Selasa, 19 Februari 2019
Ilustrasi e-KTP (Ramdan/era.id)
06 Desember 2018 14:13 WIB

Mengungkap Blangko e-KTP yang Dijual di Tokopedia

Penjualnya adalah anak mantan kepala dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sejak tanggal 3 Desember 2018, Kementerian Dalam Negeri mendapat informasi adanya penjualan e-KTP di Tokopedia. Informasi tersebut didapat dari seorang wartawan. Dari sini, Kemendagri melakukan pengungkapan.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, laporan ini ditindaklanjuti dengan melaporkan peristiwa itu ke Polda Metro Jaya. Laporan dilakukan sehari setelah temuan penjualan e-KTP di Tokopedia diketahui.

"Hari Selasa, tanggal 4 Desember 2018 kami laporkan ke Polda Metro Jaya dan rapat dengan perusahaan pencetak blangko, serta koordinasi dengan Tokopedia tempat mengunggah penjualan blangko secara online," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, Kamis (6/12/2018).

Selanjutnya, pada tanggal 5 Desember, Kemendagri melakukan rapat dengan Tokopedia untuk mendapatkan data pelaku. Pelaku pun sudah teridentifikasi, lewat nomor rekeningnya dan diketahui bernama Nur Ishadi Nata yang berada di Lampung.


Baca Juga : KPU Tunggu Laporan Kemendagri Soal 3 Juta KTP Ganda

"Melalui telepon, dia sudah mengakui menjual 10 keping blangko yang diambil dari ruangan ayahnya," kata Zudan, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (6/11/2018).

Baca Juga : Polisi Rilis Hasil Penyelidikan Ceceran e-KTP

Zudan menambahkan, ayah dari Nur Ishasi merupakan mantan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang. Kemendagri pun menugaskan Kadis Dukcapil Provinsi Lampung dan Ketua Forum Dukcapil Provinsi Lampung ke rumah penjual untuk mendalami motifnya.

"Saya berharap dengan telah tertanganinya persoalan ini maka tidak lagi menjadi isu dan pemberitaan. Selanjutnya nama-nama tersebut saya serahkan pada kepolisian," kata dia.

Menurutnya, penjualan blanko e-KTP ini merupakan kejahatan. Sebab, blagko e-KTP ini adalah dokumen negara.

"Tokopedia kami perintahkan untuk men-take down penawaran tersebut dan sudah dilakukan kemarin hari Rabu tanggal 5 Desember," kata dia.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mendesak, Komisi II DPR segera memanggil tiga pimpinan perusahaan pembuat blangko e-KTP terkait penjualan blanko ini di Tokopedia. Tiga perusahaan tersebut adalah PT. Pura Barutama, PT. Trisakti Mustika Graphika, dan PT. Jasuindo Tiga Perkasa.

Selain itu, Bambang meminta Tokopedia sebagai penyedia sarana jual beli blangko e-KTP melalui online, untuk menjelaskan diperjualbelikannya blangko e-KTP tersebut.

"Mendorong Kepolisian bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk segera mengungkap dan mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran dan jual beli blangko e-KTP tersebut," kata Bambang.

Baca Juga : Ribuan E-KTP Serang Tercecer Ditarik ke Disdukcapil

Selain itu, ujar Bambang, Kemendagri harus segera menarik seluruh blangko e-KTP yang masih beredar di pasaran. Katanya, DPR juga mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kemendagri melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menginvestigasi diretasnya sistem pembuatan e-KTP.

"Meningkatkan proteksi terhadap chip yang terdapat dalam e-KTP yang dikeluarkan oleh Kemendagri. Mendorong Kepolisian memanggil Tokopedia dan seluruh perusahaan yang memasarkan blangko e-KTP melalui online serta mempertanggungjawabkan penjualan blangko e-KTP sebagai dokumen negara," tutur politikus Golkar ini.

Di samping itu, Bambang mengatakan, DPR meminta Kemenkominfo untuk memperketat seleksi peraturan jual beli barang dan jasa secara online. Hal ini, katanya, untuk mencegah adanya penyalahgunaan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 13:09 WIB

Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang

Jadi totalnya 81 orang, miris~
Nasional
19 Februari 2019 13:06 WIB

DPR Ragu Selesaikan Prolegnas di Masa Akhir Jabatan

Jadi...kibarin bendera putih, nih?
Peristiwa
19 Februari 2019 12:14 WIB

Tamu Undangan Debat Kedua Capres Kebanyakan

Ganggu konsentrasi ceunah
Nusantara
19 Februari 2019 12:13 WIB

Kelompok Difabel di Bandung Keluhkan Aksesibilitas di Rumah Ibadah

Hanya dua rumah ibadah di Bandung yang ramah disabilitas
Kuliner
19 Februari 2019 11:41 WIB

VIDEO: Tiga Makanan Khas Cap Go Meh

Ada tiga makanan yang bisa dijumpai saat perayaan ini, mau tahu? Simak videonya
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City

19 Februari 2019 09:36 WIB

Vettel Tercepat di Tes Pramusim Pertama