Jumat, 22 November 2019
King Gizzard & the Lizard Wizard (Instagram/@kinggizzard)
22 Oktober 2019 21:14 WIB

King Gizzard & the Lizard Wizard Siap Entak Jakarta

Kolektif Ibu Kota Studiorama jadi yang paling bertanggung jawab soal ini!
Bagikan :


Jakarta, era.id - Unit psikedelik rock asal Australia, King Gizzard & the Lizard Wizard segera mentas di Jakarta. Kolektif musik Ibu Kota, Studiorama jadi pihak yang paling berjasa soal ini. Gelaran festival musik musiman mereka, Ornaments jadi panggung untuk band superproduktif ini.

Melalui akun Instagram resmi Ornaments, pengumuman itu disampaikan. Selain King Gizzard & the Lizard Wizard, trio jazz asal Kanada, BADBADNOTGOOD, duo elektrik asal Inggris, These New Puritans serta DJ asal Kanada, Project Pablo ada di daftar penampil.

Tidak hanya itu, nama-nama DJ asal Asia Timur juga mendominasi line-up Ornaments. Deretan nama itu adalah Hyph11e, Tzusing, Scintii, dan Meuko! Meuko!. Para DJ ini banyak berputar di genre elektronik.

Deretan musisi lokal juga tak luput dari gelaran yang bakal dihelat di Kuningan City Ballroom, Jakarta pada 15 November mendatang. Mereka adalah BAP., Gabber Modus Operandi, Jacatra Audio Sistema, Horse Planet Police Department, dan False Neutral.


Baca Juga : Maggots, Bersiaplah Menyambut Kedatangan Slipknot

Ornaments masih menjanjikan sejumlah nama lain yang akan turut serta menjadi barisan pengisi acara mereka. Melalui acara ini, Studiorama ingin menjanjikan sebuah sajian panggung musik yang mencakup semua genre.

Setelah tiket pre-sale yang sudah sold out, kalian bisa membeli tiket Ornaments secara regular dengan harga Rp500 ribu. Harga yang cocok untuk menikmati seluruh line-up. Kalian bisa mengunjungi halaman ini untuk pembelian secara langsung. Tunggu apa lagi!


Super produktif

King Gizzard & the Lizard Wizard terbukti gila, kok. Coba saja, apa yang lebih gila dari merilis lima album dalam satu tahun? Ambisi itu diwujudkan KGATLW pada tahun 2017.

Semburan karya-karya itu dibuka lewat Flying Microtonal Banana, yang kemudian disusul oleh album-album lain yang dirilis pada tahun sama: Murder of the Universe, Sketches of Brunswick East, Polygonwanaland, serta Gumboot Soup.

Dan bukan sembarang rilis. Setiap album dalam semburan karya KGATLW terasa selalu segar. Setiap album membawa nuansa dan tema berbeda.


Baca Juga : Produktivitas King Gizzard the Lizard Wizard Berlanjut lewat Organ Farmer


Coba saja, pada Flying Microtonal Banana, Stu dan gangnya mengusung nuansa musik Timur Tengah, dengan permainan sitar yang begitu kuat. Berbeda lagi dengan Murder of the Universe yang terasa lebih gelap.

Album-album selanjutnya pun begitu. KGATLW memang jagoan. Sebuah bakat alami dari Negeri Kanguru.

Bagikan :
Topik :

Reporter : Tarida Angelina
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi
Ekonomi
22 November 2019 18:35 WIB

Misi Utama Ahok di Pertamina: Dobrak Impor Migas

Impor minyak membengkak terus