Sabtu, 25 Januari 2020
Kegiatan living funerals di Korea Selatan. (Foto: Dailymail)
07 November 2019 18:41 WIB

Pura-Pura Mati Demi Tetap Hidup di Korea Selatan

Kalian akan merasakan sensasi kematian agar lebih menghargai hidup
Bagikan :


Jakarta, era.id - World Health Organization (WHO) mencatat, Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Tahun ini, Negeri Gingseng itu mendapat peringkat ke-4 setelah Lituania, Rusia, dan Guyana. 

Bunuh diri di Korea Selatan paling banyak dilakukan oleh orang tua dan anak muda. Ada faktor yang mendasari hal ini. Di Korea Selatan, seorang anak diharapkan untuk merawat orang tua mereka ketika mereka menjadi lansia. Agar tidak menjadi beban bagi anak, orang tua sering kali memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Anak muda di Korea Selatan juga mengalami hal yang tak kalah menyedihkan. Sering kali, mereka dituntut untuk mencapai nilai akademis yang bagus. Karena itu, ketika mereka merasa tidak puas dengan hasil dan takut mengecewakan orang tua, mereka memilih untuk bunuh diri agar tidak menjadi beban.

Untuk menghentikan fenomena ini, pemerintah Korea Selatan terus berusaha meningkatkan panduan kesehatan mental. Gunanya agar masyarakat berani menyuarakan apa yang mereka rasakan. Jembatan Mapo, yang biasa dijadikan tempat mengakhiri hidup juga dipasangkan penanda seperti tanda semangat untuk orang-orang yang melewati jembatan tersebut.


Baca Juga : CL Hengkang dari YG Entertainment


Jembatan Mapo di Korea Selatan. (Yujin Ko/Pixabay) 

Tidak hanya pemerintah, perusahaan perkantoran dan sekolah juga mencoba berbagai usaha agar mengurangi angka bunuh diri yaitu dengan belajar mengapresiasi hidup. Ada banyak cara untuk mengapresiasi, tetapi yang dibuat kali ini berbeda. Masuk ke peti mati adalah satu siasat sebuah perusahaan. Kegiatan ini disebut living funerals.

Bagaimana cara kerja living funerals ini? Di sebuah ruangan, para peserta masuk memakai jubah putih lalu duduk di depan meja dan menulis surat terakhir untuk orang yang mereka cintai. Kemudian, mereka masuk ke dalam peti mati yang diatur terbuka dan memeluk foto untuk peti mereka.

Setelah masuk dan berbaring di dalam peti mati, seorang laki-laki memakai pakaian serba hitam dengan topi hitam datang menutup peti tersebut. Ia biasa disebut malaikat kematian. Selama di dalam peti, mereka akan membayangkan apa yang mereka lalui sepanjang hidup mereka.

Sama seperti perusahaan, sekolah-sekolah di Korea Selatan melakukan hal yang sama. Disebut sebagai program "Death Experience", sekolah menunjukkan bagaimana rasanya ketika mati. Setelah merasakan pengalaman tersebut untuk 10 menit, kemudian peserta akan bangun. Kepala program itu kemudian berkata, "Anda telah melihat seperti apa kematian. Anda hidup, dan Anda harus berjuang!" dikutip dari Elite Readers.

Hal ini dibuat agar peserta bisa memahami bahwa sebuah masalah juga bagian dari hidup. Hidup ini perlu diapresiasi agar kita bisa menjalaninya dengan baik. Dan pengalaman ini juga bisa mengubah cara perspektif seseorang, salah satunya Cho Yong Tae.
 

Dilansir dari BBC, pengalaman ini menyadarkan bahwa Ia harus memulai sebuah cara hidup yang baru. "Saya sadar, saya melakukan banyak kesalahan. Saya berharap lebih passionate dalam pekerjaan yang saya lakukan dan meluangkan waktu bersama keluarga."

Jeong Yong-Mun, pengelola Hyowon Healing Center merasa pengalaman ini diperlukan agar peserta bisa mengatasi masalah mereka yang menjadi bagian kehidupan. Kata dia, sebagai manusia, kita perlu belajar menerima sebuah keadaan tetapi tidak tinggal diam begitu saja. Di samping itu, Healing Center juga mengajarkan untuk membiasakan tertawa bersama orang terdekat. Hal itu membantu perasaan menjadi rileks. Memberi semangat kepada satu sama lain juga menjadi cara mengapresiasi hidup. 

Bagaimana? Apakah Anda tertarik mencoba pengalaman ini?
Bagikan :
Topik :

Reporter : Tarida Angelina
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
25 Januari 2020 09:18 WIB

Ada Virus Korona, Bagaimana Nasib Pekerja China di Indonesia?

Tenaga kerja China banyak di proyek kereta cepat
Lifestyle
25 Januari 2020 08:28 WIB

VIDEO: Asal Usul Tahun Baru Imlek yang Perlu Kamu Tahu

Gong Xi Fa Chai
Nasional
24 Januari 2020 20:32 WIB

What's On Today, 24 Januari 2020

Podcast berita terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Lifestyle
24 Januari 2020 20:05 WIB

DJ Wilda Ngaku Jadi Calon Ibu Tiri Gempi, Pansos atau Fakta?

DJ Wilda mengaku miliki hubungan spesial dengan Gading Marten
Nasional
24 Januari 2020 19:42 WIB

Cuma Urusan Harun Masiku, Kemenkumham Harus Bentuk Tim Khusus

Cuma persoalan Harun ada dimana