Senin, 16 Desember 2019
Panggung penampilan di Setu Babakan (Leo/era.id)
21 Juni 2018 09:16 WIB

Dilema Panggung Penampilan Setu Babakan

Setelah lokasinya dipindahkan, pengunjung berkurang
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pagi di Kampung Betawi, Srengseng Sawah, Jagarkarsa, puluhan pedagang berjejer rapi menjajakan jualannya di tepi Setu Babakan.

Mayoritas para pedagang menjual makanan dan minuman khas Betawi. Gerobak pedagang berada di sebelah kanan jalan, sementara tempat lesehan untuk makan tepat berada di sebelah kiri menghadap danau. Sehingga, para pengunjung dapat menyantap hidangan sambil menikmati semilir angin danau.

Liburan panjang Lebaran menjadi momen para pedagang untuk mengais rezeki lebih. Penjual dodol betawi Halimah misalnya, dia mengaku selama liburan Lebaran bisa membuat dodol hingga tiga kenceng (wadah besar untuk tempat dodol diaduk) per hari. Satu kenceng dapat menghasilkan lebih dari 100 mangkok. Dan satu mangkok dijual dengan harga Rp30 ribu. Dengan kata lain, penghasilan kotor Halimah sehari mencapai Rp9 juta.

"Dari jam enam sudah ngaduk, capeknya bukan main. Soalnya ini kalau enggak diaduk berkerak. Jam 12 habis satu kenceng, jam 3 habis lagi, sama sore," kata Halimah kepada era.id, Rabu (20/6/2018), yang juga mengaku Lebaran kali ini jumlah pengunjung lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. 


Baca Juga : Catat! Ada 20 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020


Halimah, penjual dodol betawi (Leo/era.id)

Pedagang lain yang mengaku memperoleh untung selama liburan Lebaran ini adalah Yuyun, penjual pernak-pernik dan oleh-oleh Betawi. Dalam sehari Yuyun mendapatkan keuntungan hingga dua kali lipat dari hari biasanya. Tapi lagi-lagi, diakuinya jumlah pengunjung berkurang sehingga pendapatannya pun tidak sebanyak tahun lalu.

Menurut Yuyun, penyebab sedikitnya pengunjung yang datang karena kurangnya hiburan di Setu Babakan saat ini dan perpindahan panggung dari zona B atau Embrio menuju zona A yang lokasinya berada di bagian depan kawasan Setu Babakan.

"Tahun sekarang hiburannya belum seperti musik Betawi, sekarang baru ondel-ondel keliling. Selain itu sekarang panggungnya di atas, bukan di belakang lagi," kata Yuyun.
 
Terakhir, keluhan juga disuarakan pedagang minuman segar, Rahma yang mengatakan keramaian Setu Babakan hanya terjadi pada Sabtu dan Minggu. Padahal, saat ada panggung, keramaian Setu Babakan terjadi tiap hari.

"Karena kontraknya habis makanya (panggung) dipindahin ke dalam. Dulu orang bisa setiap hari datang ke panggung. Kalau sekarang yang datang cuma Sabtu-Minggu aja sejak di zona A," ujarnya.


Salah satu lokasi di Setu Babakan (Leo/era.id)

Hal tersebut dibenarkan Kepala Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPK PBB) Rofiqoh Mustafa. Tapi selain karena kontrak panggung sudah habis, adanya peraturan yang menyebut aset Pemprov DKI tidak boleh berdiri di atas tanah bukan milik pemprov DKI menjadi penyebab lain yang membuat panggung tersebut dipindahkan.

Seperti diketahui, panggung tempat digelarnya berbagai penampilan itu awalnya beridi di atas tanah sewaan milik warga. Pihak UPK PBB sempat berunding untuk membeli lahan tersebut namun tak kunjung menemui kesepakatan. Akhirnya panggung pun dipindahkan ke zona A lahan milik Pemprov DKI.

"Jadi, pemilik tanah itu menolak untuk dibeli. Sedangkan intinya adalah tidak boleh aset Pemprov berdiri di atas lahan yang bukan aset Pemprov DKI," ujar Rofiqoh.

Rafiqoh lalu menjelaskan, saat ini pihak UPK PBB telah mendapatkan lahan pengganti untuk panggung penampilan, yakni di dekat Embrio dengan luas 1.500m2.  Jika panggung sudah dibangun di tempat tersebut, Rofiqoh memprediksi baik zona A maupun Embrio akan ramai dikunjungi.

"Jadi nanti di zona A ramai di Embrio juga, jadi serentak ramainya, kayak kemarin waktu Lebaran Betawi ada banyak panggung. Tapi bertahap pembangunannya," imbuhnya.

Rofiqoh mengungkapkan, berdasarkan rencana, kawasan Setu Babakan akan terbagi menjadi lima zona;  museum, panggung penampilan, pusat perbelanjaan, replika bangunan-bangunan Jakarta, dan sekolah pengembangan budaya Betawi.

Baca Juga : Libur Lebaran, Pantai Ancol Masih Jadi Destinasi Favorit
Bagikan :

Reporter : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Riki Noviana
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
16 Desember 2019 08:06 WIB

Gara-Gara Putung Rokok, Gudang Mabel di Jaktim Terbakar

Makanya kalo ngerokok jangan sembarang
megapolitan
16 Desember 2019 08:02 WIB

Pemprov DKI Jakarta Yang Makin 'Maksiat Friendly'

Kata FPI lho pak Anies..
Olahraga
16 Desember 2019 06:29 WIB

Akhir Damai Atlet Senam Pelatnas SEA Games dan Pelatih

Enggak bisa ikut SEA Games karena dituduh tidak perawan

Lifestyle
15 Desember 2019 15:23 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film James Bond 007: No Time to Die dan Wonder Woman 2
Nasional
15 Desember 2019 11:21 WIB

Bakal Ada Bus Amfibi yang Bisa Berenang di Ibu Kota Baru

Bisa sambil mancing dan tebar jala juga enggak ya?