Sabtu, 24 Agustus 2019
Ilustrasi (era.id)
12 Agustus 2019 22:45 WIB

Mengapa Tak Ada yang Berani Lawan Cak Imin di PKB?

Cak Imin seorang dewa atau memang tak ada kompetisi di PKB?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kalau tak ada aral melintang, hampir pasti kursi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2019-2024 akan direbut lagi Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Hingga detik ini, Cak Imin masih menjadi calon tunggal. Sinyal bahaya iklim demokrasi untuk PKB?

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komaruddin menilai wacana calon tunggal ini justru menimbulkan dua tanda tanya. Apakah kapasitas Cak Imin yang memang begitu hebat sehingga tak punya tandingan di PKB?

"Tanda tanya kedua adalah, apakah kader lain yang ingin maju berkompetisi dibuat tidak nyaman dan mungkin digusur dari kepengurusan PKB," kata Ujang Komaruddin seperti dikutip dari Antara, Senin (12/8/2019).

Ujang Komaruddin bilang, calon tunggal dari ketua umum partai politik adalah bagian dari kondisi kepartaian di Indonesia yang masih mengandalkan figur sentral. "Muhaimin mungkin masih menjadi dewa di partainya atau bersikap sangat dominan terhadap kader lain di partainya," ucap Ujang.


Baca Juga : Muktamar PKB dan Gagalnya Kesempatan Rekonsiliasi

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review menyayangkan PKB sebagai partai terbuka, tapi tidak membuka ruang bagi kader-kader terbaik lainnya untuk berkompetisi dengan Cak Imin untuk menghidupkan demokrasi di internal partai. 

"Adanya calon tunggal ini, menunjukkan regenerasi kepemimpinan di PKB tidak berjalan," ujarnya.

Kalau PKB mengusulkan Cak Imin sebagai calon ketua MPR, itu adalah hal wajar sebagai bagian dari lobi partai terhadap partai-partai lainnya pengusung pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

"Namun, usulan PKB itu belum tentu diterima oleh partai-partai lain anggota koalisi pengusung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, karena Partai Golkar juga mengincar kursi ketua MPR RI," katanya.

Menurut Ujang, dari wacana yang berkembang, Partai Gerindra juga berminat untuk mendudukkan kadernya sebagai ketua MPR RI.

Apalagi, kata dia, Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin adalah representasi Nahdlatul Ulama (NU), sehingga Muhaimin Iskandar dari PKB juga dinilai berlatarbelakang NU sehingga peluangnya kecil untuk menduduki kursi ketua MPR RI.

"Kekuasaan itu kan harus berbagi dan harus merata pada semua partai anggota koalisi. Kalau representasi NU sudah duduk sebagai wakil presiden, maka representasi lainnya yang akan duduk di kursi ketua MPR RI," tuturnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
23 Agustus 2019 21:33 WIB

Kunjungi Festival Indonesia Maju, Megawati Nostalgia Saat Jadi Presiden

Acaranya masih ada sampai 25 Agustus, ke sana yuk mblo~
Nasional
23 Agustus 2019 21:01 WIB

OPM Diduga Tunggangi Kerusuhan di Papua

"OPM itu amat merugikan bagi masyarakat Papua itu sendiri"
Nusantara
23 Agustus 2019 20:17 WIB

Satu Anggota KKB Tewas dalam Kontak Senjata di Pasar Wamena

Polisi dan masyarakat juga ikut terluka~
megapolitan
23 Agustus 2019 19:11 WIB

Komisi Impian Tina Toon di DPRD

Tina Toon akan tempati DPRD DKI Jakarta. Apa yang ideal buat Tina?
Nasional
23 Agustus 2019 18:15 WIB

Banyak Masalah Kesenjangan di Papua yang Ditutupi

"Ada kesenjangan ekonomi, HAM, dan keamanan yang harus kita evaluasi"