Jumat, 05 Juni 2020
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana (Dok. BPMI)
23 Mei 2020 19:27 WIB

Pesan Lebaran dari Rumah Saja dari Para Petinggi Negara

Lebaran tahun ini butuh pengorbanan

Bagikan :


Para petinggi negara menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri kepada seluruh umat Muslim sekaligus mengimbau agar Hari Raya Idulfitri dirayakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan virus korona baru.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah.

"Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin," kata Presiden Jokowi diikuti oleh Ibu Iriana dalam video yang diunggah, Sabtu (23/5/2020).


Menurut Presiden, Hari Raya Idulfitri tahun ini dirayakan dengan cara yang berbeda karena adanya pandemi COVID-19.

Hal ini menuntut pengorbanan semua pihak untuk tidak mudik dan tidak bersilaturahim dengan cara yang biasa.

"Saya merasakan hal ini sangatlah berat, tapi keselamatan handai tolan dan sanak saudara tentu lebih penting. Dan harus menjadi prioritas kita semua," ujarnya.

Presiden meyakini bahwa ujian berat yang tidak hanya dialami oleh bangsa ini melainkan oleh hampir seluruh bangsa di dunia akan segera berlalu.

"Saya yakin, bersama-sama kita bangsa Indonesia akan mampu melewati ujian berat ini," katanya.

Sementara, Wapres KH Ma'ruf Amin  juga mengimbau agar masyarakat melakukan Shalat Ied di rumah masing-masing.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia saya menyampaikan Minal Aidin wal Faizin, selamat Hari Raya Idulfitri karena beberapa hari lagi kita akan masuk Hari Raya Idulfitri. Pemerintah meminta agar masyarakat dalam merayakan Idulfitri (Shalat Ied), dilakukan di rumah, tidak di masjid atau pun di lapangan terbuka," ujar Wapres dalam pesan video.

Senada dengan Ma'ruf, Ketua MPR RI Bambang Soedatyo juga meminta pemerintah untuk mengajak masyarakat memahami dan melaksanakan seruan dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang pelaksanaan Shalat Idulfitri di rumah saja untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19.

"Langkah itu perlu dilakukan agar potensi timbulnya lonjakan infeksi virus COVID-19 tidak terjadi dan juga bertujuan untuk mencegah munculnya klaster-klaster baru penyebaran COVID-19," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/5).

Bagikan :
Topik :

Reporter : Gabriella Thesa Widiari
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU