Selasa, 19 Februari 2019
Ilustrasi (Pixabay)
24 Agustus 2018 20:45 WIB

Pukulan Misvanul Andri Lunturkan Kesaktian Stiker TNI

Dari Misvanul, kita belajar gak ada gunanya gegayaan pakai stiker TNI di mobil
Bagikan :


Jakarta, era.id - Aksi hebat dan kuat Misvanul Andri, bapak-bapak yang diduga memukul RA, bocah SMP umur 14 tahun di Jalan Tol Jagorawi mengantarnya ke tahanan Polda Metro Jaya. Polisi bilang, Misvanul dijerat Pasal 351 KUHP juncto Pasal 76 C juncto Pasal 50 Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

Padahal, dalam video yang viral di media sosial, Misvanul tampak begitu perkasa setelah diduga membuat hidung RA berlinang darah. Dan stiker TNI yang dipasang Misvanul di pelat mobilnya, nyatanya enggak bisa membuat dia kebal hukum dan bebas melakukan apa saja di jalanan. Sayang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta bilang, Misvanul telah mengakui perbuatannya. Misvanul juga bilang, dia terbawa emosi ketika melakukan kekerasan itu. "Sudah ditahan," kata Nico di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Jumat (24/8/2018).

Misvanul telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik, kata Nico, telah mengantongi dua alat bukti berupa hasil visum, keterangan korban, saksi pelapor, petugas tol serta Misvanul sendiri. Dengan begitu, proses hukum kini telah ditingkatkan, dari penyelidikan ke penyidikan.


Baca Juga : Ternyata Ada Untungnya #UninstallBukalapak

Kejadian bermula ketika RA dan ibunya menumpangi mobil yang dikemudikan kakak RA, Reza. Lalu, sesampainya di Tol Jagorawi, Reza terlibat insiden dengan sebuah mobil Captiva bernomor polisi B 1207 TGZ berstiker TNI yang dikemudikan Misvanul.

Misvanul kesal ketika mobil Reza yang berada di depannya mengerem mendadak. Misvanul meminta Reza untuk menepi. Saat keluar mobil, Misvanul, kata Reza langsung mencekiknya sembari memaki. Namun, entah bagaimana bermula, kemarahan Misvanul justru disalurkan lewat pukulan ke hidung RA, adik Reza.
 

Mobil sipil dan stiker TNI

Reza yang melihat peristiwa pemukulan yang menyebabkan pendarahan di hidung RA itu kemudian merekam sisa-sisa peristiwa penganiayaan. Video rekaman itu kemudian menyebar dan memancing kemarahan netizen.

Kebanyakan dari netizen mengecam pemukulan yang dilakukan Misvanul. Sebagian lagi menyuarakan kebencian terhadap arogansi Misvanul yang bertingkah dengan sekepal otot dan selembar stiker TNI di pelat mobilnya. Tentu saja, formulasi apa lagi yang paling mudah memancing kemarahan massa selain aparat dan arogansi.

Eh, tapi usut punya usut, ternyata Misvanul bukan seorang aparat. Hansip pun bukan. Apalagi polisi atau TNI. Menurut Sujadi, Ketua RT di lingkungan rumah Misvanul, pria berambut cepak itu bekerja di Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), bukan di Mabes TNI apalagi dinas di KRI Dewa Ruci.

Tapi, sebenarnya bagaimana sih hukumnya seorang sipil petantang-petenteng pakai stiker TNI di kendaraan pribadinya?

Jika mengacu UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Nomor 5 Tahun 2012, enggak ada rincian spesifik yang mengatur persoalan ini. Paling-paling, ketentuan yang diatur dalam Pasal 68 Ayat 3 UULLAJ yang menyebut bahwa TNKB memuat kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku.

Atau di Ayat 4 misalnya: TNKB harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan. Dalam Peraturan Kapolri pun sama. Persoalan ini nyatanya enggak diatur secara spesifik, kecuali dalil pada Peraturan Kapolri Nomor 5 Pasal 30 yang menyebut bahwa "TNKB dibuat dari bahan yang  mempunyai unsur-unsur pengaman sesuai spesifikasi teknis. Unsur-unsur pengaman berupa logo lantas dan pengaman lain yang berfungsi sebagai penjamin legalitas TNKB. 

Meski begitu, Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, pihaknya akan menindak tegas siapa pun warga sipil yang menggunakan atribut militer. Jangankan yang petantang-petenteng yang sekadar menempel stiker pun bakal ditindak, ceunah. “Kita akan langsung copot dan tindak apabila ditemukan di jalan,” ujar Budiyanto seperti kami kutip dari Kompas, Kamis (23/8).

Budiyanto menjelaskan, ketentuan soal pemasangan logo atau pun atribut instansi tertentu bukannya enggak diatur sama sekali. Katanya, polisi telah mengatur hal tersebut dalam standar TNKB. Kata Budiyanto, dalam salah satu butirnya, standar TNKB telah mengatur larangan menempel stiker/logo/lambang kesatuan/instansi yang terbuat dari plastik/logam/kuningan pada kendaraan pribadi, seolah-olah pejabat.

Nah, siapa nih yang masih pakai stiker TNI atau polisi di kendaraan pribadinya? Mending mulai dicopot-copotin, deh. Sorry nih, cing. Enggak ngaruh apa-apa tuh stiker. Keren enggak, norak iya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 13:09 WIB

Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang

Jadi totalnya 81 orang, miris~
Nasional
19 Februari 2019 13:06 WIB

DPR Ragu Selesaikan Prolegnas di Masa Akhir Jabatan

Jadi...kibarin bendera putih, nih?
Peristiwa
19 Februari 2019 12:14 WIB

Tamu Undangan Debat Kedua Capres Kebanyakan

Ganggu konsentrasi ceunah
Nusantara
19 Februari 2019 12:13 WIB

Kelompok Difabel di Bandung Keluhkan Aksesibilitas di Rumah Ibadah

Hanya dua rumah ibadah di Bandung yang ramah disabilitas
Kuliner
19 Februari 2019 11:41 WIB

VIDEO: Tiga Makanan Khas Cap Go Meh

Ada tiga makanan yang bisa dijumpai saat perayaan ini, mau tahu? Simak videonya
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City

19 Februari 2019 09:36 WIB

Vettel Tercepat di Tes Pramusim Pertama