Selasa, 19 Februari 2019
Ilustrasi (Pixabay)
12 September 2018 08:15 WIB

Dunia Berperang Melawan Korupsi

Forum Ekonomi Dunia memperkirakan kerugian akibat korupsi mencapai 2,6 triliun dolar AS
Bagikan :


Jakarta, era.id - Apa yang terjadi di DPRD Kota Malang adalah contoh kecil bagaimana korupsi sudah merajalela di negeri ini. Bayangkan saja, 41 anggota Dewan dari 45 yang ada, ditetapkan jadi tersangka suap dan gratifikasi. Gegara korupsi, tak mungkin bisa kuorum sebuah rapat.

Beruntung, proses Pergantian Antar Waktu bisa berlangsung cepat. Senin (10/9) kemarin, sudah dilantik 40 orang pengganti para tersangka itu.

Kalau kamu pikir, cuma negeri ini saja yang kelimpungan memerangi korupsi, salah besar. Bukan cuma Indonesia saja, tapi banyak negara di planet ini yang geleng-geleng kepala melihat sikap koruptif para pejabatnya. Bahkan sampai Sekjen PBB Antonio Guterres pun harus bersuara agar para pemimpin negara anggotanya mengambil sikap perang melawan korupsi.

Guterres bilang kalau rakyat di seluruh dunia sudah muak dengan korupsi para pejabatnya. Korupsi dirasa sudah menjadi bagian budaya dalam masyarakat.


Baca Juga : Malunya Ditangkap Karena Tilep Uang Koperasi Rp3 M

"Saya menyeru semua pemimpin di mana saja untuk mendengarkan, memelihara budaya integritas dan memberdayakan warga untuk melakukan bagian mereka di tingkat masyarakat madani. Kita semua harus berbuat lebih banyak untuk memerangi korupsi, memperkuat pemerintahan dan membangun lembaga yang dapat dipercaya yang dapat menjamin kejujuran dan kemajuan buat semua," ujar Antonio Guterres seperti laporan Xinhua yang dikutip Antara, Selasa (11/9/2018).

Guterres bilang, semua negara anggota harus berada di garis depan dalam memerangi korupsi. Penting untuk meningkatkan kualitas komisi antikorupsi nasional dan upaya penegakan hukum. Salah satu caranya dengan menjamin lembaga kehakiman yang mandiri, masyarakat sipil yang bersemangat dan perlindungan yang efektif buat pengungkap keterangan. 

Masyarakat internasional dapat melengkapi upaya itu dengan bekerja lebih efektif melawan pencucian uang, penghindar pajak dan aliran uang secara diam-diam yang telah melucuti sumber daya yang sangat diperlukan di banyak negara dan memberi banyak kesempatan kepada koruptor.

"Saat konflik berkecamuk, korupsi merajalela. Dan sekalipun konflik dapat dikendalikan, korupsi dapat menghambat pemulihan." 

"Korupsi mengendalikan dan merajalela dengan hancurnya lembaga politik dan sosial. Lembaga itu tak pernah lebih marak dalam krisis dibandingkan pada masa konflik," beber Guterres.

Korupsi berkaitan dengan banyak bentuk ketidak-stabilan dan kerusuhan, seperti penyelundupan senjata, narkotika dan manusia. Hubungan antara korupsi dan terorisme dan ekstremisme telah berulangkali diakui oleh Dewan Keamanan dan Sidang Majelis Umum. Aset yang dicuri melalui korupsi dapat digunakan untuk mendanai kejahatan lebih lanjut, termasuk ekstremis yang melibatkan kekerasan dan aksi teror.

Forum Ekonomi Dunia memperkirakan kerugian akibat korupsi paling sedikit 2,6 triliun dolar AS, atau lima persen dari produk domestik bruto global. Dan menurut Bank Dunia, usaha serta per orangan membayar lebih dari satu triliun dolar untuk suap setiap tahun.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia , Mery Handayani , Diah Ayu Wardani
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 13:09 WIB

Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang

Jadi totalnya 81 orang, miris~
Nasional
19 Februari 2019 13:06 WIB

DPR Ragu Selesaikan Prolegnas di Masa Akhir Jabatan

Jadi...kibarin bendera putih, nih?
Peristiwa
19 Februari 2019 12:14 WIB

Tamu Undangan Debat Kedua Capres Kebanyakan

Ganggu konsentrasi ceunah
Nusantara
19 Februari 2019 12:13 WIB

Kelompok Difabel di Bandung Keluhkan Aksesibilitas di Rumah Ibadah

Hanya dua rumah ibadah di Bandung yang ramah disabilitas
Kuliner
19 Februari 2019 11:41 WIB

VIDEO: Tiga Makanan Khas Cap Go Meh

Ada tiga makanan yang bisa dijumpai saat perayaan ini, mau tahu? Simak videonya
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City

19 Februari 2019 09:36 WIB

Vettel Tercepat di Tes Pramusim Pertama