Selasa, 07 April 2020
Agung Hapsah dalam acara Young On Top National Conference di Jakarta. (Twitter @YoungOnTop)
06 April 2019 18:30 WIB

Tips Jadi Youtuber Sukses ala Agung Hapsah

Anti-ngeprank dan pamer-pamer kemewahan pokoknya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Zaman sekarang, banyak kreator konten YouTube berlomba-lomba mencari subscriber atau jumlah penayangan dalam setiap kontennya. Tapi sebenarnya masih ada segelintir kreator konten atau yang Youtuber, justru berlawanan dengan arus itu. 

Kita munculkan nama Agung Hapsah. Mungkin sudah banyak yang tahu atau jangan-jangan masih ada yang belum tahu siapa Agung Hapsah. Youtuber muda ini sukses bikin konten video yang berkelas dan enggak receh. 

Kamu enggak bakal menemukan video ngerjain orang (prank), pamer kemewahan, atau video blog yang dibuat ala kadarnya. Kamu juga enggak bakal menemukan teknik pengambilan gambar asal-asalan dan editan ala kadarnya dari karya remaja asal Makassar ini. 

Coba lihat, dari 53 video yang diunggahnya, Agung sudah menarik hampir 82 juta penonton. Diakui Agung, tujuan dirinya membuat konten di YouTube bukanlah mengejar popularitas atau meraup banyak jumlah subscriber.


Baca Juga : VIDEO: Deretan Konten Ria Ricis yang Kontroversial

Berminat jadi YouTuber sekeren Agung? Kamu harus simak apa kata dia dalam acara "Young On Top National Conference" yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Selatan. 


Agung Hapsah dalam acara Young On Top National Conference di Jakarta. (Twitter @YoungOnTop)

"Kalau kamu mau jadi youtuber untuk jadi terkenal, kamu berada di tempat yang salah. Kalau tujuannya mencari angka, ya silakan, tapi itu hanya sementara. Menurutku, yang akan hidup selamanya itu videonya, bukan angka (subscriber atau penonton)," kata Agung pada Sabtu (6/4/2019).

Jadi, kata Agung, kalau niat bikin video yang berkualitas, pertama, jangan punya maksud biar kamu terkenal.  Kalau sepakat, Agung beri tahu cara jadi kreator konten YouTube untuk pemula. Kualitas kamera dan pencahayaan memang itu jadi modal awal membuat video. Tapi, itu hanya kulit. 

Pertama kali mau bikin video, saran Agung, kamu harus nyari referensi video yang kamu ingin membuatnya seperti itu. Dari referensi itu, terapkan metode amati, tiru, dan modifikasi. 

"Masalahnya, orang mau mulai tapi bingung harus ngapain karena mereka enggak ada referensi dari awal. Saranku, mau jadi penulis, harus baca buku. Mau bikin film bagus, nonton dulu film bagus. Kalau mau bikin vlog, ya udah tonton vlog yang bagus," ucapnya. 
 

Sudah mencari referensi, ya sudah, tinggal dibikin kontennya. Sekarang kan sudah serba digital, enggak kayak 20 tahun lalu. Dulu kita mau bikin konten, baik film, atau masuk tv, itu susah karena mesti lewatin beberapa level birokrasi. Sekarang lebih gampang, kita bisa bikin video pake hp sendiri, kita upload sendiri.

"Zaman sekarang teknologi sudah meratakan, peluang semua orang lebih terbuka untuk berkarya. Kalau kita sudah punya advantage sebesar itu sekarang, sadar bahwa apapun yang dibutuhkan untuk membuat konten, apapun lebih mudah didapatkan. Mau belajar tinggal liat Google. Tidak ada alasan berarti yang bisa menghambat kamu untuk tidak bisa lebih bagus dari sebelumnya,"

"Sebenarnya, konten apapun yang berkualitas itu konten yang memiliki nilai, apakah konten itu bisa membuat kamu tertawa, nangis, atau belajar sesuatu. Asal kamu bisa belajar sesuatu dari konten itu, menurutku itu berkualitas," tutur Agung. 

Alasan dan motivasi Agung berkarya

Sebenarnya apa sih alasan Agung membuat konten video ke Youtube? Agung menjelaskan alasan uniknya, ia hanya ingin namanya dikenang meskipun sudah meninggal. Kalau kata Chairil Anwar, "aku ingin hidup seribu tahun lagi". 

"Dengan aksi aksi yang aku lakukan, itu bisa menyelamatkan nama meskipun sudah meninggal. Ini akan selalu ada walaupun aku sudah meninggal. Aku mau sebisa mungkin hidup selamanya dalam artian diingat oleh orang meskipun aku sudah meninggal," ucap dia. 

Lalu, motivasi Agung dalam berkarya, bukan keluarga, bukan harta, bukan juga wanita. Ia bilang, motivasi Agung tetap membuat konten berkualitas adalah sebuah kegagalan. 
 

"Motivator yang bagus menurut aku adalah kegagalan. Kalau kamu gagal, maka kamu akan belajar dari kesalahan dan memperbaikinya," katanya. 

Pada akhirnya, jika nanti video yng kamu ingin buat memang sebagus itu, pasti nanti akan diapresiasi. Kalau kamu dapat komen jelek, jangan bebal. Agung meminta agar bedakan hate dan kritik. Kalau banyak yang bilang videonya buruk, mungkin videonya buruk. Maka, kamu harus dengarkan dan memperbaiki kesalahan.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
07 April 2020 21:10 WIB

What's On Today, 7 April 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Lifestyle
07 April 2020 21:01 WIB

Kiat Sukses Sinetron Ramadan Tahun 90an

Jadi pengen kembali ke masa-masa itu, saat korona belum menyerang
megapolitan
07 April 2020 20:35 WIB

Manfaat dari Penerapan PSBB di Jakarta

Kurangnya kerumunan orang
megapolitan
07 April 2020 20:01 WIB

Siap-Siap, Polisi 'Razia' Suhu Tubuh di Jalanan

Pakai drone mendeteksi suhu tubuh
Kuliner
07 April 2020 19:09 WIB

Khasiat Sayur Lodeh yang Ternyata Bisa Obati Kanker

Beruntunglah kalian pecinta sayur lodeh~