Rabu, 12 Desember 2018
Menristek Dikti Mohamad Nasir (istimewa)
16 Februari 2018 13:08 WIB

Menristek: Diploma IV Sama dengan Sarjana

Lulusan politeknik diharapkan jadi 'pemain tengah'
Bagikan :


Jakarta, era.id - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan politeknik dan vokasi di Indonesia. Dia berharap, lulusan politeknik dan vokasi dapat berkontribusi sebagai sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing tinggi.

“Saya berharap lulusan politeknik menjadi ‘pemain tengah’ dalam penyiapan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing tinggi,” kata Menristekdikti saat memberikan sambutan dalam kunjungannya ke Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar Kamis (15/2/2018).

Nasir menyoroti pandangan sejumlah instansi dan dunia usaha yang masih beranggapan lulusan pendidikan Politeknik Diploma IV tidak setara dengan sarjana akademik. Dari anggapan tersebut, lulusan Diploma IV sering kesulitan mendapat pekerjaan.

Oleh karenanya, Kemenristek Dikti mengirim surat kepada berbagai instansi, baik Instansi pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), maupun pihak swasta, yang menyatakan lulusan Diploma IV setara dengan lulusan sarjana akademik.


Baca Juga : Mendikbud: Siswa Tak Perlu Lagi Mendaftar Masuk Sekolah


Menristek Dikti Mohamad Nasir di Politeknik Negeri Ujung Pandang. (istimewa)

Saat ini, kata Nasir, Kemenristek Dikti fokus merevitalisasi ploiteknik, mulai dari revitalisasi kurikulum, penguatan kapasitas, dan kapabilitas dosen, sampai kompetensi mahasiswa.

Dalam hal kurikulum, Kemenristek Dikti merancang skema 3-2-1. Artinya, tiga semester di kampus, dua semester di industri, dan satu semester di kampus atau industri untuk menyelesaikan tugas akhir. Harapannya, dengan skema ini akan lahir lulusan dengan kompetensi dan daya saing tinggi.

Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dosen politeknik, Kemenristek Dikti telah menyiapkan program beasiswa bernama retooling kompetensi vokasi. Program ini akan memberikan bantuan pembiayaan dosen politeknik untuk mendapat sertifikasi kompetensi, baik di dalam maupun luar negeri.


Menristek Dikti Mohamad Nasir di Politeknik Negeri Ujung Pandang. (istimewa)

Tak hanya dosen yang bersertifikasi kompetensi, Menristekdikti juga menekankan supaya setiap mahasiswa lulusan politeknik punya sertifikat kompetensi.

”Harapan saya, semua lulusan politeknik memiliki sertifikat kompetensi, ke depan dunia kerja tidak hanya akan melihat ijazah saja, namun lebih mengutamakan kompetensi apa yang dimiliki,” ujar Nasir.

Dalam kunjungannya ke Politeknik Negeri Ujung Pandang, turut hadir mendampingi Menristek Dikti, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang Hamzah Yusuf, Rektor Universitas Negeri Makassar Husain Syam, dan Koordinator Kopertis Wilayah IX Jasruddin.

 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Fitria Chusna Farisa
Editor : Nanda Febrianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Review
12 Desember 2018 08:49 WIB

Berapa Harga ROG Phone di Indonesia?

Harganya mencapai belasaan juta
Lifestyle
12 Desember 2018 07:46 WIB

VIDEO: One Direction Bakal Reuni Besar

Ada kemungkinan mereka reuni saat liburan Natal
Lifestyle
12 Desember 2018 07:05 WIB

Instagram Saring Komentar Otomatis dalam Bahasa Indonesia

Bye bye bully dan hate speech~~
Lifestyle
12 Desember 2018 06:27 WIB

Samsung Kembangkan Jaringan 5G untuk Mobil Terhubung

Kerja sama ini dilakukan dengan Otoritas Keselamatan Transportasi Korea (KOTSA)
Lifestyle
11 Desember 2018 21:21 WIB

Kenapa Harus Iklan Blackpink?

Haruskan muncul petisi, atau hanya sekedar nasihat yang tak diinginkan warganet?