Kamis, 23 Januari 2020
Pertemuan Jokowi-Prabowo (Mery/era.id)
13 Juli 2019 14:30 WIB

Kerja Senyap Budi Gunawan di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo

Budi Gunawan punya andil besar di balik pertemuan tersebut
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pertemuan dua tokoh yang berkontestasi di Pilpres 2019 akhirnya terwujud. Rekonsiliasi antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo berlangsung di Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dengan titik temu Halte Lebak Bulus.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung berujar, pertemuan ini sudah digagas cukup lama, dan dengan keterbatasan waktu. Hingga akhirnya pertemuan Prabowo dan Jokowi baru bisa terlaksana hari ini, Sabtu 13 Juli 2019.

Lalu siapakah sang inisitor yang berhasil mempertemukan kedua tokoh ini? Pramono mengatakan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mempunyai adil besar yang menjembatani pertemuan kedua tokoh ini.

"Ya Pak Budi Gunawan ini kan Kepala BIN. Tentunya bekerja tanpa ada suara, dan alhamdulillah apa yang dikerjakan hari ini tercapai," tuturnya, di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019).


Baca Juga : Jokowi Tak Wajib Nyalakan Lampu Motor Karena Dikawal Paspampres



BG atau panggilan akrab dari Budi Gunawan, tampak selalu mendampingikedua tokoh itu. Saat Jokowi dan Prabowo gelar jumpa pers bersama, BG juga mendampingi. Begitu pun saat kedua tokoh besar Indonesia itu jalan dari stasiun MRT Senayan ke FX Sudirman, sampai makan siang, BG setia mendampingi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Selain Budi Gunawan, Pramono Anung dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo juga memiliki peran penting dalam pertemuan ini.

"Ada Pak Pramono, ada Pak BG, Pak Edhy Prabowo itu org baik semua. Mereka memang bersahabat ya," ujar Budi.
 


Budi mengungkap, alasan ruang publik seperti MRT Jakarta digunakan untuk pertemuan penting kedua tokoh yang berkompetisi di Pilpres 2019 karena alasan agar terlalu kaku.

"Kan lebih friendly. Pertama, tempatnya netral. Yang kedua, ini visioner menuju ke depan. Menuju hal yang modern satu keniscayaan angkutan masal yg memang harus ada di kota besar. Jakarta sebagai kota besar yang memang akan menjadi kota yang madani, angkutan masal memang menjadi suatu keharusan," jelasnya.
 
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
22 Januari 2020 21:10 WIB

JKT48 Akhirnya Punya Lagu Sendiri

Lifestyle
22 Januari 2020 20:24 WIB

Main di KKN: di Desa Penari, Tissa Biani Belajar Budaya Jawa

Mulai dari dialek sampai tari
Nasional
22 Januari 2020 20:09 WIB

What's On Today, 22 Januari 2020

Podcast berita terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
22 Januari 2020 19:12 WIB

Kisruh Wyata Guna Bakal Sampai ke Presiden

KSP janji bahas tuntutan difabel netra ke Presiden