Selasa, 19 Februari 2019
Ilustrasi (era.id)
06 Desember 2018 16:08 WIB

Survei: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan

Analisisnya, keduanya kurang gencar menyosialiasasikan programnya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pada masa kampanye yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir, elektabilitas pasangan calon presiden baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengalami kenaikan dan keturunan yang signifikan.

Berdasarkan data yang dimiliki Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sejak Agustus sampai November 2018 hanya naik 1 persen.

"Pada Agustus, Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas sebesar 52,2 persen, September naik 53,2 persen, Oktober naik 57,7 persen, dan November turun 53,2 persen," ucap Peneliti LSI Rully Akbar di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).

Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga selama empat bulan terakhir juga cuma mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen.


Baca Juga : Melihat Ponpes An Nawawi Tanara Milik Ma'ruf Amin

"Pada Agustus, Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas sebesar 29,5 persen, September turun 29,2 persen, Oktober turun 28,6 persen, dan November naik 31,2 persen," tuturnya.

Rully menjelaskan, dinamika elektabilitas kedua paslon yang tidak signifikan terjadi karena kedua paslon kurang gencar menyosialisasikan program kerja yang akan diusung selama menjabat lima tahun ke depan.

"Kedua pasangan sebenarnya mempunyai program yang disukai dan bisa menambah elektabilitas, tapi keduanya kurang meningkatkan program dan malah meramaikan isu sensasional yang tidak berdampak signifikan pada kenaikan elektabilitas," tutur dia.

Dijelaskan oleh Rully, masyarakat yang mengetahui program Jokowi memang mencapai di atas angka 50 persen, mengingat mantan Gubernur DKI jakarta tersrbut merupakan seorang capres petahana.

"Namun, 2 bulan masa kampanye, program tersebut belum maksimal dikampanyekan," ucapnya.

Sementara itu, lanjut Rully, program kerja Prabowo-Sandi juga belum masif terdengar. Rata-rata, di bawah 30 persen responden yang mengaku pernah mendengar programnya.

Survei LSI menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen, dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 respoden seluruh Indonesia dalam rentang waktu 10-19 November 2018.
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
Peristiwa
19 Februari 2019 14:37 WIB

Jokowi Dilaporkan Lagi ke Bawaslu

Kali ini pakai pasal KUHP
Olahraga
19 Februari 2019 14:34 WIB

Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 

Proses pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 2024
Peristiwa
19 Februari 2019 14:09 WIB

Ma'ruf: Mereka Kebanyakan Nonton Mission Impossible

Ini terkait meme perlengkapan canggih yang disebut akan digunakan Ma'ruf saat debat 
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR