Senin, 22 Juli 2019
Punya mobil tapi enggak ada garasi, malu ah (Wardhany Tsa Tsia/era.id)
04 Juli 2019 20:00 WIB

Masalah yang Mungkin Muncul kalau Raperda Garasi Depok Disahkan

'Rumahnya sudah sempit, masa iya harus dibongkar lagi?'
Bagikan :
Depok, era.id - Yefta cuma bisa pasrah di depan rumahnya. 30 menit waktunya terbuang begitu saja. Menanti empunya --entah siapa orangnya-- supaya bisa memindahkan mobil yang bikin dia tak bisa keluar dari gang rumah.

Akhirnya orang yang ditunggu datang juga. Yang sial, orang itu bukanlah warga Jalan Krakatau Raya, Depok, tempat dia tinggal selama tiga tahun terakhir ini. Tak bisa menahan kesal, Yefta memarahi sopir tersebut karena memarkir mobilnya sembarangan.

Sebenarnya jalan perumahan dia ini bisa kok dilalui dua mobil, meski pas-pasan. Cuma kalau mau memarkir mobil, ya harus mepet ke tembok. Jadi, kalau tamu atau pendatang, hampir pasti tak bakal tahu trik itu.

Depok, sebagai kota satelit Jakarta, memang dijamuri perumahan. Kota ini jadi pilihan buat warga yang tak kuasa membeli rumah di Jakarta dan pinggirannya. Mereka memang tak sanggup membeli rumah yang harganya terus melonjak. Tapi urusan mobil, eits, lain hal. Sayangnya, banyak warga yang punya mobil tapi tak punya garasi. Dan memarkir di depan rumah, jadi solusi terakhir.

Fenomena ini ditangkap Pemkot Depok. Tak heran, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mewajibkan pemilik kendaraan roda empat punya garasi terus dimatangkan. Dan banyak juga warga Depok yang mendukung peraturan itu. Toh meski bagus, Raperda ini bukannya tak bakal menimbulkan masalah baru.

Juki (52), Sekretaris RT 01 Perumnas Depok Tengah II ini menilai, kalau Raperda ini disahkan, mau tak mau warga harus membongkar rumahnya untuk membuat garasi. Padahal, luas rumah di Perumnas enggak terlalu besar. Seperti rumahnya, luasnya hanya sekitar 100 meter persegi. 

"Ini rumah enggak terlalu lebar kan, kalau rumah saya sih enggak dihabisin semua buat bangunan. Depan masih ada teras. Bisa kalau dipaksain buat satu mobil," kata Juki saat ditemui era.id di rumahnya, Kamis (4/7/2019).


Juki (52), Sekretaris RT 01 Perumnas Depok Tengah II (Wardhany Tsa Tsia/era.id)

"Biarpun rumah dibongkar, tapi kan jalanannya tetap sempit. Orang ambil haluan mobil aja susah kan buat belok," kilahnya.

Memang jika dilihat, untuk ukuran mobil minibus yang banyak digunakan, jalan yang ada di depan rumahnya sudah sempit. Untuk berbelok masuk ke dalam rumahnya pun, dibutuhkan haluan yang cukup luas. Kalaupun dipaksa, si pengendara harus maju mundur beberapa kali untuk berhasil memarkirkan mobil di dalam garasi.

Enggak cuma itu. Juki menilai, kalau rumahnya harus ditambah garasi mobil lagi, maka terasnya yang biasanya dijadikan tempat bersantai, bakal hilang. Alhasil, rumahnya makin sempit. 

"Jadi kalau saya sih, ogah sebenarnya. Mendingan bayar sewa lapangan saja deh di depan," ujarnya.

Juki termasuk yang beruntung sebenarnya. Sebab, rumahnya masih bisa dipaksakan dibongkar kalau Raperda Garasi ini benar disahkan nantinya. Tapi, bagaimana dengan rumah yang luasnya memang pas-pasan?



Apalagi, kebanyakan rumah di kawasan Perumnas ini dibangun oleh pemiliknya hingga menghabiskan luas tanah yang ada. Jadi pintu rumahnya hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari pagar.

Sehingga, kalau Raperda ini benar disahkan nantinya, dia berharap, Pemkot Depok benar-benar memperhatikan kebutuhan lapangan parkir yang ada di perumahan kecil seperti di Perumnas ini. "Saya dukung Raperda ini tapi kalau rumah dibongkar, ya susah juga ya. Enakan parkir di lapangan," ujarnya.

Sementara di perumahan lain di sekitar Jalan Dadap Raya, Iwan (50) yang merupakan wirausahawan mengaku enggak masalah juga dengan Raperda ini. Dia hanya ingin agar tetangganya enggak lagi parkir sembarangan di jalan raya yang merupakan fasilitas umum.

Tapi, dia skeptis jika Raperda Garasi ini bisa bikin tetangganya punya garasi buat memarkir kendaraan. Berkaca dari rumahnya, kata Iwan, tanah di perumahannya memang tidak terlalu besar. "Susah sih kayaknya, soalnya tempatnya terbatas kan ya apalagi di perumahan tapi kita tunggu sosialisasinya saja deh," tutupnya.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 Juli 2019 17:24 WIB

VIDEO: SPG Cantik Jualan Hewan Qurban

Kalau yang jaga begini sih rela lama-lama di kandang sapi mblo~
Lifestyle
22 Juli 2019 17:24 WIB

Matt Groening Singgung Sekuel The Simpsons Movie di Comic-Con

Sang pencipta bersuara soal karya epiknya
Nasional
22 Juli 2019 16:30 WIB

PDIP Tolak Rencana Super Holding Bentukan Rini Soemarno

"Mereka yang berpikir membentuk super holding, harus belajar dari krisis ekonomi di AS"
Lifestyle
22 Juli 2019 16:18 WIB

Moskow Merayakan Konser Ed Sheeran Lewat Sebuah Patung

Sebuah perayaan...
Lifestyle
22 Juli 2019 15:34 WIB

Mengenal Pengkor yang Diperankan Bront Palarae dalam Gundala

Kemunculan Pengkor dalam trailer Gundala jadi petunjuk penting kelanjutan jagat Bumilangit