Senin, 27 Januari 2020
Ilustrasi (Holger Langmaier dari Pixabay )
08 Desember 2019 19:22 WIB

Mengapa Mahasiswa Mudah Depresi dan Rentan Bunuh Diri?

Mari simak penjelasannya lewat artikel ini
Bagikan :


Bandung, era.id – Ada masalah serius yang dihadapi kalangan mahasiswa atau generasi muda di Indonesia, yaitu depresi dan bunuh diri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Banyak faktor yang menjadi pemicunya, mulai keluarga, pekerjaan atau tugas, hubungan pertemanan (termasuk pacaran), dan masalah terkait lingkungan sosial lainnya.

Kerentanan depresi di kalangan generasi muda itu terungkap dalam acara 'Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Mempertahankan Kesehatan Mental dan Pencegahan Bunuh Diri' di Melinda Hospital, Bandung, Sabtu (7/11/2019). Acara ini diikuti banyak mahasiswa, dengan narasumber psikolog, dan psikiater.

Tim psikiater Melinda Hospital telah melakukan riset dasar terhadap 441 mahasiswa. Hasilnya, 24 orang pernah mencoba atau masih berpikir untuk melakukan bunuh diri. Penelitian ini dilakukan tahun 2019 dengan sampel mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Bandung.

Sementara data kunjungan ke klinik psikiatri Melinda Hospital juga menunjukkan angka signifikan, yakni 741 mahasiswa per bulan atau rata-rata 30 orang per hari. Mereka datang dalam kondisi kejiwaan yang beragam, mulai sebatas konseling biasa, stres, depresi, hingga punya ide melakukan bunuh diri.


Baca Juga : Cara Meditasi Mandiri di Rumah Agar Bebas Stres

“Dari jumlah itu, yang murni karena memiliki ide bunuh diri sebanyak 14-24 orang. Kunjungan depresinya hampir 80 orang mahasiswa. Itu angkanya di Melinda Hospital doang,” kata salah satu peneliti, Elvine Gunawan, dr SpKJ, didampingi Teddy Hidayat dr, Sp.KJ (K), dan Shelly Iskandar, dr., SpKJ., SoAkp., Msi., PhD.


Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Mempertahankan Kesehatan Mental dan Pencegahan Bunuh Diri. (Iman Herdiana/Era.id)

Teddy Hidayat bilang, kasus depresi dan bunuh diri meningkat secara global, bukan hanya di Indonesia. Ia menyebut di dunia terjadi 800 ribu orang meninggal dunia karena bunuh diri per tahunnya. Di Indonesia diperkirakan jumlah bunuh diri mencapai 10 ribu orang per tahun.

“Jadi setiap satu jam ada orang yang meninggal karena bunuh diri. Kami mendapatkan angka bunuh diri di masyarakat Indonesia tinggi sekali,” kata Teddy.

Ia menjelaskan, 80 persen bunuh diri disebabkan gangguan jiwa terutama depresi. Penyebab depresi sendiri ada dalam aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, pekerjaan, keluarga, dan lain-lain. “Tapi menurut saya yang paling penting adalah keluarga. Faktor di keluarga seringkali menjadi pencetus untuk kejadian bunuh diri,” terang spesialis kejiwaan yang aktiv mendampingi pasien ketergantungan narkoba ini.

Tingginya ancaman depresi di kalangan mahasiswa itu menjadi latar belakang digelarnya 'Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Mempertahankan Kesehatan Mental dan Pencegahan Bunuh Diri'. Acara ini sengaja menyasar mahasiswa. Alasannya, selain sebagai kelompok yang rentan, masalah kesehatan mental mahasiswa juga dinilai belum mendapat perhatian serius baik dari pemerintah maupun kampus.

Padahal mahasiswa adalah generasi penerus yang merupakan calon pemimpin bangsa. “Jadi kalau mereka ada masalah kesehatan jiwanya itu akan sangat merugikan kita semua,” tandasnya.

Selain itu, masalah layanan kesehatan mental juga belum dicover BPJS. Sehingga banyak orang yang memiliki gangguan jiwa namun enggan memeriksakan diri karena harus berbayar, selain masih kentalnya stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Bagi mahasiswa yang membutuhkan layanan konsultasi kejiwaan, Melinda Hospital siap membantu secara cuma-cuma. Program layanan gratis ini sasarannya mahasiswa yang secara ekonomi membutuhkan pertolongan.

“Permasalahannya kasus bunuh diri tidak diganti atau dicover oleh bpjs. Maka kami di sini selain melayani juga memberi fasilitas untuk para mahasiswa mulai dari yang tidak mampu, sama sekali ga punya baya silakan datang,” katanya.
Bagikan :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
26 Januari 2020 21:13 WIB

Naga Lyla 'Hijrah' ke Ada Band

Keputusan ini sudah dipikirkan sejak setahun lalu
Lifestyle
26 Januari 2020 19:33 WIB

Rizky Nazar Resmi Jadi GatotKaca

GatotKaca akan memulai tahap produksinya pada bulan April 2020
Lifestyle
26 Januari 2020 18:08 WIB

VIDEO: Yang Muda yang Menjaga Tradisi Tato Mentawai

Kami mencoba langsung membuat tato dengan metode hand tapping
Lifestyle
26 Januari 2020 17:19 WIB

Tren Mobil Diesel Masih Berumur Panjang

"Diesel tidak akan hilang"
megapolitan
26 Januari 2020 15:27 WIB

Akhirnya Warga Jakarta Punya Wagub!

Hore, Anies enggak jomblo lagi~