Senin, 14 Oktober 2019
YAMI dalam konferensi pers AMI 2019 (Tarida/era.id)
09 Oktober 2019 14:43 WIB

Melihat AMI Awards 2019 Bekerja

AMI 2019 menjanjikan berbagai hal baru. Seperti apa sejatinya cara mereka bekerja?
Bagikan :

Jakarta, era.id - Anugerah Musik Indonesia (AMI) akan kembali dihelat. Apresiasi tertinggi bagi para pelaku industri musik ini akan digelar pada 28 November 2019. Dewan penyelenggara menyebut AMI 2019 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Konon, akan banyak hal baru yang dimunculkan. Memang, bagaimana cara AMI 2019 bekerja?

Tahun ini, penyelenggara menetapkan tema menarik: Musik Bahasa Dunia. Tema ini menggambarkan kemajuan industri musik Indonesia hari ini. Perkembangan teknologi memungkinkan distribusi karya musisi lokal dilakukan lebih luas. Penikmat karya musisi lokal pun tak hanya pendengar di dalam negeri, tapi juga mancanegara. Hasilnya, bahasa yang disampaikan musisi lokal lewat karyanya mampu memberi pengaruh lebih luas.

Tak cuma soal bahasa yang tersampaikan luas lewat teknologi. Tema ini juga menggambarkan meningkatnya kemampuan musisi lokal meracik lagu-lagu berbahasa asing. Lagu-lagu berbahasa Inggris, misalnya. Kini musisi lokal makin piawai merangkai kata-kata berbahasa Inggris dan menjahitnya ke dalam irama-irama yang selaras. Bertalian. Segala kemajuan itu otomatis mendorong popularitas lagu-lagu berbahasa daerah.

"Tema itu tercipta berkat adanya karya-karya musisi Indonesia semakin menunjukkan kualitas yang bisa bersaing dengan karya musisi luar negeri, dan bahkan sudah banyak dinikmati oleh penggemar musik di mancanegara," kata Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) Dwiki Dharmawan dalam konferensi pers AMI 2019 di Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/10).


Konferensi pers AMI 2019 (Tarida/era.id)


Penjaringan dan penyaringan karya

Dalam AMI 2019, penyelenggara menerima 1.973 karya. Jumlahnya tak jauh, antara musisi dari label besar dengan mereka yang memasak musiknya di label-label rintisan atau biasa digolongkan sebagai musisi mandiri atau indie. Seluruh karya diseleksi oleh 2.754 anggota yang tergabung dalam YAMI. Mereka terdiri dari berbagai unsur dalam industri, mulai dari musisi, director, komposer, hingga produser musik.

Menurut Dwiki, sistem voting jadi salah satu fokus yang selalu dikembangkan YAMI dari tahun ke tahun penyelenggaraan AMI. Tahun ini mereka menyempurnakan sistem online voting. Dalam pengambilan suara daring ini, YAMI membagi anggotanya ke dalam dua kategori: Reguler dan Swara. Masing-masing kategori memiliki hak dan kewajiban berbeda.

Anggota Reguler memiliki hak untuk menyaring dan memilih nominasi untuk kemudian dinilai oleh anggota dewan juri. Sementara, Anggota Swara memiliki hak dan tanggung jawab untuk menentukan calon nominasi sekaligus penerima penghargaan. Sistem online ini juga berlaku dalam penjaringan karya musik. Hal ini konon jadi pemicu meningkatnya partisipasi para musisi mendaftarkan karya mereka.

Segala karya dikumpulkan dalam periode satu tahun, terhitung sejak Juli 2018 hingga Juni 2019. Segala karya yang terkumpul diangkut ke dalam sidang kategorisasi. Sidang tersebut dilakukan untuk menempatkan setiap karya ke dalam kategori-kategori yang disediakan. Setelah sidang tersebut, barulah online voting dilakukan.

"Kami sudah bekerja keras meningkatkan layanan. Semoga semua proses dapat dijalankan secara fair, transparan, dan berintegrasi sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," kata Dwiki.
 

Nama baru

Selain peningkatan sistem voting dan tema, hal menarik lainnya adalah kemunculan nama-nama baru dalam daftar nominasi AMI 2019. Sebut saja, Diskoria, Hindia, Nadin Amizah, Pamungkas, Monica Karina dan beberapa nama lain yang tak mungkin asing bagi penikmat musik sidestream.

Kami berbincang dengan Monica Karina. AMI 2019 jadi amat istimewa baginya karena namanya masuk dalam daftar nominasi untuk kategori Artis Solo Pria/Wanita Soul RnB Terbaik. Monica bangga betul, tunggalnya Skin to Skin berhasil membawanya dalam persaingan penerima penghargaan. Sebelumnya, Monica pernah mengisi bagian vokal di lagu Money Honey (Count Me In) hasil gubahan Dipha Barus pernah memenangkan Karya Produksi Elektronika Terbaik di tahun 2018 lalu.

“Perasaannya sih kaget ya, pas tahu masuk nominasi, apalagi melihat nominasi lainnya. It’s a big honor for me. Untuk masuk ke nominasi saja aku sudah berterima kasih banget.” tuturnya.


Monica Karina (Tarida/era.id)


Dipercaya Dipha Barus sebagai kolaborator untuk beberapa lagunya membuat Monica lebih percaya untuk memproduksi karyanya sendiri. Hasrat berkarya Monica tak terbendung. Kepada kami, Monica memberi bocoran tentang kolaborasi yang akan ia lakukan dalam waktu dekat bersama seorang musisi dan produser masyhur yang tak ia sebut namanya. Kolaborasi itu akan jadi materi tunggal sekaligus bagian dari EP yang akan ia rilis.

Ditanya soal jagoannya di AMI Awards, Monica memilih album Mantra Mantra dari Kunto Aji sebagai pemenang. “Gue dapet kesempatan untuk menonton dia di acara We The Fest. Walaupun cuma sebentar, tapi gue merasakan ini adalah sesuatu yang patut diapresiasi” ujar Monica menjelaskan alasannya memilih.

Acara penghargaan AMI Awards 2019 akan tayang secara live di RCTI. Bagi anda yang tidak sempat menonton lewat layar kaca, acara AMI Awards juga tayang serentak di aplikasi streaming.

Bagikan :

Reporter : Tarida Angelina
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
14 Oktober 2019 12:05 WIB

Mal di Hong Kong Jadi Arena Bentrokan Aparat Vs Demonstran

Orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka
Lifestyle
14 Oktober 2019 11:35 WIB

Kebangkitan Club Eighties dalam Cahaya

Tetap dengan pop synthesizer yang dibalut gaya sound kekinian
Nasional
14 Oktober 2019 11:20 WIB

Upaya Mengawal Istri Kolonel Hendi dari UU ITE

Sebanyak 52 pengacara menyatakan siap mendampingi istri Hendi, Irma Zulkifli Nasution
Nasional
14 Oktober 2019 11:17 WIB

Demokrat-Gerindra Sudah Diajak Ngobrol Jokowi, PAN-PKS Kapan?

Siap jadi mitra dan oposisi
Internasional
14 Oktober 2019 11:07 WIB

Serangan Udara Turki ke Suriah Tewaskan 14 Orang

Lima orang di antaranya adalah warga sipil