Sabtu, 24 Agustus 2019
Spiderman Far from Home (Credit : hdwall.com)
17 Juli 2019 08:28 WIB

Musuh Baru Spiderman Berikutnya adalah Hoaks

Hoaks memang lebih kejam daripada monster sekalipun~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sudah hampir dua pekan, penayangan Spiderman: Far From Home di bioskop tanah air. Film yang dilakoni Tom Holland sebagai Peter Parker ini sukses menutup phase 3 dari Marvel Cinematic Universe. 

Spiderman: Far From Home, dimulai tak lama setelah kejadian di film Avengers: End Game, di mana semua orang yang menjadi debu kembali lagi setelah lima tahun menghilang karena jentikan jari Thanos.

Momen kembalinya orang-orang yang menghilang itu disebut 'the blip'. Ada beberapa efek yang muncul di film Spiderman kali ini. The blip membuat orang-orang kembali setelah menjadi debu, namun dengan kondisi 5 tahun sebelumnya. 

Belum lagi, Peter masih merasa sedih dengan kepergian Tony Stark (Iron Man). Apalagi dengan anggapan publik kalau dirinya kelak yang akan menggantikan Tony Stark sebagai the next Iron Man.


Baca Juga : Tak Ada Waktu untuk James Bond Mati

Pada momen ini kehidupan sudah berjalan dengan normal, Peter yang kembali mengulang masa sekolahnya berencana untuk field trip ke Venesia. Di saat itu juga benih-benih romansa tumbuh dikehidupannya. Peter mulai menyukai MJ (Zendaya) dan berencana mengutarakan perasaannya. Namun perjalanan itu jadi kacau karena hadirnya monster elemental dan sosok superhero baru yang direkrut SHIELD bernama Mysterio (Jake Gylenhall). 

Semakin Polos, Semakin Mudah Dibohongi

Karakter Peter Parker yang hadir dalam film kali ini, digambarkan sebagai remaja puber dan masih belum tahu apa yang harus dipilihnya. Tak perlu ada penegasan ulang kalimat ‘dengan kekuatan yang besar, muncul tanggung jawab yang besar‘ untuk membuat Peter Parker keluar dari kebimbangannya harus memilih. Kehidupannya sebagai remaja normal atau mengemban tanggung jawab sebagai seorang superhero.

“Tony telah memilihmu, tinggal kamu mau mau atau tidak. Kurasa Tony salah memilih," kata Nick Fury saat menyerahkan peninggalan Tony Stark kepada Spiderman.

Selain kegalauan Peter Parker, konflik pada film ini juga bertambah dengan sosok superhero baru bernama Mysterio. Jika kalian mengikuti serial komiknya, Mysterio atau Quentin Beck merupakan musuh bebuyutan dari Spiderman. Tak seperti musuh lainnya, Mysterio tak punya kekuatan khusus. Dia bertarung dengan menggabungkan teknologi visual untuk membuat ilusi dan mengelabui Spiderman.
 
Dengan ilusi yang tepat, semua orang akan percaya dengan aksi heroiknya dalam menghadapi monster elemental. Bahkan agen rahasia sekelas Nick Fury dan Maria Hils pun tertipu. Apalagi untuk seorang bocah yang masih polos seperti Peter Parker, di mana ia mempercayakan teknologi Tony Stark kepada Quentin dan menganggap kalau dia cocok menjadi the next Iron Man.

Namun yang namanya ilusi hanyalah sebuah kebohongan belakan. Sebab Mysterio ternyata adalah mantan pegawai Stark yang menciptakan BARF atau Binarily Augmented Retro-Framing yang ditampilkan Tony Stark di awal film Captain America: Civil War.

Quentin juga dibantu Willam, mantan pegawai Stark Industri yang membuat drone yang dipersenjatai dan diintegrasikan dengan BARF, sehingga mampu menampilkan ilusi dengan efek kerusakan yang nyata. Tak hanya itu, Quentin juga merekrut mantan pegawai Stark untuk bekerjasama dan merebut EDITH, teknologi yang diserahkan Tony kepada Peter Parker.

Pada akhirnya, Peter yang telah sadar akan kekacauan monster elemental, hanyalah ilusi buatan Mysterio. Spiderman pun harus bertarung dengan Mysterio yang telah diperkuat teknologi EDITH untuk menyelamatkan MJ dan teman-temannya. 
 

Ibarat kata kebohongan yang dilakukan terus menerus akan terlihat seperti kebenaran adalah poin di film Spiderman: Far From Home. Bukan cuma terjebak dalam ilusi buatan Mysterio, Peter juga harus menghadapi kenyataan kalau ia tak bisa lagi menyembunyikan identitasnya. 

Sebab dalam post credit scene, Mysterio membuat video yang dikirimkannya ke kantor berita Daily Bugle. Di mana dalam video itu, Mysterio digambarkan terluka setelah diserang oleh Spiderman dengan menggunakan drone dan menunjukkan kalau Peter lah yang sebenarnya merupakan sosok jahat yang ingin jadi satu-satunya pengganti Iron Man.

Mungkin terbongkarnya identitas Spiderman, seharusnya tak jadi masalah bagi Peter. Sebab sejak awal MCU, Tony Stark telah membeberkan jati dirinya sebagai Iron Man, belum lagi hampir semua karakter di MCU memang tak ada yang merahasiakan identitasnya kecuali Spiderman.

Hanya saja yang jadi masalah adalah reputasi Spiderman yang dirusak oleh Mysterio dengan berita bohongnya. Hal itulah yang bisa publik jadi membenci Spiderman karena fitnah yang dibuat Mysterio, apalagi masyarakat menganggap kalau Spiderman adalah pembunuh yang egois dengan menguasai teknologi Iron Man dan terpenting kini mereka tahu kalau Spiderman itu adalah Peter Parker.

Dengan begitu saja kita bisa menebak kalau pada film selanjutnya, Peter Parker akan berusaha untuk memulihkan kembali reputasinya setelah difitnah berita bohong dari Mysterio.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Maretian
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
23 Agustus 2019 21:33 WIB

Kunjungi Festival Indonesia Maju, Megawati Nostalgia Saat Jadi Presiden

Acaranya masih ada sampai 25 Agustus, ke sana yuk mblo~
Nasional
23 Agustus 2019 21:01 WIB

OPM Diduga Tunggangi Kerusuhan di Papua

"OPM itu amat merugikan bagi masyarakat Papua itu sendiri"
Nusantara
23 Agustus 2019 20:17 WIB

Satu Anggota KKB Tewas dalam Kontak Senjata di Pasar Wamena

Polisi dan masyarakat juga ikut terluka~
megapolitan
23 Agustus 2019 19:11 WIB

Komisi Impian Tina Toon di DPRD

Tina Toon akan tempati DPRD DKI Jakarta. Apa yang ideal buat Tina?
Nasional
23 Agustus 2019 18:15 WIB

Banyak Masalah Kesenjangan di Papua yang Ditutupi

"Ada kesenjangan ekonomi, HAM, dan keamanan yang harus kita evaluasi"