Selasa, 10 Desember 2019
Ilustrasi (Alexas_Fotos/Pixabay )
02 Desember 2019 19:35 WIB

Tega Nian: Ibunya Dinikahi, Anaknya Dicabuli

Siap-siap menikmati malam pertama penuh hikmah di penjara~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tega nian kelakuan pria berinisial D (34) yang nekat melakukan kekerasan seksual terhadap anak tirinya sendiri yang baru berusia sembilan tahun. Alasan pria bejat itu bisa dibilang sangat klise, lantaran sakit hari kepada istrinya yang merupakan ibu korban.

Berutungnya aksi D cepat ketahuan setelah sang istri berinisial L melaporkannya ke pihak berwajib. Polres Metro Jakarta Selatan meringkus D di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada 28 November 2019, setelah menerima laporan. 

"Ada hubungannya karena sakit hati dengan ibu korban," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya di Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (2/12/2019).

Namun Andi enggan menceritakan lebih detail motif sakit hati pelaku kepada ibu korban hingga tega melakukan kekerasan seksual terhadap anak tirinya.


Baca Juga : Tamatnya Karier Tukang Cilor yang Cabuli Siswi SD di Cengkareng

Perbuatan kekerasan seksual terhadap anak tiri itu dilakukan pelaku tanpa sepengetahuan istrinya. Perbuatan itu telah dilakukannya sejak Juni 2017. "Terkait berapa kali sudah dilakukan kita masih dalami, yang jelas perbuatan itu (kekerasan seksual) sudah dilakukan sejak Juni 2017," kata Andi.

Adapun korban, yakni anak tiri pelaku masih berstatus siswa salah satu Sekolah Dasar. Pelaku dan ibu korban sudah menikah selama dua tahun.

Pelaku sehari-hari bekerja serabutan. Pelaku melakukan tindak kekerasan seksual saat ibu korban pergi. Hal ini membantah informasi yang tersebar di media sosial bahwa pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap anak tirinya disaksikan oleh istrinya atau ibu korban.

"Justru yang melapor ibu korban, perbuatan dilakukan tanpa sepengetahuan ibu korban," kata Andi.

Selain menangkap pelaku, petugas juga menyita sejumlah alat bukti dan memeriksa empat orang saksi di antaranya pelapor, pihak keluarga dan tetangga. Sementara itu, petugas dari unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan telah memberikan penyembuhan trauma kepada korban serta pendampingan.

Akibat perbuatannya, D dikenai Pasal 76 huruf D Jo 81 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
10 Desember 2019 09:53 WIB

Hari HAM, Ketua DPR Bicara Soal Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya

Pemenuhan hak tersebut dinilai penting
Olahraga
10 Desember 2019 09:32 WIB

Rusia Dilarang Tampil Dalam Event Olahraga 4 Tahun Kedepan

Gara-gara doping
Internasional
10 Desember 2019 08:18 WIB

Arab Saudi yang Makin Longgar Soal Pemisahan Gender

Pintu masuk cafe dan restoran tak lagi dipisah
Nusantara
10 Desember 2019 07:07 WIB

Pemprov Aceh Beli 4 Pesawat Nurtanio

Untuk pesawat perintis, evakuasi medis dan kargo
megapolitan
10 Desember 2019 05:50 WIB

Nasib PKL di Jakarta: di Sana Boleh Jualan, di Sini Digusur

Akhirnya para pedagang, bingung