Kamis, 20 Juni 2019
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Diah/era.id)
11 Februari 2019 11:44 WIB

Hati-hati sama Revolusi Jari!

Sudah tak ada lagi istilah mulutmu harimaumu, tapi jarimu harimaumu
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut, saat ini Indonesia tengah menghadapi revolusi jari. Bukan, maksudnya bukan bentuk jari yang berevolusi, bukan itu.

Maksud Moeldoko begini, makin banyaknya berita atau informasi yang menjalar bebas di media sosial khususnya, sejalan dengan perkembangan dunia internet. Karena itu, informasi dapat dengan mudahnya dibagikan. Dan, 'jari'-lah yang menjadi kunci dari semua ini.

"Saya sedang mencari istilah saat ini, revolusi jari. Di mana pegiat media sosial mengatakan kepada saya pada saat berdiskusi pertarungan 30 detik di mana menentukan kebenaran menjadi sulit," kata Moeldoko dalam Rakornas Bidang Kehumasan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Di era modern ini, kata Moeldoko, rata-rata dari kita hanya memindai sebuah berita tanpa memahami kebenaran. Fenomena itu membuat semakin berkembangnya disinformasi dan hoaks.


Baca Juga : Moeldoko Dukung Polisi Pantau WhatsApp Grup

Menjadi ironi, ketika hoaks justru menarik pandangan publik dan berdampak melonjaknya pembaca. Kondisi itu, kata Moeldoko, dimanfaatkan sebagai ladang bisnis. Semakin banyak dibaca, semakin banyak pula peluang untuk menghasilkan pundi-pundi materi.

"Jangan karena kepentingan-kepentingan jangka pendek yang sangat pragmatis malah membawa akibat yang sangat banyak," ucapnya Moeldoko.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk mencegah disinformasi itu berkembang. Peran Humas dan biro hukum di setiap lembaga diharapkan mampu berkontribusi mencegah disinformasi di masyarakat.

"Berita yang dieksploitasi ini tantangan yang baru yang dihadapi oleh semuanya. Pembagian informasi ruang publik itu, di satu sisi kehumasan masih lebih kepada kondisi tradisional. Sementara, di sisi lain ruang publik sudah dikuasai oleh kelompok-kelompok tertentu," jelasnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Juni 2019 20:15 WIB

Bambang Widjojanto dan Denny Indrayana, Kok Absen di Sidang?

Mungkin mereka lelah, ngantuk atau....
megapolitan
20 Juni 2019 19:23 WIB

Jelang HUT DKI Jakarta, Sejumlah Lalin Bakal Dialihkan

Jangan sampai salah jalan ya sobatque~
Nasional
20 Juni 2019 17:28 WIB

Ribut-Ribut soal Temuan Amplop Saksi Paslon 02

"Tanya saksi Anda saja, bos," jawab Komisioner KPU
Nasional
20 Juni 2019 16:49 WIB

Ternyata, Situng KPU Masih Punya Kelemahan

Kelemahannya adalah belum ada pemisahan data yang valid dan invalid
Nasional
20 Juni 2019 16:14 WIB

Kubu Jokowi Tak Akan Bawa Banyak Saksi ke MK

"Untuk apa kami menghadirkan saksi lagi," ucap Yusril