Senin, 14 Oktober 2019
Ilustrasi (Pixabay)
07 Oktober 2019 12:21 WIB

Peneliti Kembangkan Game untuk Diagnosa Gangguan Mental

Diharapkan bisa menjadi opsi sebagai alat diagnosa kondisi jiwa pasien
Bagikan :


Jakarta, era.id - Para peneliti di Australia sedang mengembangkan permainan komputer yang diklaim mampu mendiagnosa penyakit mental seseorang. Penelitian ini melibatkan CSIR, badan pemerintah federal Australia, yang fokus pada penelitian ilmiah dan spesialis digital dari badan sains nasional Australia.

Mengutip laman resmi CSIRO, permainan komputer yang dikembangkan itu nantinya akan bisa membantu psikiater dan dokter lain untuk mendiagnosa pasien. Gim itu bisa memperlihatkan karakteristik gangguan mental seseorang, bahkan orang dengan gangguan mental yang kompleks.

Para peneliti menggabungkan teknik kecerdasan buatan ke dalam sebuah permainan sederhana. Kecerdasan buatan itulah yang akan mengidentifikasi pola perilaku subjek dengan gangguan depresi dan gangguan bipolar.

Penelitian ini melibatkan 101 peserta. 34 di antaranya orang yang mengalami depresi, 33 bipolar, dan 34 tanpa keduanya. Permainan itu melacak perilaku mereka dari respons yang mereka berikan atas pilihan-pilihan dalam gim.


Baca Juga : Cara Truecaller Ungkap Nomor Anonim di WAG 'Anak STM'

Baca Juga : Menyadarkan Penderita ODGJ Lewat Terapi Kerja 

Kompleksitas data yang terkumpul, nantinya dianalisa oleh kecerdasan buatan. Sistem kecerdasan buatan itu mampu membedakan periaku setiap individu pemain. Orang pengidap gangguan depresi, bipolar, atau orang yang tidak mengalami keduanya, bakal mendapat hasil berbeda.


Ilustrasi (Pixabay)

Dr Amir Dezfouli --penulis utama penelitian ini-- merupakan seorang ahli Neurosains atau ilmu saraf di CSIRO. Ia mengatakan, penelitian ini akan mengawali langkah perubahan ilmu psikiatri komputasi. "Sekarang 69 persen pasien bipolar awalnya salah didiagnosis, dan sekitar sepertiga dari pasien ini mungkin tetap salah didiagnosis selama 10 tahun atau lebih," kata Dr Dezfouli.

“Jika kita dapat memahami cara kerja otak, kita dapat mengembangkan proses diagnosis yang lebih akurat dan perawatan yang lebih efektif untuk orang dengan gangguan kesehatan mental," lanjutnya.

Saat ini, dokter di seluruh dunia mengutamakan diagnosa manual dan klasifikasi penyakit internasional. Dengan penelitian yang dilakukan CSIRO, Desfouli berharap dokter-dokter bakal mendapatkan pertimbangan tambahan dalam menangani pasien.

"Permainan komputer tidak seperti penilaian kesehatan mental tradisional. Dengan permainan ini, nanti hasilnya dapat langsung mencerminkan proses otak yang terpengaruh gangguan, karena individu merespons rangsangan daripada pertanyaan langsung tentang kondisi mental mereka," katanya.

Para peneliti itu saat ini tengah mencari rumah sakit dan pusat penelitian kesehatan mental untuk bermitra. Tujuannya, untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Bagikan :
Topik :

Reporter : May Rahmadi
Editor : May Rahmadi
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
14 Oktober 2019 13:11 WIB

Mereka yang Tergerak Usai Jepang Dihabisi Topan Hagibis

Hats off to all volunteers!
Lifestyle
14 Oktober 2019 13:03 WIB

Melihat Gaya Alay Lora Fadil dan 3 Istrinya Main Tik Tok

Jangan bilang habis ini mau jadi YouTuber ya Mas
megapolitan
14 Oktober 2019 12:41 WIB

Hari Ini, Pengamanan di Sekitar Kompleks Parlemen Menurun

Tapi jalanan di depan kompleks parlemen, ditutup
Lifestyle
14 Oktober 2019 12:27 WIB

Mengenal Somantri Ahmad, Bapak-bapak dengan Lawakan yang Khas

Lawakannya sempat viral di sejumlah media sosial
Internasional
14 Oktober 2019 12:05 WIB

Mal di Hong Kong Jadi Arena Bentrokan Aparat Vs Demonstran

Orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka