Rabu, 12 Desember 2018
Ilustrasi e-KTP (Ramdan/era.id)
06 Desember 2018 14:13 WIB

Mengungkap Blangko e-KTP yang Dijual di Tokopedia

Penjualnya adalah anak mantan kepala dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sejak tanggal 3 Desember 2018, Kementerian Dalam Negeri mendapat informasi adanya penjualan e-KTP di Tokopedia. Informasi tersebut didapat dari seorang wartawan. Dari sini, Kemendagri melakukan pengungkapan.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, laporan ini ditindaklanjuti dengan melaporkan peristiwa itu ke Polda Metro Jaya. Laporan dilakukan sehari setelah temuan penjualan e-KTP di Tokopedia diketahui.

"Hari Selasa, tanggal 4 Desember 2018 kami laporkan ke Polda Metro Jaya dan rapat dengan perusahaan pencetak blangko, serta koordinasi dengan Tokopedia tempat mengunggah penjualan blangko secara online," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, Kamis (6/12/2018).

Selanjutnya, pada tanggal 5 Desember, Kemendagri melakukan rapat dengan Tokopedia untuk mendapatkan data pelaku. Pelaku pun sudah teridentifikasi, lewat nomor rekeningnya dan diketahui bernama Nur Ishadi Nata yang berada di Lampung.


Baca Juga : Polda Metro Tangkap Penjual Blanko e-KTP Online

"Melalui telepon, dia sudah mengakui menjual 10 keping blangko yang diambil dari ruangan ayahnya," kata Zudan, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (6/11/2018).

Baca Juga : Polisi Rilis Hasil Penyelidikan Ceceran e-KTP

Zudan menambahkan, ayah dari Nur Ishasi merupakan mantan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang. Kemendagri pun menugaskan Kadis Dukcapil Provinsi Lampung dan Ketua Forum Dukcapil Provinsi Lampung ke rumah penjual untuk mendalami motifnya.

"Saya berharap dengan telah tertanganinya persoalan ini maka tidak lagi menjadi isu dan pemberitaan. Selanjutnya nama-nama tersebut saya serahkan pada kepolisian," kata dia.

Menurutnya, penjualan blanko e-KTP ini merupakan kejahatan. Sebab, blagko e-KTP ini adalah dokumen negara.

"Tokopedia kami perintahkan untuk men-take down penawaran tersebut dan sudah dilakukan kemarin hari Rabu tanggal 5 Desember," kata dia.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mendesak, Komisi II DPR segera memanggil tiga pimpinan perusahaan pembuat blangko e-KTP terkait penjualan blanko ini di Tokopedia. Tiga perusahaan tersebut adalah PT. Pura Barutama, PT. Trisakti Mustika Graphika, dan PT. Jasuindo Tiga Perkasa.

Selain itu, Bambang meminta Tokopedia sebagai penyedia sarana jual beli blangko e-KTP melalui online, untuk menjelaskan diperjualbelikannya blangko e-KTP tersebut.

"Mendorong Kepolisian bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk segera mengungkap dan mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran dan jual beli blangko e-KTP tersebut," kata Bambang.

Baca Juga : Ribuan E-KTP Serang Tercecer Ditarik ke Disdukcapil

Selain itu, ujar Bambang, Kemendagri harus segera menarik seluruh blangko e-KTP yang masih beredar di pasaran. Katanya, DPR juga mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kemendagri melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menginvestigasi diretasnya sistem pembuatan e-KTP.

"Meningkatkan proteksi terhadap chip yang terdapat dalam e-KTP yang dikeluarkan oleh Kemendagri. Mendorong Kepolisian memanggil Tokopedia dan seluruh perusahaan yang memasarkan blangko e-KTP melalui online serta mempertanggungjawabkan penjualan blangko e-KTP sebagai dokumen negara," tutur politikus Golkar ini.

Di samping itu, Bambang mengatakan, DPR meminta Kemenkominfo untuk memperketat seleksi peraturan jual beli barang dan jasa secara online. Hal ini, katanya, untuk mencegah adanya penyalahgunaan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Review
12 Desember 2018 08:49 WIB

Berapa Harga ROG Phone di Indonesia?

Harganya mencapai belasaan juta
Lifestyle
12 Desember 2018 07:46 WIB

VIDEO: One Direction Bakal Reuni Besar

Ada kemungkinan mereka reuni saat liburan Natal
Lifestyle
12 Desember 2018 07:05 WIB

Instagram Saring Komentar Otomatis dalam Bahasa Indonesia

Bye bye bully dan hate speech~~
Lifestyle
12 Desember 2018 06:27 WIB

Samsung Kembangkan Jaringan 5G untuk Mobil Terhubung

Kerja sama ini dilakukan dengan Otoritas Keselamatan Transportasi Korea (KOTSA)
Lifestyle
11 Desember 2018 21:21 WIB

Kenapa Harus Iklan Blackpink?

Haruskan muncul petisi, atau hanya sekedar nasihat yang tak diinginkan warganet?