Rabu, 13 November 2019
Akses menuju skybridge stasiun LRT Velodrome dan halte busway Pemuda (Diah/era.id)
11 Juli 2019 16:18 WIB

Menanti Skybridge Penghubung LRT-Transjakarta Velodrome

Katanya, skybridge ini bakal instragamable lho
Bagikan :


Jakarta, era.id - PT LRT Jakarta masih menunggu waktu penyelesaian konstruksi jembatan atau skybridge sebagai jalur penghubung yang mengintegrasikan stasiun LRT Velodrome dan halte busway Pemuda.

Lewat skybridge Rawamangun, penumpang nantinya dapat berganti moda dari LRT ke Transjakarta tanpa melewati jalan raya. 

Corporate Communication PT LRT Jakarta Melisa Suciati menjelaskan, pada 21 Juni 2019, tempat ini sudah dibuka tapi ditutup kembali. 

"Tanggal 21 kemarin kita sudah coba secara langsung nih. Sudah coba jalan di skybridge langsung tembus ke paid areanya halte Transjakarta. Namun, memang untuk saat ini masih ada beberapa pekerjaan di sisi halte Transjakarta-nya, tinggal menunggu finishing atau penyelesaiannya aja," kata Melisa di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (11/7/2019).


Baca Juga : Saat Empat Menteri Jadi 'Kuli Proyek' LRT Jabodebek

Pantauan era.id, akses skybridge dari stasiun LRT Velodrome memang belum beroperasi secara umum, meskipun LRT tengah menjalankan uji coba. Tampilan penghubung ini mirip dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) kekinian di kawasan Senayan, yang belum lama ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Alas tapak di sepanjang skybridge bermaterial kayu warna cokelat tua. Daya tahan bobotnya dirasakan lumayan kuat. Ketika berjalan tak ada guncangan yang terasa. 


Skybridge stasiun LRT Velodrome dan halte busway Pemuda (Diah/era.id)

Kalau melintas pada waktu matahari tepat berada di atas, atap pelindung di sisi atas cukup menolong dari panas. Sementara, angin dapat dengan mudahnya bersemilir di lintasan skybridge ini jadi tidak terlalu gerah. 

Untuk akses disabilitas, sebenarnya sudah difasilitasi dari sisi LRT lewat lift dan sisi halte Transjakarta. Sementara, di sepanjang skybridge, ada pengaman setinggi satu meter di sisi kiri kanan perlintasan. 

Sementara saat malam hari, kata Melisa, akan ada lampu penerang warna-warna di sisi atas dan samping skybridge. Katanya, bakal instagramable buat jadi latar foto-foto kamu.


Salah satu pengunjung yang beruntung menjajal skybridge stasiun LRT Velodrome dan halte busway Pemuda (Diah/era.id)

Sejauh ini, pengerjaan skybridge sudah mencapai sekitar 95 persen. Dari kawasan LRT sebenarnya sudah siap untuk membuka akses integrasi ini. Namun, akses skybridge di sisi Transjakarta belum selesai direnovasi. 

Renovasi ini dilakukan dengan menambah panjang halte dari 30 meter saat ini menjadi 60 meter untuk menampung penumpang dari Stasiun LRT Velodrome.

"Kalau dari sini, kita buka untuk penumpang, tapi penumpang yang masuk di sana belum bisa diterima. Jadi, di tutup dari sini sambil menunggu kesiapan halte Transjakarta," ungkap Melisa. 

Tak ada lahan parkir di jalur LRT

LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading ini memiliki lima stasiun dan ternyata tak memiliki lahan parkir untuk menampung kendaraan bermotor para penumpangnya.

Melisa Suciati menerangkan, LRT tak menyediakan lahan parkir karena minimnya lahan di sepanjang jalur yang dilintasi LRT Jakarta.

"LRT enggak menyediakan lahan parkir karena lahannya terbatas," ungkap Melisa.

Untuk mengatasi kendala lahan parkir ini, Melisa bilang LRT Jakarta bekerja sama dengan sejumlah pemilik lahan di sekitar stasiun agar bisa menitipkan kendaraan penumpang LRT. 

"Paling kerja sama dengan pemilik lahan parkir di sekitar stasiun aja. Misalnya di (stasiun) Boulevard Utara ada parkiran Mal Kelapa Gading, di (stasiun) Velodrome ada parkiran Stadion Velodrome," ujarnya.


LRT Jakarta (Diah/era.id)

Perlu diketahui, Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta masih menjalani uji coba publik hingga hari ini. Sejumlah masyarakat yang ingin menikmati ujicoba tersebut, hanya perlu menunjukan kartu identitas ketika memasuki area loket yang disediakan di masing-masing stasiun.

Program uji publik LRT Jakarta telah berlangsung sejak 11 Juni 2019. Masyarakat bisa menikmati pelayanan LRT Jakarta, mulai pukul 5.30 WIB hingga 23.00 WIB. Melisa mengklaim pihaknya telah menampung sebanyak 211 ribu lebih sejak di ujicoba pada 10 Juni 2019 bulan lalu. 

Namun, sampai saat ini jumlah penumpang per harinya belum mampu mendekati target sebanyak 14 ribu penumpang dengan hitungan 240 kaii perjalanan dan satu kali jalan bisa menampung 270 penumpang.

"Satu hari bisa menampung 14 ribu penumpang. Kalau untuk weekend atau akhir pekan, penumpangnya sempat 12 ribu penumpang, weekday rata-rata 8 ribu," jelas Melisa.

Meski belum dioperasikan dengan dikenakan tarif, Melisa yakin moda transportasi ini mampu jadi pilihan masyarakat. Terlebih dengan kapasitas kereta yang mampu memuat banyak penumpang.


LRT Jakarta (Diah/era.id)
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
13 November 2019 18:11 WIB

Duh, Skuter Listrik Bikin Rusak JPO Kekinian

Lantainya kan dari panel kayu, kena roda rusak dong..
Nasional
13 November 2019 17:48 WIB

Buntut Bom Medan, Rekrutmen Ojol Bakal Diperketat

Kemenhub minta ojek online review proses rekrutmen mitra pengemudi
Nasional
13 November 2019 17:27 WIB

Waspada Metode Penyamaran Baru Teroris

Mereka mengamati dan menyamar
Nusantara
13 November 2019 16:06 WIB

Edy Rahmayadi Minta Warga Sumut Tetap Tenang

Minta masyarakat tenang dan beri informasi
Nusantara
13 November 2019 15:07 WIB

Mahasiswa Asal Medan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes

Masih berusia 24 tahun