Senin, 20 Agustus 2018
Ilustrasi (Rahmad/era.id)
15 Mei 2018 14:04 WIB

Peringatan 20 Tahun Reformasi: Iwan Fals Mengkritik

Suara rakyat terwakili oleh karya-karyanya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Iwan Fals adalah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Lewat lirik, ia berceloteh tentang pinggiran Ibu Kota dan menyuarakan kegeraman rakyat terhadap pemerintah. 

Terlahir dengan nama Virgiawan Listanto di Jakarta, 3 September 1961, masa kecil Iwan Fals lebih banyak dihabiskan di Bandung dan di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. 

Jejak rekam kariernya sudah tergurat sejak usia 13 tahun, ketika ia mengamen di seputaran Bandung hingga akhirnya dipercaya menjadi gitaris dalam paduan suara di SMP-nya. 

Seperti kisah perjuangan para musisi lainnya, Iwan Fals pun mengadu nasib di Jakarta menerima pinangan seorang produser pada 1975. Saat itu, ia bahkan rela menjual motornya untuk membayar biaya mastering rekaman album pertamanya.


Baca Juga : Tommy Soeharto Mungkin Lupa dengan Reformasi 1998

Penggarapan album ini dibantu beberapa rekannya yang tergabung dalam grup Amburadul; Totot Gunarto, Helmi Bahfen dan Bambang Bule. Namun nahas, album yang juga diberi tajuk Amburadul ini gagal di pasaran dan membuat Iwan Fals kembali ke jalanan, mengais rezeki sebagai pengamen hingga kelahiran anak keduanya Annisa Cikal Rambu Bassae pada 1985. 

Iwan Fals tetap mengamen hingga kelahiran Cikal meski pada 1981 sudah melahirkan album Sarjana Muda (Musica Studio) yang sukses mengantarkannya ke panggung acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI beberapa tahun kemudian. Iwan Fals mulai dikenal banyak orang, tapi tetap tidak bisa seketika menghilangkan naluri mengamennya.

Lewat lirik, Iwan Fals kuat mengkritik, dengan lantang ia mengangkat isu sosial yang dekat dengan masyarakat. Dengan cara ini, dengan mudah ia mengambil hati para pendengarnya.

Cerita atau celoteh warung kopi dan peliknya Ibu Kota ia jadikan lagu. Sentuhan satire dari tiap liriknya, membuat lagu-lagunya kian bernyawa. Ia pun rajin menyuarakan geramnya masyarakat Indonesia kepada rezim Orde Baru yang berkuasa kala itu.

Namun kritik mengalir deras bak pintu air katulampa yang dibuka mengaliri kali Ciliwung hingga ke Jakarta. Ciri khas lagu 'jalanan' yang menyuarakan keadilan dan kesenjangan sosial, membuat Iwan Fals melahirkan salah satu lagu berjudul Mbak Tini pada 1984.

Dalam acara penggalangan dana di Gedung Olahraga Pekanbaru, Riau, kala itu, lagu balada yang menceritakan tentang seorang pelacur yang membuka warung kopi di pinggir jalan dan mempunyai suami  seorang supir truk bernama Soeharto itu ia nyanyikan. Sontak, kroni-kroni penguasa pun bereaksi.

Atas tuduhan menghina Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto, Iwan Fals pun digelandang ke Korem 031 untuk menjalani interogasi selama 12 hari. Beruntung, Danrem 031 Kolonel Sutjipto tidak menemukan bukti jika lagu itu mengganggu stabilitas nasional. 

Tapi tidak selesai sampai di situ. Kasusnya dilanjutkan ke Markas Laksus (Pelaksana Tugas Khusus) di Jakarta Pusat dan Iwan Fals diwajibkan lapor selama dua bulan. Belum lagi sabotase berupa pemadaman listrik di tengah konser atau pembubaran dan pembatalan jadwal konsernya.

Selain Mbak Tini, beberapa lagu Iwan Fals lainnya juga berkategori 'terlarang' dan  gagal dipasarkan lantaran perusahaan rekaman takut dibredel. Meski sempat diputar di Radio 8 EH, namun radio itu akhirnya dibredel. 

Iwan Fals mengakui, situasi yang terjadi di era Orde Baru membuatnya terinspirasi untuk membuat lagu kritikan terhadap rezim tersebut. Lagu fenomenal yang ia ciptakan di antaranya adalah Oemar Bakrie, Wakil Rakyat, Serdadu, Bento, Bongkar, dan Tikus Kantor. 

Ancaman demi ancaman datang. Tapi tidak membuat Iwan Fals berhenti menyanyikan lagu-lagu 'perjuangan' itu. Inilah yang membuat masyarakat jatuh cinta kepadanya, karena suara rakyat terwakili oleh karya-karyanya.


Infografis (Rahmad/era.id)
Bagikan :

Reporter : Taufan Zasya
Editor : Riki Noviana
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
20 Agustus 2018 12:46 WIB

Tak Datang ke Bawaslu, Andi Arief ada di Bali

Dia siap hadir kalau pemeriksaannya dijadwal ulang
Nasional
20 Agustus 2018 12:42 WIB

Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Masih Rahasia

Serius, nih? Pendaftaran tim kampanye tinggal satu jam lagi, lho!
Nasional
20 Agustus 2018 12:06 WIB

Ada Komunikasi Tak Sampai di Internal Prabowo-Sandiaga

Karena Prabowo berpesan jangan kritik Asian Games, eh malah ada yang ngkritik
Ekonomi
20 Agustus 2018 11:31 WIB

Pidato Ketua MPR Dikuliti Habis Sri Mulyani

44 persen utang, ada andil pemerintahan sebelumnya dan Zulkifli ada di kabinet  …
Peristiwa
20 Agustus 2018 10:21 WIB

Bawaslu Panggil Andi Arief Kasus Mahar Sandiaga

Dalam kasus ini ada tiga orang yang diperiksa hari ini, salah satunya Andi Arief