Jumat, 03 Juli 2020
Tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. (Tangkapan Layar Facebook @FlashNews.id)
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sudah sejak September lalu, tiga Warga Negara Indonesia (WNI) disandera kelompok Abu Sayyaf. Saat ini, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha guna menanggapi rekaman video yang diunggah di media sosial akhir pekan lalu, yang berisi permintaan uang tebusan.

"Tiga orang dalam video tersebut terkonfirmasi sebagai tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf sejak September 2019," kata Judha, seperti dikutip Antara, Jumat (22/11/2019).




Baca Juga : Waspadai Kelas Online Radikalisme via Zoom

Dalam video berdurasi 43 detik tersebut, ketiga WNI yakni Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27), dan Samiun Maneu (27) meminta pemerintah membantu pembebasan mereka.

"Kami bekerja di Malaysia. Kami ditangkap Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019. Kami harap bos kami bantu kami untuk bebaskan kami," kata Samiun menggunakan bahasa Indonesia dalam video tersebut.

Ia juga menyebut bahwa kelompok Abu Sayyaf meminta 30 juta peso atau sekitar Rp8 miliar sebagai uang tebusan.

Media Malaysia, The Star, melaporkan bahwa kelompok Abu Sayyaf menangkap Maharudin, Farhan, dan Samiun ketika ketiganya sedang melaut dan memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah.

Sekitar pukul 23.58 waktu setempat, dua kapal kecil merapat dari bagian buritan dan tujuh orang bersenjata menaiki kapal tersebut. Perairan itu memang dikenal rawan pembajakan dan penyanderaan oleh kelompok bersenjata dari selatan Filipina seperti Abu Sayyaf.

Komisaris Kepolisian Negara Bagian Sabah, Datuk Omar Mammah, mengatakan berdasarkan informasi yang didapat dari otoritas Filipina, sang penculik telah meminta tebusan serupa kepada pihak keluarga beberapa hari setelah penyanderaan terjadi. Meski begitu, Omar enggan mengatakan jumlah tebusan yang diminta penyandera.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nusantara
03 Juli 2020 17:26 WIB

Benarkah Rasio Tes PCR di Jawa Barat Setara di Jerman?

Jerman 300.000 tes per minggu, Jawa Barat?
 
megapolitan
03 Juli 2020 17:20 WIB

Pelaku Intip Payudara di Starbucks Mengaku Suka Korban

Polisi imbau korban melapor
 
Wisata
03 Juli 2020 17:10 WIB

VIDEO: Nemu Sampah di Jepang, Ternyata Kelakuan Warga +62

Ada-ada saja kelakuan warga +62
Nasional
03 Juli 2020 16:49 WIB

99 Daerah Kini Jadi Zona Hijau COVID-19

33 daerah tak ada penambahan kasus