Kamis, 21 November 2019
Suasana di dekat sinanoge di Kota Helle usai insiden penembakan. (Twitter/TerrorNewsWorld)
10 Oktober 2019 19:07 WIB

Tren Live Streaming dalam Aksi Penembakan Brutal

Usai Selandia Baru, kini rumah ibadah umat Yahudi di Jerman jadi sasaran
Bagikan :


Jakarta, era.id - Insiden penembakan yang disiarkan secara langsung atau live streaming di media sosial kembali terjadi. Usai di Selandia Baru, kini Jerman menjadi tempat aksi penembakan rumah ibadah yang menewaskan sedikitnya dua orang.

Kemarin, suasana hari menjelang siang di Kota Helle terasa sangat cerah dan menyenangkan. Umat Yahudi beramai-ramai mendatangi rumah ibadahnya atau dikenal sebagai sinagoge untuk merayakan hari suci Yom Kippur atau Hari Penebusan.

Tapi tiba-tiba sekitar pukul 12.00 waktu setempat, seorang pria berusia sekitar 27 tahun dengan pakaian militer berjalan ke rumah ibadah itu. Namun, ada yang salah dengan pria itu. Ia mengenakan helm baja dengan membawa senjata berat. Tak lama kemudian, "dreeet... dreeet...," serangkaian tembakan dilontarkan ke arah pintu sinagoge.

Beruntungnya, pemimpin komunitas Yahudi setempat Max Privorotzki melihat pria dengan kostum yang mencurigakan itu melalui kamera pengawas sebelum serangan terjadi. "Pria itu terlihat seperti anggota pasukan khusus," ujar Max kepada surat kabar Stuttgarter Zeitung, dikutip BBC, Kamis (10/10/2019).


Baca Juga : Mensyukuri 30 Tahun Jatuhnya Tembok Berlin

Baca Juga: Penindasan Etnis Uighur Jadi Dalih AS Batasi Visa China

Beruntung, semesta berpihak pada 80 orang Yahudi yang berada di dalam sinagoge itu. Meski menerima serangkaian tembakan, pintu rumah ibadah itu tetap kokoh. Usai frustasi karena tak bisa masuk, pelaku kemudian melontarkan tembakan ke jalanan yang membunuh seorang wanita di dekat sinanoge.

Menurut penuturan saksi mata, pria bersenjata dengan pakaian kamuflase itu mendatangi sebuah toko kebab. Ia lalu melemparkan sesuatu seperti granat dan tak lama kemudian meledak dan kembali melepaskan tembakan dengan senapan serbunya. Seorang pria dalam toko itu tewas. "Pria itu datang dan melemparkan granat, saya bersembunyi di toilet," tutur saksi mata kepada saluran berita Jerman N-tv.

Dua orang yang mengalami luka tembak telah menjalani operasi di rumah sakit universitas di kota tersebut, kata seorang juru bicara kepada kantor berita AFP.

Kepolisian Jerman mengungkapkan, pelaku telah ditangkap usai mencoba melarikan diri. Identitas pelaku belum secara resmi diinformasikan kepada publik. Penjagaan ketat langsung dikerahkan untuk wilayah itu.
 

Disiarkan langsung

Aksi penembakan maut ini ternyata sempat tersiar secara langsung dalam sebuah media sosial untuk live streaming, Twitch, selama 35 menit dan telah dilihat oleh sedikitnya 2.200 pengguna. Pelaku juga sempat melontarkan kalimat anti-Semit untuk kaum Yahudi sebelum memulai aksinya.

"Pemilik akun menyiarkan langsung tragedi mengerikan itu di Twitch selama 35 menit dan saat itu ditonton oleh setidaknya lima orang," ujar Twitch melalui unggahannya di Twitter.
 

Pihak Twitch mengungkapkan bahwa video itu tersiar secara langsung dan otomatis berdasarkan pengaturan akun. Video itu telah dilihat oleh 2.200 orang pada 30 menit awal sebelum akhirnya dihapus dari platform tersebut.

Dikutip CNN, akun yang menyiarkan video penembakan itu dibuat sekitar dua bulan sebelum insiden terjadi. Akun itu juga hanya digunakan sekali untuk mencoba menyiarkan video streaming sebelum hari penembakan terjadi.

"Twitch memiliki kebijakan yang tidak mentolelir perilaku berbau kebencian. Kami menganggap ini sangat serius dan berkomitmen untuk bekerja dengan penegak hukum untuk melindungi komunitas kami," demikian bunyi pernyataannya.

Respons pemerintah dan dunia
 

Baca Juga: Hukuman Mati yang Kini Mulai Ditinggalkan

Kanselir Jerman Angela Merkel mengecam penembakan itu dan menyerukan solidaritas untuk semua orang Yahudi pada hari suci Yom Kippur. Ia juga dilaporkan bergabung dengan komunitas Yahudi dengan memberi dukungan usai penembakan terjadi.

Aksi penembakan brutal ini membuat keamanan di sinagoge dan wilayah lain di Jerman ditingkatkan. Acara menyalakan lilin untuk mengenang korban juga telah diadakan pada Rabu malam. Satu menit penghormatan juga dilakukan sebelum diadakannya rapat di Parlemen Eropa di Brussels.

"Saya terkejut dengan serangan brutal di Halle pada hari ini, Yom Kippur, hari tersuci dalam setahun bagi penganut Yudaisme. Doa saya bersama keluarga dan teman-teman para korban," tulisnya di Twitter.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut penembakan ini sebagai serangan teror dan memperingatkan bahwa anti-Semitisme sedang meningkat di Eropa. "Saya mendesak pihak berwenang di Jerman untuk terus menindak tegas fenomena anti-Semitisme," tulis Netanyahu.

Aksi penembakan pada rumah ibadah ini mengingatkan kepada kita tragedi teror pada dua masjid di Selandia Baru. Metode penembakan ini sama dengan aksi penembakan di Christchruch pada Maret silam, di mana pelaku penembakan juga menyiarkan aksinya secara langsung di media sosial Facebook. Sedikitnya 51 orang meninggal dunia akibat insiden itu.
Bagikan :

Reporter : Noor Pratiwi
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Ekonomi
21 November 2019 12:12 WIB

Kursi Buat Ahok di BUMN: 'Dikepret' Rizal Ramli, Dibela Menteri

"Kayanya hidup gue ditolak melulu,"
Nusantara
21 November 2019 11:43 WIB

Menyegarkan Kembali Ingatan Anak Muda Tentang Pembunuhan Munir

"Munir-Munir itu ada, dan Munir itu kalian,"
Internasional
21 November 2019 10:38 WIB

Rumah Kelahiran Hitler 'Disulap' Jadi Kantor Polisi

Cara pemerintah Austria cegah ziarah kelompok Neo-Nazi
megapolitan
21 November 2019 10:08 WIB

Mahasiswa BEM SI Geruduk Kantor Kemenkes Siang Ini

Tolak kenaikan iuran BPJS
megapolitan
21 November 2019 09:10 WIB

Teka-Teki Penyebab Kopilot Wings Air Bunuh Diri

Diduga karena depresi kena…