Kamis, 02 April 2020
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Diah/era.id)
11 Februari 2019 11:44 WIB

Hati-hati sama Revolusi Jari!

Sudah tak ada lagi istilah mulutmu harimaumu, tapi jarimu harimaumu
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut, saat ini Indonesia tengah menghadapi revolusi jari. Bukan, maksudnya bukan bentuk jari yang berevolusi, bukan itu.

Maksud Moeldoko begini, makin banyaknya berita atau informasi yang menjalar bebas di media sosial khususnya, sejalan dengan perkembangan dunia internet. Karena itu, informasi dapat dengan mudahnya dibagikan. Dan, 'jari'-lah yang menjadi kunci dari semua ini.

"Saya sedang mencari istilah saat ini, revolusi jari. Di mana pegiat media sosial mengatakan kepada saya pada saat berdiskusi pertarungan 30 detik di mana menentukan kebenaran menjadi sulit," kata Moeldoko dalam Rakornas Bidang Kehumasan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Di era modern ini, kata Moeldoko, rata-rata dari kita hanya memindai sebuah berita tanpa memahami kebenaran. Fenomena itu membuat semakin berkembangnya disinformasi dan hoaks.


Baca Juga : Keengganan Jokowi Soal Prosesi Lain Usai Pelantikan Presiden

Menjadi ironi, ketika hoaks justru menarik pandangan publik dan berdampak melonjaknya pembaca. Kondisi itu, kata Moeldoko, dimanfaatkan sebagai ladang bisnis. Semakin banyak dibaca, semakin banyak pula peluang untuk menghasilkan pundi-pundi materi.

"Jangan karena kepentingan-kepentingan jangka pendek yang sangat pragmatis malah membawa akibat yang sangat banyak," ucapnya Moeldoko.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk mencegah disinformasi itu berkembang. Peran Humas dan biro hukum di setiap lembaga diharapkan mampu berkontribusi mencegah disinformasi di masyarakat.

"Berita yang dieksploitasi ini tantangan yang baru yang dihadapi oleh semuanya. Pembagian informasi ruang publik itu, di satu sisi kehumasan masih lebih kepada kondisi tradisional. Sementara, di sisi lain ruang publik sudah dikuasai oleh kelompok-kelompok tertentu," jelasnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Ekonomi
02 April 2020 10:02 WIB

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar
Nusantara
02 April 2020 09:24 WIB

Hasil Rapid Test di Jabar Catat 409 Orang Positif Korona

Datanya belum masuk di pemerintah pusat
Internasional
02 April 2020 08:33 WIB

Prancis Negara Keempat dengan Kematian Lampaui 4.000 akibat COVID-19

Untuk rekor satu ini semoga tidak dicontoh negara lain
Nasional
02 April 2020 08:24 WIB

Panjangnya Birokrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar

Harus disetujui Menkes dengan segala pertimbangannya