Rabu, 03 Juni 2020
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
07 April 2020 16:33 WIB

RS Tempat Merawat Pasien Korona di Libya Dihantam Proyektil

Ya begitulah kalo mangkok bubur dikasih nyawa, suka gak ada otaknya~
Bagikan :


Tripoli, era.id - Sebuah proyektil tak dikenal mengantam Rumah Sakit Umum Al Khadra di Ibu Kota Tripoli, Libya, pada Senin (6/4). Serangan itu tepat mengenai lahan parkir yang ada di depan bangunan tempat pasien virus COVID-19. Akibatnya sejumlah fasilitas medis pun rusak dan satu petugas kesehatan mengalami luka-luka.

Hingga Maret 27 fasilitas kesehatan hancur dengan tingkatan berbeda-beda akibat bentrokan, termasuk 14 fasilitas yang ditutup dan 23 fasilitas lainnya berpotensi ditutup akibat pergeseran konflik.

Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mendokumentasikan sedikitnya 356 kematian warga sipil dan 329 korban luka sejak konflik antara militer yang bermarkas di timur dan pemerintah dukungan PBB meletus pada April 2019.
 

Sejak awal konflik hampir 150.000 orang di Tripoli dan sekitarnya terpaksa meninggalkan rumah mereka, dengan 345.000 warga sipil masih berada di daerah garis depan dan sekitar 749.000 orang tinggal di daerah yang terdampak konflik, menurut UNSMIL.

Yacoub El Hillo, koordinator residen PBB sekaligus koordinator kemanusiaan di Libya mengecam serangan terhadap pasien korona itu, seraya mengatakan aksi tersebut jelas merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.
 

"Seruan berulang dari PBB dan komunitas internasional untuk menghentikan perseteruan hanya ditanggapi dengan sikap masa bodoh dan pertempuran yang terus menerus. (Serangan) ini tak dapat diterima, ketika petugas layanan kesehatan dan tenaga medis menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi global," bunyi pernyataan Yacoub El Hillo, seperti dikutip Antara, Selasa (7/4/2020).

Pejabat PBB menyerukan  agar eskalasi militer dihentikan untuk memungkinkan otoritas kesehatan dan lembaga bantuan menanggapi COVID-19 dan terus memberikan bantuan kemanusiaan darurat bagi mereka yang membutuhkan.

"Otoritas kesehatan Libya, bersama dengan PBB dan mitra kemanusiaan kami, sedang berpacu dengan waktu untuk menekan penyebaran virus tersebut. Jika Libya ingin memiliki kesempatan untuk melawan COVID-19, maka konflik yang sedang berlangsung harus dihentikan segera," katanya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU