Minggu, 21 Oktober 2018
Suasana rapat pemerintah dan DPR terkait pelayanan calon haji (Istimewa)
23 April 2018 04:59 WIB

Pemerintah-DPR Beri Layanan Terbaik untuk Calhaj Indonesia

Mulai dari kesehatan hingga pemondokan dijamin tokcer
Bagikan :


Madinah, era.id - Pemerintah dan DPR sepakat bekerja sama untuk menyiapkan layanan terbaik bagi calon haji (calhaj) Indonesia. Kesepakatan itu muncul setelah Menko PMK Puan Maharani, menggelar pertemuan persiapan penyelenggaraan haji tahun 2018 dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan perwakilan Komisi VIII DPR di Kota Madinah.

"DPR sangat mengapresiasi peran koordinasi yang dilaksanakan Menko PMK untuk memastikan pelayanan kepada calon haji Indonesia berjalan baik. Baru kali ini dalam sejarah dilaksanakan pertemuan koordinasi lengkap melibatkan unsur pemerintah dan DPR. Ini hal monumental," kata Wakil Ketua Komisi VIII Marwan Dasapong dalam pernyataan yang diterima era.id, Minggu (22/4/2018).

Ditambahkannya, ada beberapa hal yang disoroti DPR untuk dilakukan perbaikan ke depannya. Di antaranya, terkait urusan pelayanan kesehatan, pemondokan yang diharapkan secara berkelanjutan tetap berada di sekitar Markaziah, pemanfaatan GPS untuk meminimalkan jemaah haji yang tersesat, fasilitas AC di tenda saat wukuf di Arofah mengingat musim haji tahun 2018 ini cuaca diperkirakan sangat panas, dan saat di Mina agar calon haji Indonesia diatur lebih baik dan tidak melebihi kapasitas.

Menjawab perhatian dari DPR itu, Menteri Agama Lukman mengatakan, masalah AC di Arofah terkendala karena keterbatasan suplai listrik. Solusinya, disiasati deengan penggunaan kipas angin berspringkel. 
Menteri Agama sekaligus mengapresiasi DPR Komisi VIII yang telah memberikan persetujuan BPIH lebih awal sehingga Kementerian Agama memiliki waktu cukup untuk mengatur persiapan penyelenggaraan ibadah haji. 


Baca Juga : Taiwan Tawarkan Kuota Haji untuk Indonesia


Suasana rapat pemerintah dan DPR terkait pelayanan calon haji (Istimewa)

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan NIla mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan Kementerian Agama,  terutama dalam peningkatan layanan kesehatan dan mewaspadai cuaca panas yang dapat mengakibatkan heat stroke pada jemaah. 

Monev Penyelenggaraan Haji ini merupakan kedua kalinya Menko PMK mengadakan rakor bersama Menteri Agama dan Menteri Kesehatan di Arab Saudi. Pada rakor tahun lalu menunjukan hasil yang positif ditandai dengan meningkatnya indeks kepuasan pelayanan haji. 

Baca Juga : Keppres Diteken, Ini Biaya Haji Tahun 2018

Menteri Puan mengapresiasi berbagai masukan Komisi VIII DPR dan menyampaikan, menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah dan DPR untuk memastikan pelaksanaan haji dari tahun ketahun semakin baik. 

Di akhir pertemuan, Menteri Puan mengapresiasi seluruh pihak yang secara bergotong royong menyiapkan pelaksanaan ibadah haji 2018. Dia mengajak seluruh pihak berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya para calon jemaah haji Indonesia. 

"Mari kita bergotong royong memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jemaah haji. Tunjukkan bahwa Pemerintah hadir untuk melayani, sekaligus kita tingkatkan capaian indeks kepuasan jemaah haji yang selama 3 tahun terakhir terus meningkat," kata Menteri Puan.
Bagikan :

Reporter : Indra Akuntono
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
21 Oktober 2018 10:07 WIB

Alhamdulilah, Pecah Juga 'Telur' Salah

Dalam laga lawan Huddersfield Town, salah akhiri paceklik gol di empat laga berturut
Lifestyle
21 Oktober 2018 09:34 WIB

Zayn Malik Luncurkan Single Kelima

Album kedua tinggal menghitung hari
Lifestyle
21 Oktober 2018 09:09 WIB

Putra Jokowi Beli Rumah Laudya Chintya Bella?

Simak info lengkapnya!
Nasional
21 Oktober 2018 07:35 WIB

Masa Ada Azab Bagi Penghina Cebong dan Kampret?

Judul dan ilustrasi di atas hanyalah fiktif dan kreasi liar tim kreatif
 
Lifestyle
21 Oktober 2018 07:14 WIB

Indah Pada Waktunya Ala Galabby Thahira 

Ini dia single kedua dari penyanyi jazz dengan gaya penampilan panggung triple threat