Selasa, 19 Februari 2019
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Diah/era.id)
11 Februari 2019 11:44 WIB

Hati-hati sama Revolusi Jari!

Sudah tak ada lagi istilah mulutmu harimaumu, tapi jarimu harimaumu
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut, saat ini Indonesia tengah menghadapi revolusi jari. Bukan, maksudnya bukan bentuk jari yang berevolusi, bukan itu.

Maksud Moeldoko begini, makin banyaknya berita atau informasi yang menjalar bebas di media sosial khususnya, sejalan dengan perkembangan dunia internet. Karena itu, informasi dapat dengan mudahnya dibagikan. Dan, 'jari'-lah yang menjadi kunci dari semua ini.

"Saya sedang mencari istilah saat ini, revolusi jari. Di mana pegiat media sosial mengatakan kepada saya pada saat berdiskusi pertarungan 30 detik di mana menentukan kebenaran menjadi sulit," kata Moeldoko dalam Rakornas Bidang Kehumasan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Di era modern ini, kata Moeldoko, rata-rata dari kita hanya memindai sebuah berita tanpa memahami kebenaran. Fenomena itu membuat semakin berkembangnya disinformasi dan hoaks.


Baca Juga : LRT Palembang dan Trans Jawa Sepi, Begini Komentar Istana

Menjadi ironi, ketika hoaks justru menarik pandangan publik dan berdampak melonjaknya pembaca. Kondisi itu, kata Moeldoko, dimanfaatkan sebagai ladang bisnis. Semakin banyak dibaca, semakin banyak pula peluang untuk menghasilkan pundi-pundi materi.

"Jangan karena kepentingan-kepentingan jangka pendek yang sangat pragmatis malah membawa akibat yang sangat banyak," ucapnya Moeldoko.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk mencegah disinformasi itu berkembang. Peran Humas dan biro hukum di setiap lembaga diharapkan mampu berkontribusi mencegah disinformasi di masyarakat.

"Berita yang dieksploitasi ini tantangan yang baru yang dihadapi oleh semuanya. Pembagian informasi ruang publik itu, di satu sisi kehumasan masih lebih kepada kondisi tradisional. Sementara, di sisi lain ruang publik sudah dikuasai oleh kelompok-kelompok tertentu," jelasnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 13:17 WIB

Debat Putaran Ketiga, Ma'ruf Minta Sandiaga Tak Usah Sungkan

"Yang penting laksanakan dengan santun, sopan," kata Ma'ruf
Peristiwa
19 Februari 2019 13:09 WIB

Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang

Jadi totalnya 81 orang, miris~
Nasional
19 Februari 2019 13:06 WIB

DPR Ragu Selesaikan Prolegnas di Masa Akhir Jabatan

Jadi...kibarin bendera putih, nih?
Peristiwa
19 Februari 2019 12:14 WIB

Tamu Undangan Debat Kedua Capres Kebanyakan

Ganggu konsentrasi ceunah
Nusantara
19 Februari 2019 12:13 WIB

Kelompok Difabel di Bandung Keluhkan Aksesibilitas di Rumah Ibadah

Hanya dua rumah ibadah di Bandung yang ramah disabilitas
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City

19 Februari 2019 09:36 WIB

Vettel Tercepat di Tes Pramusim Pertama