Rabu, 03 Juni 2020
03 April 2020 10:03 WIB

Korsel Terapkan Sistem Tahun Kelahiran untuk Pembelian Masker

Bisa dicontoh buat Indonesia!
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pemerintah Korea Selatan saat ini menerapkan sistem unik bagi para pembeli masker medis di tengah pandemi COVID-19. Penerapan sistem tersebut ialah berdasarkan tahun kelahiran, sehingga tidak menimbulkan antrean yang panjang bagi para pembeli.

Seoul menetapkan sistem antrean berdasarkan tahun kelahiran bagi siapa saja warga yang ingin membeli masker pelindung. Peraturan ini ditetapkan seiring sulit dan langkanya stok masker pelindung tersebut.

Sebagai contoh,bagi mereka yang lahir pada tahun berakhiran angka satu dan enam dapat membeli masker di hari Senin; dua dan tujuh pada hari Selasa; tiga dan delapan pada hari Rabu; empat dan sembilan di hari Kamis; serta lima dan nol pada hari Jumat.

“(Apoteker) mengatakan kepada saya untuk datang pada hari Rabu sejak tahun kelahiran saya berakhir di delapan. Anak saya mengatakan kepada saya untuk tidak meninggalkan rumah karena berbahaya, jadi tidak nyaman jika saya harus datang lagi,” kata seorang warga perempuan berusia 70-an seperti dikutip dari Korea Herald. 


Baca Juga : Kemen PPPA Tegaskan New Normal di Satuan Pendidikan Harus Utamakan Anak

Pada masa awal kebijakan diberlakukan, banyak warga yang mengaku kesulitan dan kebingungan dengan sistem baru tersebut. Bahkan tak jarang warga yang sudah lama mengantre terpaksa tidak mendapatkan masker karena datang di hari yang salah. 

“Saya punya tiga anak yang angka kelahiran terakhirnya berbeda. Ini berarti bahwa saya harus mengunjungi apotek pada tiga hari yang berbeda. Akan lebih baik jika saya dapat membelinya sekaligus,” kata seorang pria berusia 30-an. 

Pihak apotek mengklaim bahwa pasokan masker saat ini memiliki stok hingga 250 masker setiap harinya di tiap apotek. Mereka akan mulai menjual masker dari pukul 8 pagi. 

“Sekitar 10 hingga 20 persen pelanggan harus pergi dengan tangan kosong sejak mereka datang pada hari yang salah. Sebagian besar dari mereka adalah lansia," kata seorang apoteker di Bangsal Seodaemun Seoul.

Kendati demikian, pihak Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-Obatan mengatakan bahwa pemerintah telah memasok sedikitnya 7 juta masker kepada publik, termasuk 5,6 juta yang telah didistribusikan kepada pihak apotek. 

Pasokan itu pun kemudian dibagi kembali ke beberapa tempat, di antaranya 500 ribu dikirim ke Daegu dan Gyeongsang Utara, 593 ribu didistribusikan kepada fasilitas medis, dan sisanya dibagikan lewat supermarket dan kantor pos yang dikelola dan diawasi oleh koperasi pertanian. 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Nurul Tryani
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU