Kamis, 20 Februari 2020
Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara pemakaman presiden ketiga BJ Habibie di TMP Kalibata (Diah/era.id)
12 September 2019 16:15 WIB

Habibie: Tanpa Cinta, Kecerdasan Itu Berbahaya

Pesan itu diingat selalu oleh Presiden Jokowi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Presiden RI Joko Widodo menjadi Inspektur Upacara pemakaman Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. 

Usai penghormatan terakhir dan jenazah Habibie dikebumikan, Jokowi mengenang pribadi Presiden ketiga RI sebagai sosok yang penuh cinta, di balik kecerdasannya. 

"Beliau adalah seorang negarawan sejati, inspirator, dan ilmuwan yang meyakini bahwa tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dia adalah suri tauladan anak bangsa, dan Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya," tutur Jokowi, Kamis (12/9/2019).

Jokowi mengulas perjalanan Habibie semasa hidupnya. Sejak muda, Habibie sudah visioner. Ia tidak hanya berfikir apa yang terjadi di indonesia saat ini, satu atau dua tahun mendatang.


Baca Juga : Wawancara: Masa Depan Perjuangan Habibie Center

"Beliau sudah berfikir dan bekerja untuk membangun Indonesia untuk 50-100 tahun ke depan. Untuk Indonesia bisa lepas landas," ucapnya. 


Jenazah Presiden ketiga BJ Habibie dibawa ke TMP Kalibata (Anto/era.id)

Semasa hidupnya, dedikasi Habibie tak tak hanya ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga untuk bangsa ini. Dia jadi pemimpin negeri ini, tepat sepekan setelah reformasi Indonesia, pada 21 Mei 1998 berlalu. Dia menggantikan Presiden Soeharto.

Saat Indonesia di bawah kendalinya, ia mulai mulai bergerak cepat mengakomodir tuntutan reformasi di segala lini. 

Pemilik dari 46 hak paten di bidang Aeronautika ini, dikenal sebagai orang cerdas yang religius. Bahkan dia menciptakan gagasan perpaduan iman-taqwa (imtaq) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Gagasan tersebut dia bawa ke Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia yang terbentuk pada 7 Desember 1990. 

Selain itu, doktor kelahiran Pare Pare, Sulawesi Selatan itu punya julukan Mr Crack, ini merujuk dari teori Crack Progression. Teori yang diciptakan untuk memprediksi titik mula retakan pada sayap pesawat.

Teori Crack Progression pun terus lestari hingga kini, mengantar jutaan orang berpindah tempat melintasi udara. Selain Crack Progression, teori ini juga disebut sebagai Theory of Habibie.


Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara pemakaman presiden ketiga BJ Habibie di TMP Kalibata (Diah/era.id)

Tak hanya itu, di bawah pemerintahannya, Indonesia membuka seluas-luasnya pendirian partai politik. Digelar pula pemilu yang dinilai sebagai pemungutan suara paling demokratis sejak 1955.

"Kita tidak akan pernah lupa jasa beliau ketika jadi presiden. Almarhum dengan cepat telah meletakan fondasi demokrasi indonesia yang kita turut nikmati saat ini," ungkap Jokowi. 

Sambil menatap makam Habibie, Jokowi akan selalu ingat pesan Habibie padanya. 

"Selamat jalan, Mr Crack, selamat jalan sang pionir, kami akan selalu ingat pesanmu: jangan terlalu banyak diskusi, jangan cengeng, tapi terjunkan ke proses nilai tambah secara konsisten, pasti indonesia akan terkemuka di Asia Tenggara dan dunia," pungkasnya. 
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Februari 2020 22:22 WIB

What's On Today, 20 Februari 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
20 Februari 2020 21:08 WIB

Tak Bisa ke Indonesia, Mahasiswa Unpad Asal China Kuliah Online

Gara-gara COVID-19
Lifestyle
20 Februari 2020 20:32 WIB

Riki Rhino, Film Animasi Karya Anak Bangsa

Ridwan Kamil 'jadi' Elang Jawa
Lifestyle
20 Februari 2020 19:38 WIB

Eddies Adelia yang Belum Siap Berhijab Syar'i

Yang penting tertutup dulu