertanyaannya bagaimana tanggung jawab dari mereka (caleg) yangg memasang? Sekarang seakan-akan urusan kebersihan itu jadi urusan Satpol PP. Ibaratnya, mereka yang memulai tapi mereka yang tidak mengakhiri," kata Pengamat Transportasi dan Perkotaan Yayat Supriatna saat dihubungi era.id, Senin (15/4/2019).


Baca Juga : Cerita Mereka yang Pontang-panting Saat Kampanye Jokowi


Ilustrasi :APK caleg (Anto/era.id)

Yayat menyebut, bila alat peraga kampanye yang dipasang oleh caleg maupun partai politik di sepanjang jalan dianggap sebagai sampah visual yang mengganggu tata kota. Maka spanduk dan baliho yang diturunkan malah jadi sampah lingkungan yang sulit untuk dibersihkan. 

Dirinya melihat para caleg dan partai politik yang berlomba-lomba memasang alat peraga kampanye, justru lepas tangan dari tanggung jawabnya untuk membersihkan lingkungan. 

"Mau dibawa ke mana sisa-sisa sampah visual itu? Jadi sampah lingkungan atau mau didaur ulang. Atau dijadikan tenda aja? Jadi apa ide gagasan agar sampah-sampah visual tidak menjadi sampah yang menimbulkan masalah lingkungan, itu kan harus ditanya," ungkap Yayat.

Berangkat pernyataan Yayat soal sampah alat peraga kampanye, era.id mencoba menghubungi beberapa petinggi partai politik mengenai penanganan sampah visual dari spanduk dan baliho pemilu.

Disimpan Lagi

Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan misalnya, menyebut instruksi partainya jelas, setelah atribut parpol dibersihkan bersama Satpol PP maka atribut itu bakal disimpan lagi kantor sekretariatnya.

"Kalau seperti bendera parpol, sudah diinstruksikan, jika masih bisa digunakan lagi akan dilipat dan dibawa ke gudang kantor sekretariat untuk dipergunakan lagi," ungkap Verry.

Sedangkan untuk spanduk maupun baliho yang tidak bisa dipergunakan lagi, maka diinstrusikan untuk dibuang. Namun, Verry bilang sampah APK tidak akan sembarangan dibuang begitu saja. 

"Jadi kita gunakan aturan penanganan limbah yang tidak mudah diuraikan dan ini sudah kita sampaikan kepada semua DPD dan DPC kita," kata Verry.

Meski begitu Verry menyebut kalau sejak awal parpolnya telah menginstruksikan agar para calegnya tidak memasang APK yang berlebihan di ruang publik. Anjuran ini untuk membuktikan partainya tetap peduli dengan lingkungan. 

"PKPI tidak menganjurkan kadernya uuntuk jor-joran memasang spanduk, baliho, dan bendera. Jadi kalau diperhatikan PKPI mungkin termasuk yang sedikit memasang bendera dan lain sebagainya," jelasnya.



Didaur ulang

Komentar yang sama juga disampaikan, Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Hanya saja pria yang akrab disapa Toni itu bilang kalau PSI telah menginstruksikan para kadernya untuk mencopot sendiri baliho dan spanduk yang dipasang jelang masa tenang. 

Enggak cuma itu, Toni bilang kalau PSI mempersilahkan kadernya memanfaatkan kembali baliho yang telah dipasangnya. Apalagi kalau sampah alat peraga kampanye bisa diolah jadi produk yang mempunyai nilai.

"Kalau yang masih bisa dipakai, ya silahkan disimpan nanti dipasang lagi. Tapi, kan bisa juga dimanfaatkan untuk jadi terpal tenda, tutupan warung. Itu kan sudah bukan rangkaian kampanye lagi," ungkap Toni.

"Ada juga yang didaur ulang jadi tas. Ada itu. Saya dengar sih di Yogyakarta dan di Tangerang. Jadi tinggal kreatifitas para caleg saja," tutupnya.
 
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Agustus 2019 21:03 WIB

PDIP Sebut Risma Cocok Maju di Pilgub DKI Jakarta

"Kalau memang rakyat DKI menghendaki kenapa tidak?"
megapolitan
20 Agustus 2019 20:03 WIB

Enam Hari Uji Coba Ganjil-Genap, Kualitas Udara Jakarta Membaik

Kalau begitu lanjutkeun~
Nusantara
20 Agustus 2019 19:15 WIB

VIDEO: Wali Kota Sorong Dilempari Batu

Semoga semua bisa selesai dengan baik
Olahraga
20 Agustus 2019 19:01 WIB

Memprediksi Akhir Liga Inggris dari Kacamata Neville dan Carragher

Terlalu dini? Jelas! Tapi, prediksi ini jelas menarik.
Lifestyle
20 Agustus 2019 18:35 WIB

VIDEO: Menikmati Keindahan Bromo dari Balon Udara

Yuk, cobain naik balon udara di Bromo