Kamis, 18 April 2019
Suasana acara Dongeng Yuk di Museum Nasional. (Fathurrozak Jek)
27 Januari 2018 14:41 WIB

Cerita Dongeng via Digital

Kini, mendongeng dari mana saja
Bagikan :
Jakarta, era.id - Pukul 08.00 WIB, Olivia Karenina Syahir sudah bergegas dari rumah ditemani ibunya naik Transjakarta. Ia ingin berjumpa dengan Ario Zidni, sosok yang digemarinya.

Setibanya di Museum Nasional, Olivia menuju lantai dasar, dan ia memasuki ruangan acara Dongeng Yuk. Ia duduk paling depan. 

Menurut ibunya, Rezki, Olivia memang menggemari dongeng. Sejak usia dua tahun, Olivia sudah akrab dengan cerita. 

"Kemampuan bahasanya memang menonjol," tuturnya, Sabtu, (27/1/2018).

Olivia pun khidmat saat Najwa Shihab mendapat giliran pertama untuk membaca dongeng di depan anak-anak yang sepagi sudah menyiapkan telinga dan imajinasi mereka. 

Nana, sapaan akrab Najwa Shihab, mendongengkan La Dana dan Seekor Kerbau, cerita dari Sulawesi Selatan. Cerita ini berkisah ketika La Dana dan temannya datang ke Rambu Solo, pesta kematian bagi masyarakat Toraja. Bagi tamu yang datang, akan mendapat bagian potongan kerbau.

Menurut Nana, saat mendongeng, pendongeng tidak bisa egois menghendaki kemauannya sendiri. 

"Pendongeng harus mau bertanya atau berinteraksi dengan si pendengar, jalan cerita berikutnya mau seperti apa. Dengan begitu anak-anak akan terasah daya imajinasi dan membangun ceritanya," katanya.

Namun, pendongeng juga tetap harus memberi tahu konsekuensi tiap pilihan yang dipilih sebagai jalan cerita selanjutnya.

Ia juga menambahkan, cerita menjadi pilihan pas untuk memberikan nilai-nilai universal tanpa anak harus dicekoki oleh orangtua.

Mendongeng, kini tidak hanya terbatas lewat buku. Ario Zidni, pendiri Ayo Dongeng Indonesia, menyatakan seperti halnya ketika masyarakat kita masih menggunakan budaya tutur, buku juga masuk sebagai pelengkap sarana. 

Kini, di era digital, internet sangat memungkinkan untuk mencari sumber bacaan dongeng oleh orangtua untuk anak-anaknya. 

Ini diamini dengan pernyataan yang disampaikan Shinto Nugroho, Head of Public Policy Google Indonesia, saat membuka acara Dongeng Yuk yang diselenggarakan Youtube bersama Ayo Dongeng Indonesia.

"Cerita rakyat juga masih menjadi search yang paling tinggi, termasuk lewat kanal Youtube. Anak dan orangtua sekarang juga masih suka dongeng, bedanya memang caranya, sekarang bisa lewat digital," ucapnya.



Bikin Dongeng Sendiri

Khansa Fauzia, bersama adiknya, Izzati Zafira, hadir jauh-jauh dari Bekasi untuk ikut dalam keriaan mendongeng. Mereka sama-sama suka dongeng, Khansa lebih menyukai cerita bergambar, sementara Izzati, sering didongengi kakeknya menjelang tidur siang.

Berbeda dengan Olivia, yang sudah membuat cerita dongengnya sendiri. Bahkan, sudah diterbitkan lewat ­ebook. 

"Judulnya ada Penguin, Kisah Brontosaurus, dan Anak Kecil dan Landak," akunya. 

Rezki, ibunya, menceritakan, dia yang merekam apa yang diceritakan Olivia secara lisan. Ia pun mengirimnya ke serusetiapsaat.com. Kini, Olivia pun sedang belajar menulis sendiri.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
18 April 2019 19:07 WIB

BPN Desak KPU Cabut Izin Quick Count Lembaga Survei

BPN sebut sejumlah kejanggalan dalam quick count
Peristiwa
18 April 2019 19:01 WIB

Prabowo Klaim Kemenangannya Ditemani Sandiaga

Dua capres ngaku menang, biar adil bikin dua shift aja kali yak~
Peristiwa
18 April 2019 18:09 WIB

Alasan Jokowi Bertemu Pimpinan Koalisi

Biar enggak su'udzon, mending tabayyun dulu lur baca artikelnya~
Analisa
18 April 2019 18:03 WIB

Psikolog: Caleg Stres karena Terlalu Ngarep Menang

Sabar ya leg, emang nasibnya begitu~
Data-Bicara
18 April 2019 17:50 WIB

Sabar Jangan Lebay Lihat Real Quick Count KPU

Rekapitulasi sekarang tuh masih nol koma sekian persen