Jumat, 10 Juli 2020
Ilustrasi (Twitter @Afropages)
14 Oktober 2019 12:05 WIB

Mal di Hong Kong Jadi Arena Bentrokan Aparat Vs Demonstran

Orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka
Bagikan :


Hong Kong, era.id - Bentrokan kembali pecah di Hong Kong, Minggu (13/10). Pengunjuk rasa pro-demokrasi dan polisi terlibat gesekan di sejumlah tempat di kota itu. Salah satunya di pusat perbelanjaan, di antara kerumunan orang yang sedang berbelanja pada saat makan siang.

Beberapa aksi unjuk rasa di pusat perbelanjaan semula berjalan damai pada tengah hari, dengan sejumlah orang meneriakkan slogan-slogan "Hong Kong Bebas", tetapi kemudian para pegiat yang berpakaian hitam merusak toko-toko dan stasiun-stasiun metro dan mendirikan penghalang di jalan-jalan sekitar kota itu.

Polisi menangkap sejumlah orang dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa, dengan menyatakan mereka menggunakan "kekuatan minimum". Gambar-gambar yang disiarkan televisi memperlihatkan orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka ketika polisi beraksi di sebuah mal.
 

Para pemerotes remaja, banyak yang memakai masker wajah untuk melindungi identitas. Keberadaan mereka juga didukung orang-orang yang berbelanja, demikian seperti dikutip Antara, Senin (14/10/2019).

Di satu mal sekelompok polisi, yang dilengkapi pelindung dan senjata penyemprot merica, dipaksa mundur oleh orang-orang yang berbelanja hingga mereka keluar mal itu.


Baca Juga : Cerita Jurnalis di China: Dikarantina Paksa karena Berita

Dalam insiden lain, sekitar 50 orang yang berbelanja di sebuah mal menghadapi polisi anti huru-hara, dengan meneriakkan "mafia polisi Hong Kong". Orang-orang yang berbelanja bersorak ketika polisi keluar.


Infografik (Twitter @aantonop)

Polisi Hong Kong, yang pernah dikesankan sebagai terpuji di Asia, telah dituduh menggunakan kekuatan berlebihan dalam menangani aksi-aksi unjuk rasa. Orang-orang Hong Kong juga dikabarkan tak lagi menaruh hormat dan percaya kepada mereka.

Pendemo Hong Kong naikan patung "Lady Liberty"

Demonstran pro-demokrasi Hong Kong memanjat pegunungan batu bernama puncak Lion Rock di kota itu, pada Minggu (10/13) waktu setempat. Mereka menaikkan patung besar yang mereka sebut "Lady Liberty". Aksi itu adalah salah satu rangkaian unjuk rasa anti-pemerintah.

Pada patung tersebut dipasang spanduk hitam bertuliskan "Revolution of our time, liberate Hong Kong" (Revolusi Saat Ini, Bebaskan Hong Kong). Tulisan itu bisa terlihat dari kota di bawahnya.

Patung Lady Liberty merepresentasikan seorang demonstran perempuan yang terluka di bagian mata. Para demonstran meyakini, luka itu akibat tembakan proyektil peluru polisi.

Seorang demonstran berharap, patung itu akan menginspirasi orang-orang Hong Kong untuk terus berjuang. "Kami katakan kepada warga Hong Kong bahwa kita tidak boleh menyerah. Semua masalah ini akan dapat diselesaikan dengan keteguhan dan kerja keras semua masyarakat untuk mencapai tujuan kita," kata dia kepada Reuters, seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga : Apple Hapus Aplikasi yang Disalahgunakan Pedemo Hong Kong

Patung setinggi tiga meter tersebut mengenakan masker gas, helm, dan kacamata pelindung itu. Para demonstran membawa Lady Liberty ke puncak Lion Rock di ketinggian 500 meter pada Minggu tengah malam sebelumnya. Saat itu, cuaca sedang hujan badai.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Noor Pratiwi
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU