Rabu, 08 Juli 2020
22 Oktober 2019 13:03 WIB

Semiotika Kemeja Putih yang Dipakai Calon Pembantu Jokowi

Pengamat mode coba menerjemahkan makna tersirat dari kemeja putih ala Jokowi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sejak kemarin, orang dengan setelan kemeja putih dan celana hitam silih berganti memasuki Istana Negara Jakarta. Tercatat lebih dari 15 tokoh yang bergantian menghadap Presiden Jokowi, di antaranya Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, dan Erick Thohir. Kecuali Kapolri Tito Karnavin yang datang dengan baju dinasnya.

Pemandangan yang sama juga terjadi pada hari ini, Selasa (22/10/2019) di Istana Negara. Bedanya, wajah-wajah yang tak nampak kemarin, muncul pada hari ini. Mereka adalah Sri Mulyani, Siti Nurbaya, dan Syahrul Yasin Limpo. Semuanya kompak mengenakan kemeja putih dan celana hitam.



Keluar masuknya orang berkemeja putih ke Istana Negara adalah bagian dari proses perekrutan menteri di Kabinet Kerja Jilid II Joko Widodo. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih menggunakan simbol yang sama seperti lima tahun lalu.


Baca Juga : Ancaman Pemecatan yang Jadi Hantu Kabinet Indonesia Maju

Pada masa awal kepemimpinannya di 2014, Jokowi juga meminta para menterinya menggunakan kemeja putih dan celana hitam. Dia kemudian memperkenalkan mereka, tepatnya pada 26 Oktober 2014, kepada publik.

Penulis dan pengamat mode Denny Gusri, waktu itu, menilai Jokowi hendak menyamakan semangat kerja yang diusungnya. Tanda itu Jokowi tujukan pada menteri-menterinya dan kepada publik.



"Saya suka dengan cara Pak Jokowi melakukan ini. Dengan dress code putih hitam, sangat jelas dari caranya Jokowi memilih busana ini demi menyelaraskan semangat kerja yang ingin diusungnya. Apalagi dengan kemeja yang digulung, itu menandakan siap kerja," kata Denny Gusri sehari setelah Jokowi mengumumkan Kabinet Kerja Jilid I, tepatnya pada Senin (27/10/201414), seperti dilansir dari tempo.co.

Menurut Denny, Jokowi hendak menyampaikan pesan tersirat bahwa kabinetnya siap kerja. Masyarakat akan memahaminya seperti itu.

Sebenarnya, dress code tersebut sempat menjadi bahan ledekan bagi sebagian orang. Ada yang bilang, kemeja putih dengan celana hitam mirip mahasiswa yang sedang PKL atau praktik kerja lapangan. Namun, menurut Denny, pandangan itu hanya muncul dari orang yang tidak menyukai Jokowi.

Baca Juga : VIDEO: Jelang Pengumuman Kabinet, Kemeja Putih Dibawa Masuk… 

"Anggapan itu hanya untuk mereka yang kurang suka dengan Jokowi," kata Denny.

Kemeja putih telah menjadi identitas Joko Widodo sejak terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2014. Jokowi konsisten menjadikan pakaian tersebut sebagai identitasnya.


Sejumlah tokoh yang diundang ke Istana Negara. (Foto: Kantor Staf Presiden)

Dilansir okezone.com, Ketua Tim Cakra 19 Andi Widjajanto mengatakan warna putih di kemeja Jokowi itu punya filosofi netral dan bersih. Sedangkan baju kemeja merupakan simbol kebaruan dan kerja keras. Sekadar informasi, Tim Cakra 19 adalah kelompok relawan pendukung Jokowi.

"Identitas putih itu telah menjadi identitasnya Pak Jokowi sejak awal pemerintahan. Karena kalau di kampanye 2014 itu pakai kotak-kotak, lalu ketika sudah memenangkan Pilpres, Pak Jokowi sudah beralih menjadi kemeja putih untuk warna kerjanya," ujar Ketua Tim Cakra 19, Andi Widjajanto kepada wartawan, Sabtu (30/3/2019).
Bagikan :

Reporter : May Rahmadi
Editor : May Rahmadi
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
08 Juli 2020 17:05 WIB

Jude Law Ikuti Jejak Dustin Hoffman sebagai Kapten Hook

Film klasik Disney Peter Pan bakal kembali digarap ke versi live-action
Nasional
08 Juli 2020 16:37 WIB

Update COVID-19 Hari Ini: 68.079 Kasus Positif COVID-19 di 34 Provinsi

Bertambah 1.853 kasus baru
 
Nasional
08 Juli 2020 15:53 WIB

Menanti Campur Tangan Pemerintah dalam Bisnis Tes COVID-19

Sudah dipatok harganya, tinggal diawasi
ide
08 Juli 2020 15:45 WIB

5 Sepeda Penting dalam Sejarah Gowes

Eyang buyutnya brompton