Sabtu, 17 November 2018
Suasana acara Dongeng Yuk di Museum Nasional. (Fathurrozak Jek)
27 Januari 2018 14:41 WIB

Cerita Dongeng via Digital

Kini, mendongeng dari mana saja
Bagikan :
Jakarta, era.id - Pukul 08.00 WIB, Olivia Karenina Syahir sudah bergegas dari rumah ditemani ibunya naik Transjakarta. Ia ingin berjumpa dengan Ario Zidni, sosok yang digemarinya.

Setibanya di Museum Nasional, Olivia menuju lantai dasar, dan ia memasuki ruangan acara Dongeng Yuk. Ia duduk paling depan. 

Menurut ibunya, Rezki, Olivia memang menggemari dongeng. Sejak usia dua tahun, Olivia sudah akrab dengan cerita. 

"Kemampuan bahasanya memang menonjol," tuturnya, Sabtu, (27/1/2018).

Olivia pun khidmat saat Najwa Shihab mendapat giliran pertama untuk membaca dongeng di depan anak-anak yang sepagi sudah menyiapkan telinga dan imajinasi mereka. 

Nana, sapaan akrab Najwa Shihab, mendongengkan La Dana dan Seekor Kerbau, cerita dari Sulawesi Selatan. Cerita ini berkisah ketika La Dana dan temannya datang ke Rambu Solo, pesta kematian bagi masyarakat Toraja. Bagi tamu yang datang, akan mendapat bagian potongan kerbau.

Menurut Nana, saat mendongeng, pendongeng tidak bisa egois menghendaki kemauannya sendiri. 

"Pendongeng harus mau bertanya atau berinteraksi dengan si pendengar, jalan cerita berikutnya mau seperti apa. Dengan begitu anak-anak akan terasah daya imajinasi dan membangun ceritanya," katanya.

Namun, pendongeng juga tetap harus memberi tahu konsekuensi tiap pilihan yang dipilih sebagai jalan cerita selanjutnya.

Ia juga menambahkan, cerita menjadi pilihan pas untuk memberikan nilai-nilai universal tanpa anak harus dicekoki oleh orangtua.

Mendongeng, kini tidak hanya terbatas lewat buku. Ario Zidni, pendiri Ayo Dongeng Indonesia, menyatakan seperti halnya ketika masyarakat kita masih menggunakan budaya tutur, buku juga masuk sebagai pelengkap sarana. 

Kini, di era digital, internet sangat memungkinkan untuk mencari sumber bacaan dongeng oleh orangtua untuk anak-anaknya. 

Ini diamini dengan pernyataan yang disampaikan Shinto Nugroho, Head of Public Policy Google Indonesia, saat membuka acara Dongeng Yuk yang diselenggarakan Youtube bersama Ayo Dongeng Indonesia.

"Cerita rakyat juga masih menjadi search yang paling tinggi, termasuk lewat kanal Youtube. Anak dan orangtua sekarang juga masih suka dongeng, bedanya memang caranya, sekarang bisa lewat digital," ucapnya.



Bikin Dongeng Sendiri

Khansa Fauzia, bersama adiknya, Izzati Zafira, hadir jauh-jauh dari Bekasi untuk ikut dalam keriaan mendongeng. Mereka sama-sama suka dongeng, Khansa lebih menyukai cerita bergambar, sementara Izzati, sering didongengi kakeknya menjelang tidur siang.

Berbeda dengan Olivia, yang sudah membuat cerita dongengnya sendiri. Bahkan, sudah diterbitkan lewat ­ebook. 

"Judulnya ada Penguin, Kisah Brontosaurus, dan Anak Kecil dan Landak," akunya. 

Rezki, ibunya, menceritakan, dia yang merekam apa yang diceritakan Olivia secara lisan. Ia pun mengirimnya ke serusetiapsaat.com. Kini, Olivia pun sedang belajar menulis sendiri.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 November 2018 20:20 WIB

Indonesia Bakal Alami Kemunduran Bila Berpolitik SARA

Indonesia akan mundur 90 tahun ke belakang kalau terus menggunakan isu SARA
Nasional
17 November 2018 19:24 WIB

Kubu Jokowi: Poster 'Jokowi Raja' Bukan Kebijakan Tim Kampanye

Timses tak pernah mengusulkan untuk membuat atribut kampanye seperti itu
Wisata
17 November 2018 19:22 WIB

Melihat Kembali Surat-Surat Tokoh Pendiri Bangsa

Kamu bisa melihatnya di Muesum Nasional Jakarta, sampai 22 November
Lifestyle
17 November 2018 18:08 WIB

Pernikahan Mewah Awal Bencana Perceraian?

Ini hasil survei, bukan soal asumsi
 
Teknologi
17 November 2018 16:43 WIB

Firefox Monitor Tersedia dalam Bahasa Indonesia

Berikut panduan singkat tentang cara kerja Firefox Monitor