Senin, 27 Januari 2020
Video Mapping di Katedral (Gabriella Thesa/era.id)
29 Oktober 2019 12:21 WIB

Gelora Sumpah Pemuda Lewat Video Mapping di Katedral

Pesan perdamaian dari Katedral dan Istiqlal
Bagikan :


Jakarta, era.id - Bangunan Gereja Katedral yang biasanya terkesan klasik, selama tiga hari mulai dari 26 Oktober hingga 28 Oktober kemarin terlihat berbeda. Dalam rangka menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda, pengurus gereja Katedral sengaja menampilkan teknik multimedia video mapping yang membuat tampilan bangunan berarsitektur neo gothic itu menjadi kerlap kerlip bermandikan cahaya.

Tak hanya itu saja, lanskap gereja juga menampilkan wajah-wajah pendiri bangsa seperti Soekarno, Muhammad Hatta, dan Boedi Oetomo. Video mapping yang mengambil tema 'Hai Pemuda Pemudi Indonesia' itu adalah satu dari beberapa rangkaian acara yang dipersembahkan pengurus Katedral guna memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini.

Alvin Antono, CEO PT Argo Visual sebagai operator video mapping di Gereja Katedral Jakarta mengatakan konsep video mapping ini sudah digagas cukup lama namun baru bisa terealisasi tahun ini.

"Semangatnya ya ini momen Sumpah Pemuda, apalagi akhir-akhir ini perbedaan semakin tajam padahal pilpres sudah selesai. Jadi kita ingin ingatkan lagi untuk jaga persatuan," ungkap Alvin saat ditemui usai acara di Gereja Katedral Jakarta, Senin (28/10/2019).


Baca Juga : Sumpah Pemuda Zaman Now

Ia mengaku video mapping berdurasi 15 menit ini dirancang oleh Yogyakarta Visual Mapping Production. Hasilnya tak mengecewakan, ilusi optik pada bangunan depan gereja mampu menampilkan pertunjukan cahaya yang ciamik.

Pesan perdamain Kardinal dan Imam Besar Masjid Istiqlal

Tak hanya sekadar ikut merayakan momen sumpah pemuda saja, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan di tengah-tengah berbagai macam keprihatinan atas berbagai perpecahan belakangan ini, merayakan sumpah pemuda ke-91 diharapkan bisa menumbuhkan harapan akan persatuan di antara anak bangsa.

"Kita semua tahu, sumpah pemuda bersama-sama dengan Hari Kebangkitan Nasional tahun 1908 dan bersama-sama dengan dimaklumatkannya Pancasila menjadi landasan negara kita adalah tonggak-tonggak sejarah yang sangat menentukan bagi bangsa yang kita cintai ini," ujar Kardinal Ignatius Suharyo dalam sambutannya.

Ia mengatakan, acara ini diadakan untuk merawat ingatan bersama saat sumpah pemuda dikumandangan oleh para pemuda dari seluruh Indonesia.


Video Mapping di Katedral (Gabriella Thesa/era.id)

Kardinal Ignatius Suharyo menyebut dengan merawat ingatan bersama secara kreatif, maka akan tumbuh di dalam rasa cinta akan tanah air dan menjadi kekuatan bersama yang besar untuk terus mempererat persaudaraan dari segala tantangan bangsa.

"Dengan merawat ingatan bersama secara kreatif, kita akan bertumbuh ke dalam kerelaan bersama-sama memikul tanggung jawab sejarah. Kita ingin merdeka, kita ingin bersatu, kita ingin berdaulat, hidup adil dan makmur. Tuhan memberkati kita semua," tambahnya.

Sementara Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar mengimbau generasi muda untuk menangkap semangat yang sangat dahsyat yang pernah ditancapkan oleh para anak muda saat sumpah pemuda dikumandangkan. Ia berharap peristiwa sejarah yang akhirnya mampu menyatukan bangsa Indonesia dari Sabang samapai Merauke bisa terus dirawat dan diulang oleh generasi muda saat ini.

"Masih banyak lahan untuk kita melakukan pengabdian seperti para pendahulu kita," ujar Nasaruddin dalam tayangan video karena berhalangan hadir.

Nasaruddin mengatakan dengan semangat sumpah pemuda ini diharapakan orang muda Indonesia bisa menjadikan tanah air semakin kokoh dan tangguh ke depannya.

"Mari kita menciptakan bangsa Indonesia yang sangat kuat, apapun agamanya, apapun entiknya apa pun jenis kelaminnya, mari kita bahu-membahu sebagai warga negara Indonesia untuk mengangkat martabat ke-Indonesiaan sehingga dapat memiliki daya saing internasional dan inysaallah akan berjaya di masa datang," tuturnya.
 
Bagikan :

Reporter : Gabriella Thesa Widiari
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
26 Januari 2020 21:13 WIB

Naga Lyla 'Hijrah' ke Ada Band

Keputusan ini sudah dipikirkan sejak setahun lalu
Lifestyle
26 Januari 2020 19:33 WIB

Rizky Nazar Resmi Jadi GatotKaca

GatotKaca akan memulai tahap produksinya pada bulan April 2020
Lifestyle
26 Januari 2020 18:08 WIB

VIDEO: Yang Muda yang Menjaga Tradisi Tato Mentawai

Kami mencoba langsung membuat tato dengan metode hand tapping
Lifestyle
26 Januari 2020 17:19 WIB

Tren Mobil Diesel Masih Berumur Panjang

"Diesel tidak akan hilang"
megapolitan
26 Januari 2020 15:27 WIB

Akhirnya Warga Jakarta Punya Wagub!

Hore, Anies enggak jomblo lagi~